Arcandra jadi Wamen ESDM


Sabtu, 15 Oktober 2016 - 01:57:39 WIB
Arcandra jadi  Wamen ESDM Wakil Menteri ESDM, Arcandra Tahar.

Presiden Jokowi berketetapan hati untuk kembali melantik Arcandra Tahar. Walau dikritik sana-sini, termasuk dari politikus partai pendukungnya, tak menggoyahkan niat Jokowi mengangkat Arcandra meski sebagai Wakil Menteri ESDM. Bagi Arcandra, amanah ini meluruskan niatnya untuk pulang ke Indonesia.

JAKARTA, HALUAN — Sempat me­nuai pro dan kontra, Presiden Jokowi, kembali melantik Ancandra Tahar, mendampingi Ignasius Jonan yang dipercaya Jokowi sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Meski dilantik sebagai Wakil Menteri (Wamen) ESDM, bagi Arcan­dra setidaknya meluruskan niatnya untuk pulang ke Indonesia.

“Seperti yang pernah saya ucapkan, semoga niat saya pulang diluruskan kembali. Di manapun ditetapkan dan ini adalah keputusan terbaik yang diambil oleh Pak Presiden dan saya siap mengabdi di mana pun dan kapan pun,” kata Arcandra kepada wartawan usai pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Jumat (14/10) seperti dilansir detik.com.

“Sekali lagi niat saya pulang dilu­ruskan dan konsekuensi sebagai orang Indonesia yang bersedia untuk pulang dan mengabdi untuk bangsa dan negara,” imbuhnya.

Arcandra pun siap bekerja­sama dengan Ignasius Jonan yang baru saja dilantik jadi Menteri ESDM. “Kita akan bekerjasama dalam revitalisasi bidang energi,” katanya.

Mereka berdua ternyata sudah bertemu sejak bulan lalu. Kedua­nya sudah menyusun program kerja bersama. “Ya sudah bertemu satu bulan yang lalu bicara secara umum,” kata Jonan di tempat yang sama.

Sebelumnya, Presiden Jokowi berharap pelantikan ini tidak ditarik ke isu personal dan politik.

“Ini isu manajemen, jangan ditarik ke isu personal atau po­litik. Ini isu manajemen,” ucap Presiden Jokowi.

Jokowi menyebut kedua figur yang dilantik ini sudah sangat dikenal publik. Jonan sebelumnya mantan Menteri Perhubungan, sementara Arcandra sebelumnya Menteri ESDM yang menjabat beberapa minggu.

“Saya yakin keduanya figur profesional yang tepat, yang berani yang punya kompetensi untuk melakukan reformasi besar-besaran di ESDM,” terang Jokowi.

Jokowi mengaku sangat yakin keduanya bisa menyelesaikan masalah-masalah yang ada di Kementerian ESDM. Jokowi juga mengakui bahwa Jonan dan Ar­candra adalah dua orang yang keras kepala. Tapi mereka sama-sama suka terjun ke lapangan.

“Saya yakin beliau berdua figur punya kompetensi meski keduanya keras kepala tapi suka terjun di lapangan dan ya tugas ini bukan tugas mudah, tapi saya yakin beliau berdua bisa selesai­kan masalah yang ada di ESDM dan jadi team work yang baik,” kata Jokowi.

Anggota Komisi VII Satya Widya Yudha berharap, Ignasius Jonan segera bergerak dan ber­koordinasi dengan jajaran eselon I di Kementerian ESDM sehingga bisa menjalankan tugas dengan baik.

“Segera menteri yang terpilih melakukan koordinasi dengan para eselon I dan saya yakin pasti akan bisa menjalankan tugas yang dibebankan,” kata Satya, di Kom­pleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/10).

Menurut dia, ada sejumlah pekerjaan rumah yang harus men­jadi perhatian utama Jonan. Pertama, masalah listrik, yang dianggapnya sangat krusial kare­na menjadi kebutuhan dasar rakyat. Kedua, pekerjaan rumah lainnya adalah memperhatikan kontrak-kontrak yang segera ha­bis, baik kontrak migas, mineral, maupun batubara.

Terakhir, Satya meminta agar segera dilaksanakan revisi harga gas.

