PENUMPANG MENINGGAL DALAM PESAWAT

Pilot Garuda Diduga Salahi Prosedur


Senin, 17 Oktober 2016 - 01:51:39 WIB

JAKARTA, HALUAN —  Pilot Garuda Indonesia GA 716 rute Jakarta - Melbourne yang terbang pada Jumat (14/10) diduga menyalahi prosedur penerbangan. Anggapan itu muncul lantaran pilot tidak melakukan upaya pendaratan di bandara terdekat ketika ada salah seorang penumpang bernama Lukmanto mengalami sakit dalam perjalanan. Lukmanto akhirnya meninggal di dalam pesawat.

Dugaan tersebut diungkap anggota Ombudsman RI, Al­vin Lie. Ia mengaku mendapat informasi dari salah seorang koleganya yang turut serta dalam penerbangan itu.

Alvin memaparkan, pe­sawat itu tinggal landas sekitar pukul 23.00 WIB dari Bandar Udara Soekarno Hatta, Cengkareng.

“Saya diceritakan teman saya sekitar satu jam setelah pesawat mendarat di Mel­bour­ne. Dia menghubungi saya,” ujar Alvin saat dihu­bungi, Minggu (16/10) se­perti dilansir kompas.com.

Alvin menjelaskan, ber­da­sarkan penuturan kole­ganya itu, setelah satu jam pesawat tinggal landas, ada salah seorang penumpang yang mengalami sakit.

Pilot kemudian me­nge­luarkan pengumuman untuk menanyakan adakah pe­numpang yang berprofesi sebagai tenaga medis. Se­orang penumpang yang sa­kit itu juga dibawa ke bagian belakang pesawat.

“Namun (pengumuman itu), tidak ada yang me­res­pons. mungkin memang tidak ada dokter dalam pe­ner­bangan itu. Pe­ngu­mu­man itu terus diulang be­berapa kali setiap tiga me­nit,” kata dia.

Alvin melanjutkan, pe­sawat terus melanjutkan pe­ner­bangan menuju Mel­bour­ne. Hingga tiba di kota ter­sebut, Sabtu (15/10), se­kitar pukul 09.10 waktu setempat. Setelah itu, penumpang tidak diper­bolehkan turun. Ada ke­po­lisian dan petugas medis ban­dara masuk ke dalam pesawat untuk mengecek kondisi pe­num­pang yang sakit tersebut.

Namun, kata Alvin, pe­numpang tersebut telah me­n­inggal. Alvin menya­yang­kan keputusan pilot yang terus melanjutkan per­jalanan ke Melbourne ketika tak ada kepastian bahwa tidak ada seorang dokter yang me­numpang pesawat tersebut.

Vice President Corporate Communications Garuda In­donesia, Benny S Butarbutar mengatakan, me­ny­ela­mat­kan seseorang yang kritis merupakan tugas sekaligus panggilan bagi siapapun, termasuk pilot.

“Tidak benar bahwa Ga­ruda Indonesia mengabaikan pendaratan darurat untuk menyelamatkan pen­um­pang­­­nya yang sedang me­ngalami kondisi kritis di pesawat/dalam penerbangan Jakarta-Melbourne, namun karena kondisinya sudah sangat kritis dan berpulang dengan cepat,” kata Benny melalui pesan tertulisnya, Minggu (16/10).

Ia menjelaskan, pesawat tersebut lepas landas dari Bandara Soekarno Hatta pada pukul 22.30 WIB. Se­kitar satu jam berselang, penumpang bernama Luk­man Susanto (66) pergi ke kamar kecil, kemudian me­nge­luh sakit di bagian dada dan sesak nafas.

Istri penumpang, Lynna Jusuf, kemudian menyam­paikan informasi kepada awak kabin dan meminta diberikan bantuan oksigen kepada suaminya.

