Angka Kematian Ibu Melahirkan Masih Tinggi


Selasa, 18 Oktober 2016 - 01:06:06 WIB

AROSUKA, HALUAN — Angka Kematian Ibu (AKI) melahirkan di Kabupaten Solok mengalami peningkatan dari tahun sebelumya yang hanya tujuh orang.

Tahun 2016 ini, data dari bulan Januari hingga Sep­tember 2016 tercatat 10 orang ibu yang meninggal saat mela­hirkan. Kendati jumlah ke­matian ibu melahirkan meng­alami peningkatan, namun jumlah bayi yang meninggal saat ibu melahirkan justru mengalami penurunan.

“Tahun 2015, bayi me­ninggal tercatat sebanyak 57 orang. Sedangkan pada tahun 2016 ini, per Januari hingga September tercatat 29 bayi yang meninggal,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Solok, Mirsal didampingi Ke­pa­la Bidang Pelayanan Kese­hatan, Aida Herlina, di Aro­suka.

Pihaknya menyebutkan, hampir 90 persen penyebab kematian ibu terjadi pada saat persalinan dan setelah per­salinan. Sementara itu, risiko kematian ibu juga makin tinggi akibat adanya faktor keter­lambatan persalinan, yang menjadi penyebab tidak lang­sung kematian ibu.

“Ada tiga risiko keterlam­batan, yaitu terlambat meng­ambil keputusan untuk dirujuk (termasuk terlambat mengenali tanda bahaya), terlambat sam­pai di fasilitas kesehatan pada saat keadaan darurat, dan terlambat memperoleh pelaya­nan yang memadai oleh tenaga kesehatan,” jelas Mirsal.

Sementara untuk bayi, kata Mirsal, dua pertiga kemati­an terjadi pada masa neonatal (28 hari pertama kehidupan). Penyebabnya terbanyak adalah bayi berat lahir rendah dan prematuritas, asfiksia (kegaga­lan bernapas spontan) dan infeksi. Ditambah akibat terja­dinya pendarahan saat proses persalinan, menjalani per­salinan dengan memakai jasa dukun beranak yang belum dilatih sehingga belum me­miliki kompetensi untuk mem­bantu proses persalinan. Se­hingga saat terjadi pendarahan pada sang ibu, saat proses persalinan yang sangat mem­bahayakan keselamatan, dukun beranak atau anggota keluarga terlambat membawanya ke petugas kesehatan.

Lantaran itu, guna meng­antisipasi dan mencegah be­rtam­bahnya angka kematian ibu melahirkan, Dinas Kese­hatan terus memberi penyulu­han kesehatan bagi ibu hamil dan anak melalui tenaga kese­hatan setempat seperti dokter dan bidan desa dan lainnya. Hal ini agar ibu hamil senantiasa memeriksakan kesehatan kan­dunganya secara rutin ke Pos­yandu Nagari.

Dan saat persalinan tiba, hendaknya dibantu petugas bidan atau dokter agar proses persalinanya bisa berjalan aman dan lancar, tanpa terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.  Sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 14 Tahun 2012, yang boleh melakukan proses persa­linan bagi ibu hamil adalah dokter spesialis kandungan, dokter umum dan bidan yang sudah memiliki kompetensi menolong proses persalinan.

Selain itu kata dia, dokter spesialis kandungan atau dokter umum dan juga bidan, selain memiliki kompetensi untuk menolong persalinan ibu de­ngan bayinya, juga memiliki peralatan yang memadai. Se­men­tara dukun beranak kata­nya, selain banyak yang tidak memiliki kompetensi meno­long sebuah proses persalinan, dan melakukannya dengan cara tradisional saja, juga tak me­miliki peralatan yang memadai untuk membantu proses per­salinan.

Keberadaan dukun beranak di Kabupaten Solok sendiri, kata dia, saat ini berjumlah 168 orang tersebar di berbagai nagari. Umumnya banyak bera­da di daerah-daerah pinggiran atau terisolir. (h/ndi/hel)


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM