SEBELUMNYA TINGGAL DI RUMAH PRIBADI

Gubernur Tempati Rumah Dinas


Senin, 17 Oktober 2016 - 01:58:25 WIB
Gubernur Tempati Rumah Dinas GUBERNUR Sumbar Irwan Prayitno menerima kunci rumah dinasnya dari Sekdaprov Ali Asmar, Minggu (16/10).

PADANG, HALUAN —Guber­nur Sumbar Irwan Prayitno, Minggu (16/10) siang akhirnya menempati rumah dinasnya. Ia baru bisa menempati rumah dinas ini pada periode kedua menjadi gubernur, sebelumnya ia memilih untuk tinggal di rumah pribadinya di kawasan Lubuk Kilangan Padang.

Rumah dinas gubernur seni­lai Rp15,9 miliar ini mulai dikerjakan secara total sejak September 2015 dan baru bisa ditempati pada Minggu 16 Oktober 2016.

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno mengatakan, selama tinggal di rumah pribadi, yang menjadi kendala terkait efek­tifitas waktu, terutama di luar jam kerja dan malam hari. “Gubernur kan kerja selama 24 jam. Yang menjadi kendala selama tinggal di rumah pribadi, kadang-kadang ketepatan waktu di lokasi acara terutama pada malam hari. Kita tidak bisa cepat sampai ke lokasi karena jaraknya jauh,” ungkapnya di sela-sela acara memasuki rumah dinas baru di Jalan Sudirman Kota Padang, Minggu (16/10) siang.

Menurut Gubernur Irwan Pra­yitno, menyangkut urusan peme­rin­tahan selama jam kerja, bisa diselesaikan dengan baik. Ter­lebih setelah rumah dinas yang baru selesai dan ditempati, akan dapat memperlancar pelayanan kepada masyarakat dan koordinasi pemerintahan.

“Setelah tinggal di sini urusan pemerintahan lebih cepat dan mudah. Kita bisa menerima SKPD dan masyarakat yang kemudian kita tindaklanjuti dengan kegia­tan seperti rapat,” ujarnya.

Ia juga mengatakan, awalnya pembangunan rumah dinas terse­but telah dianggarkan pada tahun 2010, tapi karena saat itu banyak rumah masyarakat Sumbar yang mengalami kerusakan akibat gempa, begitu juga dengan ge­dung pemerintahan dan infra­struktur lainnya, maka ia memba­talkan pembangunan rumah dinas gubernur.

“Saya membatalkannya di tahun 2010 itu, karena lebih penting  membangun kembali rumah penduduk yang menga­lami kerusakan akibat gempa dan infrastruktur lainnya. Sampai akhirnya semuanya yang rusak itu diperbaiki dan dibangun kembali, barulah untuk pembangunan rumah dinas ini dilakukan dengan dianggarkannya pada akhir tahun 2015,” ujarnya.

Menurutnya, rumah dinas lama Gubernur Sumbar yang telah berusia lebih dari 40 tahun itu tidak layak lagi digunakan. Na­mun dengan berbagai pertimba­ngannya, ia memprioritaskan pembangunan rumah masyarakat dan fasilitas infrastruktur di Sumbar lainya dapat selesai ter­lebih dahulu.

Meski bangunannya dire­ha­bilitasi total, desainnya tidak menghilangkan struktur arsitek­tur lama sebagai pertanda bangu­nan itu bangunan lama yang dimo­dernisasi. Rumah dinas gubernur ini dikerjakan dalam dua tahap. Tahap I dianggarkan tahun 2015 sebesar Rp1,5 miliar, dan tahap II tahun 2016 dengan anggaran diperkirakan mencapai 12 miliar.

Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar, Ali Asmar dalam lapo­rannya menyebutkan, rumah di­nas tersebut dengan arsitektur kolonial karena disesuaikan de­ngan astitektur gedung audito­rium. Rumah dinas ini mempu­nyai luas lantai bangunan 1054 m2, terdiri dari rumah induk seluas 890 m2, garase 151 m2 dan pos jaga 13 m2.

“Perencanaan untuk mem­bangun rumah dinas ini telah ada sejak tahun 2010, namun karena keinginan gubernur menyelesai­kan pembangunan rumah mas­yarakat dan perkantoran serta fasilitas publik yang  waktu itu banyak mengalami kerusakan akibat gempa di tahun 2009, maka pembangunannya baru mulai dilaksanakan di tahun 2015 dan 2016. Pembangu­nan­nya memakan biaya Rp11,4 mi­liar yang bersumber dari APBD Provinsi Sumbar baru,” ujarnya.

Ia menjelaskan, rumah dinas lama tidak layak lagi sebenarnya untuk ditempati. Tidak hanya karena usianya yang telah pulu­han tahun, tapi juga ada beberapa kerusakan akibat gempa. Diba­ngunnya rumah dinas gubernur juga  harapan dari pegawai-pega­wai yang ada di lingkungan Pem­prov Sumbar dan masyarakat Sumbar agar gubernur mempu­nyai rumah yang representatif.

“Selama menjadi gubernur di periode pertamanya, Gubernur Irwan Prayitno tinggal di rumah dinas lama yang sangatlah tak layak lagi digunakan. Namun karena beliau pemimpin masya­rakat, beliau masih menempati rumah itu. Lalu setelah dilantik pada Februari lalu, telah 9 bulan beliau dan keluarga tinggal di rumah pribadinya. Kami meminta maaf karena saat itu belum bisa menyiapkan rumah dinas untuk gubernur,” ungkapnya. (h/adv)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]