TNI Penjaga Perbatasan Ikut Mengajar


Senin, 17 Oktober 2016 - 00:38:51 WIB

JAYAPURA, HALUAN — Pasukan Satuan Tugas Penga­manan Perbatasan Indonesia-PNG Markas Besar TNI yang juga Batalion Infantri 407-Padmakusuma ikut mengajar di SMP Negeri Erambu, Distrik Sota, Kabupaten Me­rauke, yang tak jauh dari perbatasan Indonesia-PNG.

Komandan Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan In­do­nesia-PNG Markas Besar TNI, Letnan Kolonel Infantri Abi Kusnianto, ketika dihu­bungi dari Kota Jayapura, Papua, Minggu, mengatakan, personelnya di Pos Kotis Kaliwanggo ikut membantu SMP Negeri Erambu dengan menjadi guru bantu.

“SMP Negeri Erambu merupakan sekolah di Kam­pung Erambu, Distrik Sota, dimana para siswanya berasal dari dua kampung, yaitu Kampung Erambu dan Toray dan masih kekurangan tenaga pengajar atau guru,”katanya.

Selain melaksanakan tu­gas pokok menjaga garis perbatasan negara, Satuan Tugas Pengamanan Per­ba­ta­san Indonesia-PNG Markas Besar TNI/Batalion Infantri 407-PK juga membantu war­ga setempat dengan menjadi guru bantu bagi sekolah-sekolah yang kekurangan tenaga pengajar di wilayah yang menjadi tanggung jawab masing-masing pos.

“Kami akan berupaya mengerahkan personel yang memiliki kemampuan di bi­dang pendidikan untuk men­jadi tenaga pengajar. Menjadi guru bantu ini sebenarnya sudah kami siapkan sejak masih di satuan,” katanya.

“Personil kami dibekali penataran dari Dinas Pen­didikan maupun dari yayasan pendidikan pada saat penyia­pan, namun karena ada be­be­rapa tugas secara ber­sa­maan, pelaksanaan di la­pang­an kami lakukan secara ber­gantian,”katanya.

Di SMP Negeri Erambu, kata dia, materi Ilmu Pene­tahuan Sosial dan baris-berbaris menjadi tanggung jawab dari anggota satuan tugas yang dia pimpin, se­bagai guru bantu.

“Pelajaran yang di­beri­kan selama satu minggu sebanyak tiga kali pertemuan. Para siswa-siswi ini canggung dan terkesan malu-malu waktu pertama kali personel datang mem­berikan pelajaran, na­mun seiring berjalan waktu dan kami kasih pengertian, me­reka mengikuti pelajaran dengan antusias dan penuh semangat,” kata Kusnianto.

Serka Sasmito, salah satu personel guru bantu mem­be­narkan, ada beberapa peri­la­ku siswa-siswi yang masih terkesan acuh dan tidak me­m­­perhatikan pelajaran yang diberikan karena asyik cerita.

“Tapi itulah yang menjadi tantangan bisa mengubah menjadi lebih baik. Sebagai tenaga guru bantu, kami akan berupaya menjadikan para siswa-siswi ini menjadi yang terbaik. Memang banyak kekurangan dan keterbatasan namun dengan semangat serta kemauan, kami pasti bisa,” katanya. (h/ant)


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM