Kolam Renang dan Waterboom Bengkalis Rusak Parah


Rabu, 19 Oktober 2016 - 00:24:19 WIB
Kolam Renang dan Waterboom Bengkalis Rusak Parah Dua aset milik Pemkab Bengkalis, yakni kolam renang dan waterboom di Desa Wonosari, Kecamatan Bengkalis, kini kondisinya sangat memperihatinkan.

BENGKALIS, HALUAN – Pemerintah Kabupaten (Pem­kab) Bengkalis melalui SKPD terkait diharapkan segera me­nga­mbil langkah penyelematan dua aset milik Pemkab Beng­kalis, yakni kolam renang dan waterboom di Desa Wonosari, Kecamatan Bengkalis. Dua wahana air yang dibangun de­ngan anggaran puluhan miliar itu, kini kondisinya sangat memperihatinkan.

Pantauan di dua wa­ha­na air tersebut, kunci pintu utama kolam renang yang terbuat dari kaca sudah rusak alias tidak berfungsi lagi, siapa saja bisa keluar masuk dari wahana air yang dibangun pada era Bupati Syamsurizal.

Bukan hanya itu, ham­pir seluruh kaca di lokasi kolam renang dan pe­man­dian hancur berantakan, kaca-kaca berserakan, bahkan puluhan daun pin­tu baik kamar mandi dan pintu-pintu lainnya hilang entah kemana. Sementara kolam renang dalam kon­disi kotor, pelampung pembatas untuk perenang berserakan, air di kolam hanya sebetis orang de­wasa, keramik juga bany­ak yang pecah.

“Anak-anak sekolah sering main di sini, ke­ma­rin pernah kami tangkap dan kami ingatkan agar tidak merusak fasilitas yang ada. Tapi beginilah kondisinya bangunan ini tidak terkunci, siapa saja bisa masuk. Kalau cuma masuk tak apa, yang kita kesal mengapa dirusak,” kata salah seorang petugas cleaning service asrama atlet, Selasa (18/10).

Karena kolam renang dibiarkan tidak di­manfaat­kan, untuk sementara pe­ngu­rus olahraga sepatu roda Bengkalis berniat memanfaatkan lantai ba­gian atas kolam untuk latihan atlet sepatu roda Bengkalis. Hanya saja, menurut Ketua Pengurus Sepatu Roda Kabupaten, Chairul Afrizal, dirinya terpaksa membersihkan pecahan kaca yang ber­sera­kan di lantai.

“‘Kalau ditengok sekarang, itu sudah kurang. Sebelumnya, kondisinya lebih parah, pecahan kaca berserakan di mana-mana dan sekarang sudah kami ber­sihkan, kemudian di buang menggunakan mobil,” ujar pria yang akrab disapa Yul.

Menurut Yul, latihan me­manfaat­kan lantai di bangunan kolam renang sifatnya sem­en­tara, menjelang ada lokasi yang tepat untuk melakukan latihan atlet sepatu roda Bengkalis. “‘Arenanya lumayan, lebar dan panjang. Lagi pula, kalau kita manfaatkan untuk latihan syu­kur-syukur tidak ada lagi yang usil merusak bangunan, walau hampir seluruh kaca sudah pecah berantakan,” katanya.

Seperti diketahui, dua wa­hana air tersebut sebelumnya dikelola oleh PT BUMD Beng­kalis, karena persoalan keuangan dan lainnya pengelolaan dua wahana tersebut terhenti. Se­lanjut­nya ada rencana dua aset tersebut diserahkan ke Dis­bud­parpora Bengkalis, namun pen­ye­rahan tersebut urung dila­kukan, karena pihak Dis­bud­par­pora berharap ada audit aset sebelum dilakukan serah terima.

“‘Pemkab Bengkalis harus segera mengambil langkah-langkah penyelamatan, jika tidak dua bangunan berharga puluhan miliar ini akan semakin hancur,” ujar Zulkarnaen, warga Beng­kalis.

Untuk memperbaiki ke­ru­sa­kan dua wahana air tersebut, kata Zul, juga dibutuhkan ang­ga­ran cukup besar, mengingat ke­rusakannya cukup parah. “Tapi, itu lebih baik ketimbang dibiar­kan begitu saja. Di­per­baiki, lalu diserahkan kepada pihak ketiga untuk mengelola. Masyarakat masih sangat ber­harap dua wa­hana air ini ber­fungsi kembali,” ungkapnya. (h/nas/net)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]