Penyempurnaan Ranperda Nagari Libatkan Peneliti


Selasa, 18 Oktober 2016 - 01:46:52 WIB

AGAM, HALUAN — Pemerintah Kabupaten Agam mengadakan rapat penjelasan naskah akademis yang telah disusun oleh tim peneliti di aula Kantor Bupati setempat, Senin (17/10). Hasilnya nanti bertujuan untuk meyempurnakan Ranperda Nagari.

Rapat dipimpin langsung Wakil Bupati Agam Trinda Far­han Satria, didampingi Plt. Sekda Martias Wanto, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Nagari, Welfizar dan Ketua Tim Peneliti Naskah Ama­demis, Fahmi.

Dalam kesempatan itu, Trinda Farhan mengatakan, keberadaan Ranperda nagari sangat ideal dalam mendorong strategis dalam pengimplementasian visi misi pemerintah yang tertuang dalam RPJP. Dikatakannya, pemerintah telah mempermudah melalui dinas terkait semua data dalam proses pembuatan Ranperda nagari.

Dikatakannya, dengan apa yang sudah dilakukan sebelumnya, serta komitmen pemerintah, me­lalui kemudahan data, Pemkab Agam berharap hasil optimal dalam naskah akademis. Ia berharap pada November nanti naskah akademis ini sudah sampai ke DPRD.

“Kami sangat menginginkan hasil penelitian ini bisa menjadi referensi bagi pemerintah sebagai bahan pertimbangan dalam me­ngambil kebijakan. Kita yakin apa yang sudah dilakukan selama ini akan memberikan dampak yang sangat bagus bagi daerah khusunya masayarakat,” jelasnya.

Ketua Tim penyusun naskah akademis Ranperda Nagari, Fahmi mengatakan, Agam memiliki sistem adat budaya salingka nagari yang cukup kuat. Dalam Pe­nyusunan naskah akademis ini pihaknya sudah melalui pro­ses selama 10 bulan.  “Dalam hal ini kita membantu pemerintah untuk membuat aturan nagari, kemudian menjadikannya dalam sebuah naskah akademis,” jelasnya.

Dikatakannya, dalam 10 bulan terkahir tim meneliti 82 nagari di Agam. Ada sejumlah fakta yang mungkin bisa dipa­hami antara lain, jika dalam suatu nagari itu me­miliki beberapa kesatuan adat maka besar ke­mung­kinan akan memudahkan kita untuk me­mekarkannya. Sebaliknya, apabila mengacu kepada penamaan nagari yang dimaknai  bahwa nagari itu merupa­kan nagari yang memiliki satu kesatuan adat, maka ketika dalam sebuah nagari tersebut memiliki satu kesatuan adat, maka nagari tersebut sulit untuk di­mekarkan. (h/yat)


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM