TIGA WARTAWAN BERI KESAKSIAN

Eks Kepala Kesbangpol Gugat Gubernur


Jumat, 14 Oktober 2016 - 01:59:08 WIB
Eks Kepala Kesbangpol Gugat Gubernur EDI MARTAWIN, salah seorang saksi dalam perkara gugatan Mantan Kepala Kesbangpol Sumbar terhadap Gubernur Sumbar, diambil sumpahnya sebelum memberikan keterangan, Kamis (13/10). (ISHAQ)

PADANG, HALUAN — Man­­tan Kepala Kesbangpol Sum­bar Irvan Khairul Anan­da (IKA) melalui penasihat hukumnya (PH), Wilson Sa­putra Cs, menghadirkan tiga saksi yang berprofesi sebagai wartawan pada persi­dangan di Pengadilan Tata Usaha Ne­gara (PTUN) Pa­dang, Kamis (13/10). Sidang lanjutan perkara 16/G/2016/PTUN-Padang, ten­tang gugatan Man­tan IKA terhadap Gu­bernur Sumbar Irwan Prayitno (IP), atas pencopotan dirinya dari jabatan Kepala Kesbang­pol lewat SK No.862/1478/BKD-2016.

Sebelumnya diberitakan, Gubernur Sumbar mencopot IKA serta lima pejabat lain dari jabatan masing-masing pada 22 April 2016. Soal pencopotan IKA, disebut-sebut bermula dari tindakan IKA memosting berita da­ring dari portal berita editor. com berjudul: Di Guber­nuran, Azan Hanya Boleh Setelah Pejabat Selesai Pi­dato, ke grup Whatsapp Palanta Awak Basamo (PAB).

Sidang dimulai pukul 14.15 WIB dengan agenda penyerahan bukti pending serta mendengar keterangan saksi dari pihak penggugat.

Irvan Khairul Ananda (IKA) me­lalui penasihat hukumnya (PH), Wilson Saputra Cs, mengha­dirkan tiga saksi yang berprofesi sebagai wartawan, dan dinilai relevan sebagai saksi fakta dalam persidangan.

Afendi Anjang, wartawan Rakyat Sumbar, menjadi yang pertama memberikan kesaksian dalam sidang kali ini. Di hadapan hakim, ia mengaku sebagai orang yang azan Zuhur di Musala Gu­ber­nuran Sumbar pada 7 April 2016. Di saat bersamaan, tengah digelar pengukuhan pengurus Gerakan Nasional Peduli Anti Narkoba dan Tawuran  (DPP Ge­pen­ta) di auditorium gubernuran yang berjarak sekitar 15 meter dari musala.

“Saya ke gubernuran untuk meliput acara pengukuhan DPP Gepenta itu. Setelah masuk waktu zuhur, saya berinisiatif sendiri ke musala untuk salat. Di sana sudah ada beberapa orang yang juga akan salat. Saf depan penuh. Saya saling berbasa-basi dengan yang lain untuk azan, tapi akhirnya saya yang azan,” kata Afendi di hada­pan majelis hakim yang diketuai Andi Noviandri, dengan hakim anggota Akhdiat Sastrodinata dan Lizamul umam, serta Darman selaku Panitera Pengganti.

Selesai salat, lanjut Afendi, ia kembali ke auditorium tempat berlangsungnya acara. Sebelum masuk ke auditorium, ia dida­tangi salah seorang staf di guber­nuran yang kemudian menanya­kan siapa yang azan di musala. Kontan Afendi menjawab bahwa dirinyalah yang azan. Lalu, staf tersebut mengatakan bahwa atu­ran di gubernuran, azan harus ditunda saat ada yang pidato di auditorium.

“Saat itu saya sudah bersama Edi Martawin, rekan saya sesama wartawan. Karena menurut kami aturan yang dikatakan staf itu ganjil, maka kami datangi guber­nur ke ruang kerjanya. Karena kebetulan acara di auditorium sudah selesai dan gubernur sudah kembali ke ruangannya. Kami bertemu gubernur di depan rua­ngan itu, dan kami tanya soal aturan itu. Gubernur tidak menja­wab sama sekali, dan pergi ke ruangan lain begitu saja,” jelas Afendi lagi.

Setelah kejadian itu, Afendi menulis berita tentang hal itu untuk diterbitkan di Rakyat Sumbar, namun nyatanya tidak diterbitkan oleh redaksi. Semen­tara rekannya, Edi Martawin, juga menulis berita yang sama untuk media portalberitaeditor.com, dan berita itu naik dengan judul Di Gubernuran, Azan Hanya Boleh Setelah Pejabat Selesai Pidato.

Setelah Afendi, Edi Martawin juga dihadirkan sebagai saksi oleh pihak penggugat. Di hadapan hakim, ia ikut membenarkan bahwa seorang staf gubernuran bernama Rinaldi, mengatakan bahwa azan harus ditunda saat ada yang berpidato di auditorium.

“Saya dan Afendi sudah coba konfirmasi ke gubernur tapi tak ditanggapi. Tapi bagi saya, penje­lasan dari staf gubernur itu sudah cukup menjadi dasar menulis berita, makanya berita itu saya tulis dan kirim ke redaksi. Saya menulis saja, yang menaikkannya redaksi,” kata Edi Martawin.

Dalam kesempatan itu, Desi Ariati cs selaku PH Gubernur Sumbar menanyakan tujuan yang mendasari saksi menulis berita tersebut, saksi Edi pun menerang­kan bahwa ia menulis berita terse­but demi kepentingan informasi.

Di sisi lain, hakim bertanya mengenai posisi saksi saat azan dikumandangkan oleh rekannya, Afendi Anjang. Edi Martawin menjawab bahwa ia sedang di auditorium, mendengarkan pidato dari Ketua DPP Gepenta yang terhenti saat azan berkumandang. Sedangkan gubernur sendiri baru mulai berpidato saat terdengar iqamat di musala tersebut.

“Setelah gubernur pidato, baru istirahat-salat-makan (Isoma). Saat itu saya dan Afendi ke rua­ngan gubernur untuk klarifikasi,” katanya lagi.

Adapun saksi ketiga yang dihadirkan PH penggugat adalah Rian D Kincay, selaku Pemimpin Redaksi (Pemred) portal beri­taeditor.com dan majalah ming­guan Editor. Rian mengaku bahwa dirinya bertanggung jawab terha­dap penerbitan berita di media daring dan cetak yang dipim­pinnya.

“Setelah menerima kiriman berita via e-mail dari wartawan saya (Edi Martawin), saya telepon dia untuk menanyakan keabsa­han berita tersebut. Wartawan saya mengatakan bahwa dia berada langsung di lokasi. Saya percaya betul pada wartawan saya, dan berita itu pun saya naikkan di portal,” kata Rian.

Rian mengaku setelah naik di portal, beritanya langsung diban­jiri komentar, baik pro maupun kontra. “Saya cek, terakhir berita itu sudah 13 ribu pembaca. Saya merasa berita ini penting dinaik­kan karena menyangkut nama baik daerah. Saya yakin akan kebenarannya, dan hingga saat ini tidak ada gugatan dari siapapun kepada media saya atas pembe­ritaan tersebut,” katanya.

Sidang kemudian akan dilan­jut­kan pada Kamis 20 Oktober depan. Majelis Hakim meminta PH tergugat menghadirkan saksi dari inspektorat, serta Rinaldi yang namanya disebut saksi dari pihak penggugat sebagai orang yang terlibat langsung di hari kejadian. (h/isq)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]