Seni Mural Mulai Mendapat Tempat


Selasa, 18 Oktober 2016 - 01:09:23 WIB
Seni Mural Mulai Mendapat Tempat Dua seniman muda menuangkan seni mural di dinding. (FADIL)

SAWAHLUNTO, HALUAN — Alam takambang jadi guru, falsafah itu benar-benar terasa bagi seorang Sukri Rahmat. Lajang kelahiran Sawahlunto, 20 November 1996 lalu itu, justru mengembangkan seni mural, dengan hanya belajar dari you­tube.

Bak lepas dari sumbatan, Sukri bersama rekan senimannya Rizaldi Rizky, kini bisa me­nuangkan karya mereka, ketika mendapatkan tawaran dari Wali­kota Sawahlunto, Ali Yusuf, pekan lalu.

“Alhamdulillah, Bapak Ali Yusuf mau memberikan kesem­patan untuk kami menampilkan karya, yang dituangkan di tiga petak dinding,” ujar Sukri ber­sama Rizky.

Kedua seniman muda itu sangat senang diberikan kesem­patan untuk menuangkan seni muralnya dengan tema ‘Sawah­lunto dan Semangat Pemim­pinnya’ itu, pertengahan pekan lalu.

Selama ini, Sukri dan Rizky mengaku hanya bisa menu­angkan kreasi seni mural yang mereka miliki secara liar, tanpa izin dan persetujuan dari masya­rakat maupun pemerintah. Kare­na itulah, ketika mendapatkan kesempatan dan tawaran dari Walikota Ali Yusuf, Sukri dan Rizky langsung menerima dan tidak menyia-nyiakannya.

“Selama ini kami hanya bisa berkreasi secara liar memang. Namun, hasil karya kami tampak tetap dinikmati masyarakat maupun pemerintah. Sebab, karya yang dihasilkan tidak dihapus masyarakat,” ujar Sukri dan Rizky.

Sukri sendiri mengaku mem­pelajari seni mural melalui internet secara otodidak. Semen­jak mengenal seni mural, secara perlahan Sukri mulai menuang­kannya ke beberapa dinding. Mulai dari dinding rumah, hing­ga dinding-dinding di ruang terbuka.

Sedikit berbeda dengan Suk­ri, Rizky justru termotivasi mengembangkan seni mural dari bangku kuliah. Melalui jurusan Pendidikan Seni Rupa, pria yang kini duduk di semester lima itu, berkeinginan mengembangkan seni mural di Sawahlunto.

Menurut kedua seniman muda itu, di Sawahlunto sendiri begitu banyak seniman muda, khususnya seni mural. Hanya saja, para seniman muda itu masih terkesan takut-takut untuk menuangkan kreasi dan seni yang mereka miliki.

Kini Sukri dan Rizky berke­inginan mendirikan komunitas seni mural, guna menyalurkan kemampuan dan potensi yang dimiliki, sehingga dapat dinik­mati masyarakat. Di kota-kota besar, layaknya Bandung, Ja­karta, Jogja, mural sudah menda­patkan tempat dan dikem­bang­kan.

“Kami akan berusaha mem­bangun wadah komunitas, untuk menghimpun seniman yang mural yang ada di Sawah­lunto. Mengembangkan seni, mendu­kung sektor pariwisata Sawah­lunto,” ujar Sukri dan Rizky.

Walikota Sawahlunto, Ali Yusuf memberikan penawaran terhadap kedua seniman muda itu mengatakan, semua masya­rakat memiliki potensi untuk mendukung pembangunan Sa­wahlunto ke depan.

­Dukungan terhadap pem­bangunan, dapat dilakukan di berbagai bidang, termasuk pela­ku seni, yang memiliki tempat dalam mendukung pengem­bangan pariwisata kota. Mural sendiri, dapat dikembangkan untuk mendukung pariwisata.

“Mural dapat hadir di setiap sisi-sisi kota, dengan beragam tema, yang mampu menjadi daya tarik mata dan motivasi bagi wisatawan untuk datang dan kembali berkunjung ke Sawah­lunto,” katanya.

Namun demikian, Ali Yusuf, juga melihat setiap seni yang ada untuk berkembang dan berpo­tensi menjadi ekonomi pelaku­nya. Salah satu kesempatannya dengan meng­gelar iven seni terkait di Sawahlunto. (h/dil)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]