JALAN PADANG-SOLOK KEMBALI NORMAL

Waspadai Longsor Susulan


Selasa, 18 Oktober 2016 - 02:17:41 WIB
Waspadai Longsor Susulan PASCA longsor yang terjadi di Kilometer 25, Panorama 2, Jalan Lintas Padang-Solok, Kecamatan Lubuk Kilangan, pada Minggu (16/10) sejumlah kendaraan terlihat sudah kembali melewati jalur antar provinsi ini, Senin (17/10). (MUHAMMAD AIDIL)

PADANG, HALUAN - Pasca longsor yang terjadi di Kilometer 25, Jalan Raya Pa­dang-Solok, tepatnya di kawasan Pano­rama 2, Kecamatan Lubuk Kilangan, arus lalu lintas di kawasan tersebut sudah kembali normal. Hanya saja, dari pantauan Haluan, Senin (17/10) siang, tumpukan material lumpur masih saja terlihat di kawasan tersebut.

Seorang warga setempat, Ella (32) kepada Haluan mengatakan bahwa arus jalanan sudah bisa dilalui kendaraan baik itu truk bermuatan besar maupun ken­daraan pribadi. Namun dirinya meminta pihak terkait untuk segera membersihkan lumpur yang menggenangi sebagian badan jalan tersebut.

Lain lagi cerita Aldo (38) dan Agus (30). Dia mengaku terjebak macet di kawasan Panorama 2 ketika hendak menuju ke Kota Padang. “Saya terpaksa bermalam dulu di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Lubuk Selasih, Kabupaten Solok karena kemacetan yang cukup panjang. Ada sekitar lima sampai enam jam kami terjebak macet,” papar dua kakak beradik yang berprofesi sebagai karyawan di salah satu bank swasta ini.

Lain halnya bagi sejumlah warga yang harus tetap kembali ke Kota Padang karena melakukan aktifitasnya kemarin (Senin, red). Mereka nekad menero­bos timbu­nan longsor yang tingginya ham­pir lima meter. Jacky (23) yang datangd ari Solok, mengaku hendak pulang ke Padang dari kampung halamannya karena mau bekerja Senin. Dia nekad melewati longsor dan motornya rela dipenuhi lumpur. ”Jika tidak seperti ini, saya bisa tidak bekerja Senin (17/10) ini,” ujarnya.

Seperti diberitakan sebelum­nya, hujan deras yang melanda Kota Padang dan sekitarnya tidak hanya membuat longsor di kawa­san Batang Arau, Kecamatan Padang Selatan. Pergeseran beba­tu­an dan tanah dari perbukitan juga terjadi di Jalan Raya Padang-Solok pada Minggu (16/10) sekitar pukul 21.30 WIB.

Akibatnya, arus kendaraan yang didominasi dari arah Solok menjadi macet total sepanjang lima hingga enam kilometer. Ada juga yang terpaksa berputar arah ke Kota Padang Panjang untuk bisa sampai ke Kota Padang.

Informasi yang dihimpun Haluan, ketinggian tumpukan tanah yang menutupi jalan yang mencapai hampir 10 meter dengan luas 20 meter.

Ketua Kelompok Siaga Ben­cana (KSB) Padang Besi, Willem Hendrik Temiteus menyebut, bahwa petugas gabungan dari BPBD & PK Kota Padang, Basar­nas, Kepolisian, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Padang dan KSB Padang Besi juga turun ke lokasi kejadian untuk mengatur arus lalu lintas dan membantu membersihkan tumpukan lumpur yang menggenangi jalan.

“Alat berat dari Dinas Peker­jaan Umum (PU) Kota Padang datang dua jam pasca kejadian tersebut. Keadaan di lokasi sangat gelap total dan dipenuhi kabut. Ada sekitar delapan jam longsor tersebut memenuhi badan jalan,” kata pria gaek yang kerap disapa Temi ini.

Menurut Kasi Kedaruratan BPBD & PK Kota Padang Sutan Hendra, longsor yang terjadi di sejumlah kawasan di Kota Padang karena tekstur tanah yang ada di lokasi tersebut menjadi lunak. Hal itu disebabkan curah hujan yang terus-menerus menggerus dan menyebabkan tanah menjadi lembek hingga menjadi longsor.

“Kondisi ini belum bisa di­ang­gap remeh, sebab melihat dari tekstur tanah dan tebing, masih ada kemungkinan longsoran su­sulan,” ucapnya.

Ditambahkannya, longsoran yang terjadi di kawasan penda­kian Sitinjau Lauik tersebut memang sudah menjadi atensi bagi BPBDPK Kota Padang. Kare­na, kondisi tanah yang labil serta banyak kendaraan bermuatan berat yang melintas membuat keadaan tanah menjadi rawan.

