DIWARNAI AKSI BONGKAR GAPURA

Warga Nagari Lalan Sijunjung Tolak Pengukuhan Kerapat Adat


Selasa, 18 Oktober 2016 - 02:06:06 WIB
Warga Nagari Lalan Sijunjung Tolak Pengukuhan Kerapat Adat Waka Polres Sijunjung, Kompol T. Simanungkalit, membantu proses mediasi warga yang menolak dilakukannya acara pengukuhan Kerapatan Adat Nagari Lalan, Senin (17/10). Aksi unjuk rasa itu juga sempat diwarnai pembongkaran gapuran dan spanduk yang terpasang di lokasi acara. (OGHAY)

SIJUNJUNG, HALUAN — Ratusan warga Nagari Lalan, Kecamatan Lubuk Tarok Kabupaten Sijunjung, me­lakukan aksi protes dengan mendatangi lokasi tempat dige­larnya acara pe­ngu­kuhan Kerapatan Adat Na­gari Lalan di Jorong Sikaladi Kenagarian Lalan, Senin (17/10). Para pengunjuk rasa menolak dilak­sana­kan­nya acara tersebut.

Kedatangan ratusan wa­r­ga Lalan tersebut dika­rena­kan tidak menerima adanya pe­ngu­kuhan Kerapatan Adat di Jorong Sikaladi, sehingga acara pun urung dilak­sa­nakan dengan alasan bahwa pihak penyelenggara tidak pernah melakukan koor­dinasi dengan lembaga Kera­patan Adat Nagari (KAN) Nagari Lalan, serta masya­rakat me­nolak karena tidak ingin ada lembaga di dalam lembaga.

Dari data yang diperoleh, perseteruan yang terjadi an­tara kedua belah pihak sem­pat memanas, lantaran ra­tusan masyarakat yang da­tang sempat membongkar gapura dan spanduk yang ada di lokasi tempat acara pe­ngukuhan Kerapatan Adat Jorong Sikaladi. Pihak ke­polisian yang mengetahui hal tersebut pun langsung turun ke lokasi untuk menga­man­kan dan mem­bantu proses mediasi.

Salah seorang dari pihak penyelenggara yang enggan menyebutkan namanya me­nga­takan bahwa pihaknya tidak mengetahui akan ke­datangan ratusan massa dari berbagai jorong yang ada di Kenagarian Lalan, yang menolak acara pengukuhan Kerapatan Adat Jorong Sika­ladi tersebut. Untuk itu, pihaknya juga sempat di­amankan oleh petugas kepo­lisian ke area yang aman untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

“Sewaktu acara akan dimulai, massa datang dan protes dan bahkan sempat melakukan pengrusakan barang-barang yang ada di lokasi acara seperti spanduk dan gapura. Kami selaku panitia dan pihak pe­nye­lenggara sempat diungsikan oleh petugas,” tuturnya.

Wali Nagari Lalan, Mar­tonis mengatakan, pihak Nagari Lalan tidak me­nge­tahui tentang acara pe­ngu­kuhan tersebut, begitu juga dengan KAN Lalan. Pi­hak­nya hanya diundang unt­uk menghadiri acara tersebut, yang seolah-olah ada negara di dalam negara yang dikua­tirkan dapat menimbulkan konflik sosial dan budaya ke depannya.

“Kita tidak me­ngi­ngin­kan hal seperti ini terjadi, apalagi pengukuhan itu tan­pa ada kejelasan dan dasar hukum yang jelas. Padahal sebelumnya pernah ada surat penangguhan dari Bupati terkait acara ter­sebut,” ujar­nya kepada wartawan.

Setelah pihak ke­po­lisian datang dan me­me­diasi ke­dua belah pihak yang ber­tikai, akhirnya acara pe­ngu­kuhan Ke­ra­patan Adat Si­ka­ladi belum bisa dilanjutkan sam­pai adanya titik terang me­ngenai persoalan ter­se­but. Tak lama berselang, ratusan massa dari Nagari Lalan pun dengan tertib membubarkan diri. (h/ogi)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]