DESA BARU DI PASBAR BAKAL DISULAP JADI KOTA

Lahan Transmigrasi Masih Sisakan Masalah


Selasa, 18 Oktober 2016 - 02:05:23 WIB
Lahan Transmigrasi  Masih Sisakan Masalah BUPATI Pasaman Barat, Syahiran menyerahkan sertifikat kepada perwakilan tranmigran Aek Nabirong saat sosialisasi upaya penyelesaiyan sengketa lahan transmigrasi di Pasbar. (IDENVI SUSANTO)

PASBAR, HALUAN — Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar), menginginkan segala bentuk permasalahan lahan transmigrasi di daerah itu dapat segera diselesaikan. Bupati Pasbar Syahiran memimpikan, desa/ nagari baru akan disulap menjadi Kota Transmigrasi dengan dilengkapi segala infrastruktur perkotaan.

“Saya inginkan kita mene­mukan titik terang mengenai permasalah lahan transmigrasi ini. Dahulu kita dengan se­nang hati menerima para trans­migran, namun tidak dengan fasilitas dan sertifikat lahan yang jelas,” tutur Syahiran, Senin (17/10).

Kepada Dinas Sosial, Sya­hiran meminta untuk dica­ri­kan solusi mengenai per­ma­salahan setifikat lahan trans­migrasi itu. “Pelajari ser­ti­fikatnya, jika boleh meng­gunakan sistem Prona, ke depan akan kita anggarkan me­lalui APBD,” papar Sya­hiran.

Sebanyak 32 sertifikat diberikan kepada warga trans­migrasi Aek Nabirong. Ser­tifikat tersebut diberikan un­tuk memberikan kepastian hukum terkait kepemilikan aset tanah secara sah. Pem­berian sertifikat ta­nah di­berikan kepada transmigran setelah melalui proses yang melibatkan Pemda dan BPN.

Bupati berharap dengan penyerahan 32 sertifikat lahan pekarangan itu, transmigran Aek Nabirong dapat terbantu dan dapat menetap dengan tenang di Pasbar. “Mari kita diskusi bersama-sama untuk menyelesaikan persoalan yang ma­sih ada. Saya minta kepada koordinator trans­migran yang berada di wilayah transmigrasi Pasaman Barat, agar mela­por­kan semua kendala dan per­ma­salahan yang terjadi untuk dicarikan solusinya,” tegasnya.

Dalam waktu dekat, ia ber­tekad untuk menjadikan nagari/ desa baru menjadi Kota Trans­migrasi. Nagari atau desa baru akan dilengkapi berbagai infra­struktur perkotaan seperti jalan yang memadai, fasilitas pen­didikan, kesehatan, sarana dan prasarana ibadah dan fa­silitas lain yang menjadi ukuran la­yaknya sebuah per­kotaan.

“Saya sedih melihat kon­disi warga transmigran. Banyak dari mereka yang datang kepa­da saya untuk meminta peker­jaan. Ke depan akan kita perhatikan bersama dan saya ingin jadikan nagari/ desa baru menjadi kota Trans­migrasi,” ungkapnya lagi.

Kepala Dinas Sosial dan Transmigrasi Pasbar, Yunadi menyampaikan, pemberian sertifikat lahan pekarangan perlu dilakukan untuk men­dapat hak milik atas tanah bagi para transmigran. Se­men­tara sosialisasi upaya pe­nye­lesaian lahan transmigrasi, perlu dilakukan untuk men­dapatkan titik terang me­nge­nai permasalahan lahan trans­migrasi di Pasbar. (h/idn)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]