HAUL 54 TAHUN SANG MAHAPUTRA

Pemikiran Yamin Masih Relevan dengan Kekinian


Selasa, 18 Oktober 2016 - 02:14:25 WIB
Pemikiran Yamin Masih Relevan dengan Kekinian HAUL 54 tahun Muhammad Yamin. (FADIL)

SAWAHLUNTO, HALUAN — Pelataran Makam Mohammad Yamin, di Talawi Sawahlunto dipe­nuhi masyarakat yang sengaja datang berbaju putih, memanjatkan zikir dan doa dalam mengenang 54 tahun wafatnya sang Mahaputra, Senin (17/10) malam.

Zikir dan doa itu dilafalkan ribuan warga dan tokoh serta pemuka masyarakat, di depan makam pahlawan nasional, yang terbaring semenýjak 17 Oktober 1962 silam itu. 

ýCharles Sumabura mewakili Pusat Studi Konstitusi (Pusako) Universitas Andalas, yang hadir di Haul itu mengatakan, dalam perspektif hukum, Mohammad Yamin seorang tokoh besar, yang jauh lebih besar dari yang kita tahu.

Bayangkan saja, pemikiran terkait hak asasi manusia yang pernah diusulkan seorang Yamin

dalam UUD 1945 ketika pertama dirumuskan. Namun pemikiran itu belum diakomodir saat ini.

Akan tetapi, terang Charles, 56 tahun kemudian atau tahun 2001ý pemikiran Yamin untuk mengakomodir hak asasi manusia setelah UUD 1945 direvisi 15 tahun silam.

Kontribusi lainnya yang di­sumbangkan Muhammad Ya­min, terkait Hukum Tata Negara, yang hingga saat ini masih tetap dipakai. 

Bagi Charles, yang akan mem­besarkan Muhammad Yamin ada­lah masyarakat Sawahlunto dan Sumatera Barat sendiri. Begitu juga dengan Soekarno, menjadi besar karena dibesarkan masya­rakat sekitarnya.

Charles berani mengatakan, yudisial review hari ini, sudah pernah disampaikannya puluhan tahun lalu. Ketika itu disam­paikannya ke Supomo.

Munculnya Mahkamah Kons­ti­tusi itu, bagian penting dari pemikiran Yamin yang masih relevan dengan kekinian.

Bayangkan, lanjutnya, jika pemikiran itu sudah diadobsi semenjak 1945 lalu, tentu tidak akan banyak masalah yang terjadi terkait masalah konstitusi hari ini.

Bagi Charles, Haul ini momen yang tepat untuk memunculkan dan mengangkat Yamin kembali. Pusako Unand sendiri sudah memu­lainya semenjak 2 tahun lalu.

Sementara Walikota Sawah­lunto, Ali Yusuf di hadapan ribuan warga mengaku, Haul digelar untuk menghormati Mu­ham­mad Yamin, pahlawan nasio­nal yang memiliki sumbangsih dari berbagai bidang. 

“Kegiatan ini sengaja untuk mengangkat kembali pemikiran Muhammad Yamin ke tengah masyarakat,” ujar Ali Yusuf.

Ali Yusuf meyakini, hanya Sawahlunto dan Sumatera Barat lah yang harus mengangkat kem­bali nama Muhammad Yamin, tokoh nasional dari Sawahlunto Sumatera Barat, yang berkon­tribusi besar terhadap bangsa ini.

Ke depan, lanjut Bapak tiga anak itu, Sawahlunto akan terus mendorong kegiatan yang dapat mengangkat nama Yamin.

“Ini titik awal untuk memun­culkan kembali Yamin, semangat­nya dalam membangun bangsa Indonesia. 2017 makam ini akan menjadi bagian dari sejarah kons­titusi Indonesia serta religius tourism,” ujarnya.

Dalam waktu dekat, terang Ali Yusuf, juga akan dikuatkan buku yang memuat dokumentasi Ya­min, sehingga nantinya akan menyebar ke tengah masyarakat, terutama generasi muda penerus bangsa.(h/dil)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]