Sutan Hendra mengatakan, dua alat berat dari Dinas PU Kota Padang dikerahkan untuk mem­bantu membersihkan material longsor. Namun, kendala yang dihadapi adalah alat berat terse­but baru saja selesai mengerjakan longsoran di perbatasan Padang-Solok yang terjadi pada Minggu (16/10) siang.

“Beruntung alat beratnya juga bisa kembali membantu disini, padahal kemarin itu baru saja melakukan pembersihan longsor juga di perbatasan Padang-Solok,” katanya.

Hal senada juga disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Padang, Fatriarman saat dihubungi Haluan melalui sam­bungan ponselnya Senin siang. “Memang benar, kita melakukan pembersihan di kawasan Pano­rama 2 karena lumpur yang cukup tinggi,” ucapnya singkat.

Kendala lain, alat berat agak datang terlambat karena kondisi cuaca yang tidak memungkinkan. Untuk sampai ke lokasi longsor, alat-alat berat tersebut harus melewati pendakian Panorama 1 dengan tikungan memutarnya, ditambah lagi dengan kabut yang tebal.

“Kendalanya seperti kita tahu, kalau malam jalan di Sitinjau Lauik ini berkabut, kemudian bagi kendaraan besar sangat butuh ketelitian untuk bisa mendaki di Panorama I. Jadi kalau alat berat­nya agak lama sedikit, dimaklumi saja,” ucap Sutan.

Sementara itu, Kasat Lantas Polresta Padang, Kompol Hamidi menghimbau kepada pengendara yang melintasi jalanan tersebut agar selalu berhati-hati, mengi­ngat kawasan Sitinjau Lauik dikenal dengan jalur ekstrem dan cuaca yang gampang berubah-ubah.

“Kami berpesan kepada para pengendara, sebaiknya tetap waspada karena kondisi disana diduga sering dimanfaatkan oleh orang tidak bertanggungjawab,” tuturnya. (h/mg-adl)


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Jumat, 17 Januari 2020 - 17:02:28 WIB

    Waspadai Potensi Ancaman, Panglima TNI Ajak Kawal Dan Sukseskan Pilkada Tahun 2020

    Waspadai Potensi Ancaman, Panglima TNI Ajak Kawal Dan Sukseskan Pilkada Tahun 2020 PADANG, HARIANHALUAN.COM -- Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2020, tidak berapa lama lagi akan dihelat secara serentak. Pasalnya saat ini telah, terlihat baliho para calnon di jalan-jalan, namun demikian pelaksanaan pi.
  • Selasa, 15 Januari 2019 - 11:07:13 WIB

    Waspadai Air Sungai Meluap di Padang

    Waspadai Air Sungai Meluap di Padang PADANG, HARIANHALUAN.COM -- Masyarakat Kota Padang yang biasa menggunakan air sungai untuk kehidupan sehari-hari, seperti mencuci, mandi dan hal lainnya diharapkan bisa terus waspada dengan air bah yang datang secara tiba-tib.
  • Jumat, 09 Desember 2016 - 01:19:27 WIB

    Waspadai Segmen Suliti

    PADANG, HALUAN — Meski patahan gempa Aceh tak melewati jalur Sumbar, namun pakar gempa dari Universitas Andalas Padang Prof Badrul Mustafa mengingatkan bahwa warga Sumbar tetap harus waspada. Alasannya, karena Sumbar dilewa.
  • Senin, 03 Oktober 2016 - 03:49:42 WIB
    INFO PENTING BAGI PENSIUNAN

    Waspadai Penipuan Mengatasnamakan Taspen

    Waspadai Penipuan Mengatasnamakan Taspen PADANG, HALUAN — Para penisunan diminta mewaspadai aksi penipuan berkedok undian atau pembagian tunjangan dari PT Taspen. Jika pensiunan menerima informasi atau tele­pon seperti itu mengatas­na­makan Taspen, hal itu ada.
  • Jumat, 24 Juni 2016 - 17:30:26 WIB

    Kapolda Sumbar Minta Masyarakat Waspadai Peredaran Uang Palsu

    Kapolda Sumbar Minta Masyarakat Waspadai Peredaran Uang Palsu PADANG, HALUAN - Kapolda Sumbar Brigjen Pol Drs Basarudin melalui Kabid Humas Polda Sumbar, AKBP Syamsi saat ditemui Haluan di ruang kerjanya, Kamis (23/6) mengatakan bahwa masyarakat perlu waspada dan berhati-hati ketika ber.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM