BATANG AGAM TERCEMAR BERAT

Gubernur Peringatkan Empat Kepala Daerah


Jumat, 14 Oktober 2016 - 01:34:07 WIB
Gubernur Peringatkan  Empat Kepala Daerah Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno.

PADANG, HALUAN — Nilai Indeks Pencemaran Air (IPA) di Batang Agam tahun 2015 termasuk dalam kategori buruk, karena mencapai IPA 61,4. pencemaran disebabkan oleh pembuangan limbah ke sungai yang melewati empat kabupaten kota.

Untuk itu Gubernur Sumbar Irwan Prayitno mempe­ringat­kan  Bupati  Agam, Bupati Limapuluh Kota, Walikota Bukittinggi dan Walikota  Paya­kumbuh  agar  serius menangani pembuangan limbah sepanjang aliran Batang Agam. “Dan, pemerintah provinsi tentunya ikut terlibat dalam memfasilitasi dan berkoordinasi dalam perce­patan menurunkan limbah pen­ce­maran sungai Batang Agam,” kata Gubernur   usai penan­datanganan kerjasama penuru­nan beban pencemaran sungai Batang Agam di ruang rapat gubernuran, Kamis, (13/10).

Ia juga mengancam, jika kedapatan atau ketahuan mem­buang limbah ke aliran sungai maka akan mempidanakan ok­num atau perusahaan tersebut.

Dikatakan Irwan, saat ini akan dilakukan pendataan, dan langkah awal akan diberikan teguran terhadap yang melaku­kan pelanggaran, namun jika yang bersangkutan tidak mema­tuhi aturan maka ia tidak segan-segan akan mempidanakan oknum tersebut. “Langkah awal yang akan dilakukan, dengan membentuk tim yang akan mendata penyebab terjadinya pencemaran sungai. Biasanya, pencemaran berasal dari pem­buangan limbah   dari Pasar,  rumah sakit, restoran, hotel dan rumah potong,” ujarnya,

Sementara itu, Kepala Ba­dan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah (Bapedal­da) Sumbar Asrizal Asnan mengatakan, empat kabupaten kota sepakat melakukan penan­datanganan atau kesepakatan bersama untuk penurunan be­ban pencemaran sungai batang agam. sebab sungai batang agam memilki hulu dikabupaten agam dan melewatii empat kabupaten kota.

“Hulu sungai Batang Agam berada di Kabupaten Agam, namun melewati Payakumbuh, Bukittinggi dan Lima Puluh Kota, makanya harus ada kerja­sama. Jika dilakukan sendiri-sendiri, nanti di Bukittinggi sudah bersih, ternyata di Agam dan Payakumbuh masih ter­cemar,” ujarnya.

Ia melanjutkan, kerjasama akan diwujudkan dalam bentuk program bersama seperti penga­manan sepadan sungai, pe­ngen­dalian kualitas aliran su­ngai dan partisifasi kelompok masyarakat dimasing-masing daerah.

Asrizal membenarkan penu­ru­nan beban sungai Batang Agam akibat dari limbah do­mes­tik yang dilakukan masya­rakat dan perusahaan dianta­ranya hotel, restoran, rumah sakit dan rumah potong hewan. Ia berharap dengan adanya kerjasama bisa menurunkan beban pencemaran sungai se­cara keseluruhan. (h/rin)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]