Awak kabin segera mela­porkan situasi ini kepada Pilot in Command (PIC) yang kemudian mengu­mum­kan kepada seluruh penum­pang apabila ada dokter atau tenaga medis yang bera­da pada penerbangan ter­sebut untuk membantu. “Saat itu, hanya ada satu penumpang yang berprofesi sebagai pera­wat dan bersedia mem­ban­tu,” kata dia.

Pihaknya juga mem­be­rikan pertolongan berupa oksigen kepada Lukman lalu memindahkannya ke kursi lain agar tubuhnya dapat di­rebahkan. Sehingga, Lukm­an dapat beristirahat.

Penumpang perawat tadi kemudian membantu me­me­riksa Lukman dan mem­beri­kan obat pribadi yang ter­nyata juga dibawa pe­numpang ter­sebut. “Penum­pang (Lukman) kemudian menyatakan merasa lebih baik dan mengatakan ‘feel better’, sehingga tidak me­lanjutkan penggunaan ok­sigen,” kata dia.

Sekitar satu jam ke­mu­dian, awak kabin yang ber­tugas mendampingi pe­num­pang tersebut me­nyam­pai­kan bahwa kondisi pe­num­pang memburuk. Melihat situasi tersebut, perawat segera mem­berikan bantuan pernapasan kepada penumpang.

Menurut Benny, pihak­nya telah menjalankan se­luruh prosedur penanganan penumpang, baik selama penerbangan maupun se­telah mendarat, sesuai de­ngan SOP dan ketentuan yang berlaku. (h/ald)


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Selasa, 24 Maret 2020 - 07:30:01 WIB

    Pilotnya Meninggal Diduga Terpapar Corona? Ini Penjelasan Lion Air

    Pilotnya Meninggal Diduga Terpapar Corona? Ini Penjelasan Lion Air JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -- Seorang pria yang diduga adalah pilot Lion Air yang habis menjalankan tugas penerbangan menuju Malaysia, kemudian meninggal dunia dalam perawatan medis di RS Eka Hospital, Tangerang, Banten. Pilot.
  • Rabu, 01 Januari 2020 - 08:55:54 WIB

    Blak-blakan Asmara Pramugari dengan Pilot dan Para Bos di Garuda Indonesia

    Blak-blakan Asmara Pramugari dengan Pilot dan Para Bos di Garuda Indonesia JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Garuda Indonesia sedang jadi buah bibir. Bukan soal kinerja perusahaan, melainkan kasus penyelundupan Harley Davidson dan sepeda Brompton yang diangkut dengan pesawat Garuda hingga kabar miring ked.
  • Kamis, 21 November 2019 - 13:56:18 WIB

    Kopilot Gantung Diri, Wings Air malah Salahkan Korban

    Kopilot Gantung Diri, Wings Air malah Salahkan Korban NASIONAL, HARIANHALUAN.COM  -- Nicolaus Anjar Aji Suryo Putro (29), kopilot pesawat maskapai Wings Air, tewas gantung diri di rumah kontrakan Jalan Rawa Lele, Gang Melati I RT7/RW10, Kelurahan Kalideres, Kecamatan Kalideres,.
  • Senin, 19 Desember 2016 - 01:21:51 WIB
    HERCULES JATUH DI WAMENA

    Pelatihan Jadi Kapten Pilot Dihentikan Sementara

    JAKARTA, HALUAN — Wa­kil Kepala Staf TNI Angkatan Udara (Wakasau), Marsekal Madya TNI Hadiyan Suminta Atmadja, mengatakan, pelatihan peningkatan kualifikasi pener­bang di Bandara Wamena, Papua, dihentikan sementara..
  • Rabu, 11 Mei 2016 - 04:05:35 WIB
    Ratusan Penumpang Telantar

    Pilot Lion Air Mogok

    Pilot Lion Air Mogok BADUNG, HALUAN — Akibat aksi mogok yang dilakukan sejumlah pilot Lion Air di Bandara Ngurah Rai, Badung, Bali, membuat ratusan calon penumpang sempat terlantar di bandara Ngurah Rai Bali. Namun akhirnya menjelang sore hari,.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM