Kepedulian Orangtua


Senin, 17 Oktober 2016 - 00:51:27 WIB

Pemuda/pelajar adalah harapan orang­­tua, keluarga dan bangsa. Mereka seharusnya menjadi kebanggaan orangtua, keluarga dan masyarakat. Setiap orangtua pastilah menginginkan anak-anak mereka sukses, terutama dalam bi­dang pen­di­dikan. Karena itu, orangtua me­nye­rahkan anak-anak mereka ke bang­ku se­ko­lah.

Tapi sayang, tak semua anak bisa mem­bang­gakan orangtua. Disuruh sekolah, dia bermain dan bolos. Kemudian juga bertindak tak seperti layaknya seorang pelajar.

Kita merasa miris mendengar berita adanya tawuran pejajar,  merokok dan main di warnet pada jam sekolah. Tapi itulah kenyataannya. Kondisi tersebut terjadi pada sejumlah pelajar di Kota Padang. Mirisnya lagi, mereka masih pelajar tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Satuan Polisi Pamong Praja (satpol PP) Ko­ta Padang Sabtu (15/10) lalu mengamankan 51 pelajar yang didominasi pelajar SMP. Mereka diamankan di Dimension Billiard, Jalan H Agus Salim setelah petugas menda­pat­­kan laporan dari masyarakat terkait se­ring­nya para pelajar berada di tempat ter­se­but saat masih menge­nakan seragam se­kol­ah.

“Kami mendapati laporan masyarakat yang resah dengan para pelajar di tempat biliar tersebut. Setelah itu, kami menga­mankan pelajar tersebut,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kasatpol PP Kota Padang, Eddy Asri kepada Haluan.

Menurut informasi, di antara pelajar ter­sebut ada yang mengisap rokok elektrik dari pi­pa (shisha). Parahnya lagi, beberapa pelajar mem­bawa senjata tajam jenis gear yang di­sam­bungkan ke ikat pinggang dan juga go­lok. Tindakan-tindakan sudah mengarah kepada kenakalan remaja. Mereka mengisap rokok elektrik dan  tentunya dikhawatirkan menjadi kecanduan.

Kemudian ada pula yang membawa senjata tajam. Padahal yang dibutuhkan seorang pelajar adalah buku, pena dan alat-alat kelengkapan sekolah lainnya. Untuk apa mereka membawa senjata tajam, tentunya untuk membela diri atau menyerang lawan.

Sebelumnya, tepatnya Selasa (4/10) Sapol PP Kota Padang juga mendapati 23 pejajar bermain game online di beberapa warung internet (warnet) di kawasan Pasar Baru, Kecamatan Pauh, Kota Padang dan Kampung Kalawi, Kecamatan Kuranji. Anak sekolah yang gentayangan di luar inilah antara lain penyebab terjadinya tawuran pelajar. Apalagi ada yang membawa senjata tajam, membuat mereka mudah tersulut emosi.

Hal-hal yang merusak wajah pendidikan Kota Padang ini harus dicegah. Sekolah-sekolah harus menegakkan disiplin. Jika ada di antaranya yang tidak masuk belajar harus diambil tindakan. Komunikasi antara guru dengan orangtua siswa harus terjalin untuk memudahkan kontrol terhadap siswa. Sementara bagi orangtua tentunya tidak cukup hanya menyerahkan pendidikan kepada guru di sekolah.

Meski anak sudah diserahkan ke sekolah, orang­tua harus tetap mengontrol mereka. Salah satu caranya yaitu dengan komunikasi de­ngan guru hingga kita tahu apakah anak ini pergi sekolah atau mencari kegiatan lain di luar. Harus diakui, sekarang ini banyak orangtua yang kurang memperhatikan anak mereka karena sibuk memikirkan urusan ekonomi mereka. Menyerahkan anak ke sekolah belumlah cukup. Orangtua harus memberikan ma­sukan-masukan terhadap anak di rumah, terutama menanamkan nilai–nilai agama sejak dini. (*)


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM