BANYAK DAMPAK NEGATIF

Kaji Ulang Kebijakan Bebas Visa


Jumat, 14 Oktober 2016 - 01:15:36 WIB

Jakarta, HALUAN — Wa­­kil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid meminta pe­me­rintah meninjau ulang Pera­turan Presiden Nomor 21 Ta­hun 2016 tentang Bebas Visa karena berdampak negatif terhadap keamanan, ekonomi dan kebudayaan dalam negeri.

“Kami berkali-kali secara lugas menyampaikan dalam rapat kerja bersama Menteri Pertahanan, Menteri Luar Ne­geri, BIN dan Panglima TNI agar masalah bebas visa dikaji ulang karena dampaknya sang­at negatif terkait masalah eko­nomi, apalagi keamanan dan budaya,” kata Hidayat di ruang kerjanya di Kompleks Par­lemen RI, Jakarta, Kamis.

Ia menekankan kebijakan bebas visa kunjungan ke Indo­nesia untuk 169 negara tidak respirokal atau timbal balik karena orang Indonesia harus membuat visa jika akan me­ngun­jungi negara lain yang bebas visa datang ke Tanah Air.

“Ini tidak resiprokal. Dalam hubungan antara negara ada timbal balik. Kalau kita mem­berikan bebas visa untuk warga China, harusnya kita juga bebas visa ke sana,” katanya.

Ia menimpali, “Ini kondisi yang merugikan Indonesia secara materi, martabat, ke­ama­nan negara dan budaya.”

Petinggi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu berharap pemerintah bisa melakukan moratorium sambil menge­va­luasi kebijakan bebas visa.

“Sebaiknya dicabut dulu, semacam moratorium, untuk dikaji mana yang perlu bebas visa, bebas visa bersyarat, dan mana yang tidak bisa di­beri­kan,” katanya.

Ia pun menilai bahwa kebi­ja­kan bebas visa memang bisa mendatangkan banyak turis, namun mereka yang ber­kun­jung hanyalah dari kalangan berbiaya rendah atau back­packers.

“Kalau tujuannya mem­perbanyak turis, ya memang banyak, tapi kelasnya cuma backpackers atau bahkan ada yang jadi tenaga kerja dan merugikan Indonesia,” de­mikian Hidayat Nur Wahid. (h/ant)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]