Produksi Padi Sawahlunto Meningkat


Selasa, 18 Oktober 2016 - 01:07:46 WIB

SAWAHLUNTO, HALUAN — Keberhasilan Pemerintah Kota Sawahlunto dalam meningkatkan produksi padi hingga 10,24 persen, berbuah penghargaan dari pemerintah sebagai kota/kabupaten yang berhasil meningkatkan produksi beras di atas lima persen di tahun 2015.

Penghargaan itu langsung diserahkan oleh Gubernur Sumatra Barat, Irwan Pra­yitno pada perayaan Hari Pangan Sedunia (HPS) ting­kat Sumbar 2016 yang ber­langsung di Kota Solok , Kamis (13/10) lalu.

Selain itu, Walikota Ali Yusuf juga menerima peng­hargaan terbaik II sebagai pembina ketahan pangan dan peringkat I penyuluh pen­damping atas nama Dedi Kusmiadi yang berhasil mem­bina WKP Desa Talawi Mudik.

“Keberhasilan yang kita raih tidak terlepas dari upaya semua pihak, terutama da­lam upaya mencari solusi atas keternatasan lahan dan irigasi dalam meningkatkan pro­duksi panen padi ma­syarakat, salah satunya dengan me­ngembangkan bibit varietas unggul lokal Padi Gadang Rumpun yang produksinya bisa mencapai diatas 8 ton per hektare,” kata Ali Yusuf.

Benih Padi Gadang Rum­pun, sebutnya, sebagai benih varietas lokal Sawahlunto merupakan  salah satu keber­hasilan dalam percepatan swasembada pangan di kota ini, di samping beberapa kegiatan optimasi lahan dan perbaikan irigasi.

Penggunaan bibit Padi Gadang Rumpun dirasa nyata telah mampu mening­kat­kan produksi beras warga, dengan persentase sebesar 10 persen hasil gabah  kering giling.

Ditambahkan bapak tiga anak itu, saat ini sudah ba­nyak petani yang bera­lih menggunakan benih Gadang Rumpun. Setidaknya sudah ada 100 hektare la­han per­sawahan milik masyarakat yang ditanami dengan Padi Gadang Rumpun. Bahkan di Desa Rantih, Kecamatan Talawi, kelompok tani yang ada sepakat untuk beralih menggunakan Padi Gadang Rumpun.

Melihat hasil dan ke­unggulan varietas lokal itu, Pemerintah Kota Sawahlunto berupaya menjadikan varietas Gadang Rumpun ini sebagai salah satu bibit unggul nasio­nal dengan mengupayakan legalitas dari Ke­men­teri­an Pertanian RI.

Kabid Tanaman Pangan dan Holtikultura Dinas Per­ta­nian dan Kehutanan Sa­wah­lunto, Heni Pur­wa­ning­sih kepada Haluan menye­butkan, pada 2014 hasil gabah kering giling berkisar 15,116 ton. Sedangkan tahun 2015 su­dah mencapai angka 16,651 ton. “Hasil itu sangat kontras dengan jumlah luas areal persawahan yang ada saat ini yang terus me­ngalami pe­nyusutan. Dimana pa­da 20­13, luas sawah di kota ini 1.770 hektare, dan ber­kurang pada tahun 2014 yakni men­jadi 1.6­80 hek­tare,” sebut Heni.

Heni menambahkan, khu­sus untuk varietas padi ga­dang rumpun telah dilakukan beberapa tahap uji coba, seperti adaptasi musim tahun 2013 lalu.

Setelah lulus uji adaptasi musim, selanjutnya uji ta­hapan mutu dan keta­hanan terhadap hama pe­nyakit dan penyakit lainnya.

“Selangkah lagi, setelah uji mutu dan ketahanan pa­ngan, maka varietas lokal Sawahlunto ini akan menjadi varietas benih padi ung­gul nasional yang diha­rap­kan akan mampu men­dong­krak hasil panen masyarakat se­kaligus untuk memenuhi kebutuhan pangan akan be­ras ditengah penyusutan areal persawahan seperti yang terjadi saat sekarang ini,” ungkapnya. (h/mg-rki/hel)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]