BAGIAN SATU: Rajo Lelo, Pewaris Terakhir Tuah Penakluk Harimau


Sabtu, 15 Oktober 2016 - 23:06:17 WIB
BAGIAN SATU: Rajo Lelo, Pewaris Terakhir Tuah Penakluk Harimau Rajo Lelo
Lahir 11 Januari 1933, Syamsir Rajo Lelo, adalah satu-satunya pawang harimau yang hidup dan bertahan di Kota Padang. Pria tua yang hanya mengecap pendidikan formal sampai jenjang kelas II Sekolah Rakyat (SR) itu, juga merupakan pewaris terakhir ilmu pikek harimau yang dimiliki secara turun temurun. Meski telah uzur, jangan bayangkan Rajo Lelo seorang lelaki renta, dan berjalan dengan bantuan tongkat, atau lelaki renta nan bisanya hanya duduk di kursi roda. Rajo Lelo adalah lelaki kuat. Jalannya mantap, bicaranya cakap. Telinganya pun masih bisa menangkap pembicaraan dengan jelas. Pola hidup berkeringat yang dijalani, betul-betul membuatnya bugar. Di tangannya, tak kurang sudah 30 harimau takluk. Bukan dijerat mati, tapi ditangkap hidup-hidup.

Cukup pelik awalnya meminta Rajo Lelo mengingat memori hidupnya. Memaparkan lagi kepada penulis, bagaimana akhirnya dia mamutuih kaji lalu memilih hidup jadi pamikek harimau. “Masa lalu. Apa yang saya kerjakan itu cuma pembayar hutang dari perjanjian lama. Perjanjian antara manusia dan bangsa inyiak,” paparnya. Namun, setelah diajak bicara agak lama, hampir setengah jam, Rajo Lelo membuka kisah untuk dirawikan kembali. “Saya hanya berharap, semuanya bisa jadi amalan. Semuanya bukan untuk gagah-gagahan. Saya tidak mencari nama,” ungkapnya memulai cerita.

Menempa Iilmu di Pesantren Syech Burhanuddin

Baca Juga : Hakikat Pendidikan

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]