Sebab, harga gas sangat meme­ngaruhi industri dan berdampak pada pertumbuhan ekonomi serta penerimaan pajak. “Itu menjadi PR-PR yang harus diperhatikan Jonan,” kata politisi Partai Golkar itu.

Usai dilantik, Ignatius Jonan dan Archandra Taharý langsung menyambangi Kantor Kemen­terian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Johan ditunjuk Jokowi menja­di Menteri ESDM dan posisi Wakil Menteri ESDM diduduki oleh Archandra.

Keduanya tiba di Kemente­rian ESDM sekitar pukul 14.00 WIB dengan menggunakan satu mobil Toyota Crown bernomor polisi RI 36.

Setelah turun dari mobil, keduanya terlihat ýsenang karena terus memberikan senyuman kepada awak media serta jajaran staf Kementerian ESDM.

“Saya ingin bertemu dengan eselon I (Kementerian ESDM),” ucap Jonan sembari tersenyum.

Setelah bertemu dengan para eselon I, Jonan dan Archandra keliling kantor Kementerian ESDM ditemani jajaran petinggiý dan staf.

Saat Kabinet Kerja dibentuk, Jokowi menunjuk Jonan yang merupakan mantan Direktur Uta­ma (Dirut) PT Kereta Api Indo­nesia (KAI) sebagai Menteri Perhu­bungan (Menhub). Namun, jabatan Menhub yang diemban Jonan tak berlangsung lama. Setelah sekitar 21 bulan me­mimpin Kemenhub, Pada 27 Juli 2016 Jonan digantikan Budi Karya Sumadi.

Ketika Jonan dicopot dari posisi Menhub, Arcandra masuk ke Kabinet Kerja sebagai Menteri ESDM menggantikan Sudirman Said. Masa jabatannya ternyata sangat singkat, yaitu hanya 20 hari.

Dilantik pada 27 Juni 2016, Arcandra lengser dari jabatannya pada 15 Agustus 2016 gara-gara terbelit masalah kewarganegaraan. Arcandra ternyata pernah meme­gang paspor Amerika Serikat yang membuatnya tidak memenuhi kualifikasi menjadi menteri. Pre­siden Joko Widodo pun member­hentikannya dengan hormat.

Saat Menkum HAM Yasonna Laoly mengukuhkan kembali kewarganegaraan Arcandra, isu dia kembali masuk kabinet pun menguat. Meski dikritik publik, Jokowi tetap mempertimbangkan Arcandra jadi menteri lagi.

Hingga akhirnya, Jokowi mem­berikan kursi wakil menteri untuk Arcandra. Pria asal Sum­a­tera Barat ini pun siap bekerja sama dengan Jonan yang meng­gantikan dirinya. (h/ald)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Rabu, 07 September 2016 - 13:51:46 WIB
    Menkumham: Saya Bisa Dipidana jika Arcandra Stateless

    Status WNI Arcandra tak Bisa Diganggu Gugat!

    Status WNI Arcandra tak Bisa Diganggu Gugat! Oleh karena itu, Yasonna memutuskan akan meneguhkan kewarganegaraan Arcandra. Peneguhan terhadap status kewarganegaraan Arcandra ini berdasarkan prinsip non-stateless atau tidak mengakui asas apatride dengan menggunakan Pasal.
  • Kamis, 18 Agustus 2016 - 13:15:46 WIB

    Arcandra Tak Tahu UU Indonesia

    Arcandra Tak Tahu UU Indonesia JAKARTA, HALUAN — Ke­men­terian Hukum dan HAM telah melakukan komunikasi langsung dengan mantan Men­teri Energi dan Sumber Daya Mineral Arcandra Tahar terkait kepemilikan paspor Amerika Serikat yang hanya bisa didapat d.
  • Senin, 15 Agustus 2016 - 21:24:02 WIB

    Menteri ESDM Arcandra Diberhentikan Presiden Joko Widodo

    Menteri ESDM Arcandra Diberhentikan Presiden Joko Widodo JAKARTA, HALUAN--Setelah beredarnya isu kewarganegaraan Menteri ESDM Arcandra Tahar, Presiden Joko Widodo mengambil langkah dengan memberhentikan Arcandra..
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]