Usaha Kecil Berpeluang Gabung di Minang Mart


Jumat, 14 Oktober 2016 - 01:53:21 WIB

PADANG, HALUAN – Direktur Minang Mart Syaiful Bakhri membantah isu pengoperasian Minang Mart dengan sistem franchise. Menurutnya, Minang Mart yang beroperasi di bawah bendera PT Ritel Modern Minang (PT RMM) dipastikan tidak akan mematikan usaha ritel kecil.

Direktur Minang Mart, Syaiful Bakhri kepada Haluan, Rabu (12/10) lalu, mengatakan,  rencana Minang Mart ke depan, setiap masyarakat yang memiliki usaha ataupun kedai kecil berpeluang bergabung dengan Minang Mart dengan memakai nama Kadai Minang.

“Konsep kita berbentuk ke­mitraan. Bukan managemen fee. Bukan Franchise. Tidak ada yang berubah dari konsep awal. Minang Mart adalah mini swalayan,” ung­kap Syaiful Bakhri. Dia meminta untuk melihat progress ke depan dulu, sebelum melakukan tuduhan yang tidak ada faktanya. “Tidak akan ada yang dirugikan. Harga tidak akan lebih murah dari kedai-kedai tradisional,” katanya.

Menurutnya, kehadiran Mi­nang Mart justru akan membantu UMKM, sebab produk UMKM juga akan ditampung di Minang Mart. “20 sampai 30 persen pro­duk UMKM juga akan dipasarkan di sini (Minang Mart red),” ujarnya.

Intinya, lanjut Syaiful dalam program Minang Mart pedagang UMKM akan dibantu secara managemen dengan sistem mo­derninasi. “Sistem keuangan, pengaturan supply barang sangat diatur. Sistem yang terintegrasi. Keuntungan diatur, namun semua secara terbuka, sehingga mitra dapat mengetahui itu,” sebutnya.

Saat ini, katanya sebagai percontohan, direncanakan ada sembilan yang akan dilaunching pada awal November. “Saat ini toko sistem sewa. Dua akan dibuka pada November ini,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Uta­ma Jamkrida Sumbar, Munandar Kasim mengatakan pihaknya mendukung program Minang Mart, karena memang pihaknya dijadikan sebagai lembaga penjamin.

“Mau Minang Mart, bukan Minang Mart yang buka, yang penting masyarakat Sumbar yang mengajukan kredit ke Bank Nagari yang tidak punya angunan akan kita jamin. Kalau memang bisnis Why Not. Kalau tidak mengun­tung­kan, saya tolak,” ungkapnya.

Saat ini, karena Minang Mart belum beroperasi, tentu keter­libatan Jamkrida belum sepenuh­nya.  Dia berharap, biarkan proses ini berjalan, dan pihaknya dapat melihat program tersebut setelah­nya. Jika memang melenceng dari konsep awal, baru bersama di­kontrol.

“Kita telah MoU, jika Minang Mart telah berjalan dan masya­rakat dilibatkan untuk melaku­kan pin­jaman modal ke bank dan yang tidak punya angunan kita yang menja­min,” ungkapnya. (h/mg-ang)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]