Waspadai Banjir dan Longsor


Sabtu, 15 Oktober 2016 - 00:32:50 WIB

Cuaca ekstrem melanda Sumatera Barat. Wi­layah pantai barat Sumbar sejak dua pe­kan lalu sering diguyur hujan lebat. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Ketaping Padang Pariaman memperkirakan, potensi hujan dengan durasi lama bahkan akan terjadi dalam tiga hari ke depan.

Sementara dalam beberapa hari ini, ter­utama pada malam hari Padang dan wilayah pantai barat Sumbar lainnya diguyur hujan lebat. Syukur alhamdulillah, sejauh ini hujan yang terjadi tidak sampai membawa bencana.

Namun penduduk Kota Padang, Kepu­lauan Mentawai, Pesisir Selatan, Padang Pariaman, Kota Pariaman dan Agam bagian barat kita ingatkan selalu waspada. Potensi hujan durasi lama, di atas tiga jam akan berlanjut hingga 17 Oktober mendatang.

Menurut BMKG,  hujan juga diselingi angin kencang dengan kecepatan 40-50 km/jam. Keadaan tersebut membuat potensi terjadi genangan air, banjir, pohon tumbang serta longsor cukup tinggi.

Warga Kota Padang, khususnya yang be­rada di daerah arah ke pantai memang sa­ngat khawatir ketika terjadi hujan lebat ber­durasi lama. Penduduk pada daerah-da­erah yang sering menjadi langganan banjir je­las saja merasa cemas seperti warga Lubuk Bua­ya, Siteba, Surau Gadang dan sebagai­nya.

Padang dan Pessel memang rawan banjir. Tang­gal 12 Juli lalu kedua daerah ini terendam se­telah terjadi hujan lebat. Di Pessel, ratusan ru­mah di beberapa nagari terendam banjir de­ngan ketinggian hingga satu meter. Se­mentara di Kota Padang, tiga RT di RW 07 Ke­lu­rahan Alai Parak Kopi Kecamatan Pa­dang Utara dan kawasan SMP 27 Padang te­ren­­dam banjir setinggi pinggang orang de­wa­sa.

Banjir di Kota Padang sebelumnya lebih parah lagi, banyak alat-alat rumah tangga penduduk yang rusak akibat terendam air.  Banjir bandang merusak puluhan hektare sawah, saluran irigasi jebol dan jalur saluran PDAM rusak. Bahkan dilaporkan banjir di Padang ini mengakibatkan empat orang meninggal dunia karena terbawa arus.

Selain karena hujan deras dalam durasi lama, bajir di Padang terjadi karena kondisi topografinya yang landai. Dataran rendah yang lebih landai menjadi sasaran berkum­pulnya air. Sementara hutan banyak yang gundul akibat penebangan, wilayah yang seharusnya menjadi daerah resapan air banyak tumbuh bangunan.

Tapi ya sudahlah. Pemerintah Daerah Kota Padang sudah berupaya untuk menga­tasi terjadinya banjir dengan memperbaiki sejumlah drainase. Dampaknya memang dapat kita rasakan, meski terjadi hujan lebat namun tidak serta merta terjadi banjir seperti yang kita alami sebelum-sebelumnya.

Masyarakat kita minta selalu waspada. Tak hanya waspada terhadap kemungkinan terjadinya banjir, tapi juga mewaspadai kemungkinan terjadinya longsor. Longsor setiap hujan lebat selalu mengancam pendu­duk yang berada pada wilayah perbukitan.

Peningkatan kewaspadaan memang sangat dibutuhkan saat cuaca ekstrem. Dengan waspada, meski musibah tak bisa kita hindarkan, namun dampaknya bisa kita minimalkan. Mudah-mudahan apa yang kita khawatirkan tidak terjadi. Hujan menjadi rahmat bagi kita semua.

Betapa tidak, warga yang berada di bagian timur atau utara Sumbar sejak beberapa bulan belakangan menjerit karena hujan tak turun. Bahkan peternak di Payakumbuh dan Limapuluh Kota kesulitan mendapatkan pakan. (*)


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis, 29 September 2016 - 02:39:59 WIB

    Waspadai Bahaya Topan La Nina

    Cuaca di Kota Padang dan beberapa wilayah lainnya di Sumatera Barat dalam be­berapa hari ini tidak stabil. Hujan disertai angin kencang atay yang sering disebut badai ter­jadi sewaktu-waktu. Seperti kemarin, hu­jan diserta.
  • Sabtu, 25 Juni 2016 - 06:44:57 WIB

    Waspadai Uang Palsu

    Jauh hari, Bank Indonesia sudah mengi­ngatkan masyarakat untuk mewaspadai peredaran uang palsu saat Ramadan dan Lebaran. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Barat Puji Atmoko mengatakan potensi peredaran uang palsu sa.
  • Jumat, 10 Juni 2016 - 03:19:17 WIB

    Waspadai Zat Berbahaya di Pabukoan

    Sudah lazim setiap bulan Puasa atau Ramadan banyak bermunculan pe­dagang pabukoan dadakan. Ada kolak, rumput laut, cendol dan sebagainya. Pemerintah kabupaten dan kota juga menyediakan tempat khusus bagi pedagang pabukoan in.
  • Kamis, 09 Juni 2016 - 03:15:20 WIB

    Waspadai Aksi Penipuan

    Aksi penipuan bisa terjadi di mana-mana. Pe­laku ada yang berkedok pegawai PLN, ber­­kedok petugas sensus penduduk, berke­dok sebagai polisi, petugas KPK dan seba­gai­nya..
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM