Pakan Ternak Susah Didapat


Sabtu, 15 Oktober 2016 - 00:35:29 WIB

Limapuluh Kota, Haluan — Memasuki bulan kelima musim kemarau di Limapuluh Kota menyebabkan peternak mulai kesulitan mendapatkan pakan ternak, terutama peternak tradisional.

“Sawah di boncah sajo lai koriang kini ko ma, apolai rumpuik nan ditanam dipa­dang rumpuik. Iko alah duo minggu rasonyo disabik, kini alun juo tumbuah lai,” ung­kap Dicak (30), salah seorang petani yang menyambi be­ternak di, Padangjoriang, Nagari Situjuah Gadang,

Pemilik ternak dua ekor sapi yang juga punya sedikit lahan rumput pakan ternak itu, merasa kewalahan dengan kondisi cuaca kemarau. “Apa­lagi sawah, rumput saja mulai sulit tumbuhnya, apa­lagi padi,” sebut ayah satu orang anak ini.

Hal yang sama dikeluh­kan Alek, 33, salah seorang peternak di Nagari Sungaikamuyang, Kecamatan Luak. “Jika dalam kondisi cuaca normal atau sering hujan, rumput cepat tumbuh setelah dibabat, tidak seperti saat kemarau ini.

Rasanya ingin kita men­co­ba beralih menggunakan pakan ternak olahan. Namun saya masih ragu, apakah akan menguntungkan,” sebutnya. Umumnya petani yang me­nyambi pekerjaan sebagai peternak sapi dihimpit beban kerja yang lumayan me­nyik­sa.

Betapa tidak, peternak kesulitan harus mencarikan hijauan setiap hari dengan waktu dan tenaga ekstra. Sehingga kekuatan petani beternak besar sejenis sapi hanya mampu memelihara satu atau dua ekor saja atau paling kuat sekitar 4 ekor saja.

Berbeda dengan, Des­wandi, salah seorang pe­ternak yang mulai mencoba pakan ternak olahan. Me­nurutnya saat musim kema­rau masih tetap bertahan dan tidak terlalu ketergantungan pada pakan hijauan. “Per­soalan utama peternak sapi saat ini di Limapuluh Kota adalah soal pakan.

Sebab pakan ternak me­ng­andalkan hijauan saja sa­ngat membutuhkan  lahan yang luas dan kerja ekstra peternak,” sebut Deswandi kepada bebe­rapa waktu lalu. Pola pemeliharaan yang di­kembangkan, Deswandi  dengan ternak sapi sekitar 15 ekor cukup efisien.

Meski tidak membu­tuh­kan padang gembala, sapi belasan ekor itu cukup dike­lola oleh satu orang peternak saja.Kepala Dinas Peternakan dan Kese­hatan Hewan Li­mapuluh Kota, Priyadi Bu­diman, sangat merespons pola pemeliharaan sapi yang dilakukan oleh peternak di Nagari Sungaikamuyang itu.

Menurutnya, saat ini pola pakan olahan tersebut me­mang tengah jadi tempat uji coba instansi yang dipim­pinya itu.”Kami apresiasi peternak di Nagari Sungai­kamuyang yang menggu­nakan pakan olahan

.Hanya saja dengan pola pakan olahan baiayanya akan sedikit lebih besar ketimbang penggunaan hijauan,” tambah Priyadi Budiman.Pakan ola­han yang tengah dikem­bang­kan itu, katanya, kini tengah dikaji dan di­pelajari. Selan­jutnnya akan dilakukan tes labor untuk kandungan nut­risi.

“Jika nanti kandungan nutrisi sesuai kebutuhan sapi dan biayanya murah, tentu bisa menjadi acuan peme­liharaan bagi para peternak di Limapuluh Kota. Bahan dasar pakan olahan batang jagung dan konsentrat serta bahan alami lainnya,” ujar Priyadi Budiman.

Lebih jauh terkait pro­duksi daging sapi, Priyadi Budiman menyebutkan, Li­ma­puluh Kota tercatat me­miliki populasi sapi sekitar 34 ribu ekor dan telah mampu memenuhi kebutuhan  di kabupaten hingga daerah  tetangga.

“Malahan kami secara berkala juga menjadi daerah sumber bibit sapi di Sumbar dan provinsi tetangga,” terang Priyadi Budiman. (h/rel)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]