Pengurusan Izin UMKM Mulai Meningkat


Rabu, 19 Oktober 2016 - 00:27:35 WIB
Pengurusan Izin UMKM Mulai Meningkat

PARIAMAN, HALUAN — Jumlah Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan pengerajin di Kota Pariaman tahun 2016 ini menunjukan peningkatan.

“Hal ini terlihat dari mun­culnya pelaku-pelaku usaha baru di bidang perdagangan dan industri kecil atau pengerajin di Kota Pariaman,” kata Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Kota Paria­man, Gusniyetti Zaunit di Pa­riaman.

Baca Juga : Pemko Padang Panjang Cek Kesiapan Posyan Idul Fitri

Ia menjelaskan, pada saat yang sama beberapa produk UMKM dan pengrajin Kota Pariaman juga telah menjadi produk unggulan dan khas Kota Pariaman.

“Produk itu diantaranya berupa aneka sulaman, seperti bordiran, sulaman benang tim­bul, aneka rajutan, serta sula­man benang emas yang me­mang khas Kota Pariaman,” ujarnya.

Baca Juga : ASN di Dharmasraya Dilarang Meninggalkan Daerah, Sutan Riska Tuanku Kerajaan: Kepala OPD Wajib Berikan Laporan Kedisiplinan Pegawai

Berdasarkan data yang ter­catat di Dinas Koperasi Industri dan Perdagangan Kota Paria­man, tahun 2013 hanya ada 3.900 UMKM saja. Namun saat ini, terhitung hingga bulan Agustus 2016 sudah ada lebih dari 5.000 UMKM yang terse­bar di kota yang terkenail de­ngan julukan kota sala lauak ini.

Pertumbuhan itu dipicu tingginya minat masyarakat dalam pengembangan potensi yang dimiliki serta diiringi permintaan pasar makin ba­gus.

UMKM itu diantaranya bergerak dibidang usaha, ku­liner, kue kering seperti ladu, kipang kacang, bor­diran, sula­man dan rajutan, termasuk usaha cende­ramata.

“Kita masih sayangkan, geliat UMKM yang kian marak tumbuh dan berkembang, ter­nyata belum memiliki Izin Usaha Mikro Kecil (IUKM) sebagaimana yang tertuang dalam peraturan pemerintah No 89 tahun 2014. Ini yang akan kita kejar,” kata Kepala Dinas Koperindag Kota Pa­ria­man, Gusniyeti Zaunit menjawab Haluan, Senin (29/8) lalu.

Seiring dengan peningkatan jumlah UMKM ini, lanjutnya, banyak pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang mengurus Izin Produk Rumah Tangga Pangan atau (IPRTP). Karena mereka me­nilai izin tersebut punya nilai tambah untuk kemajuan usaha yang mereka kelola. Sampai akhir September 2016 ini saja, tercatat sudah mendekati 80-an izin yang dikeluarkan.

Senada dengan itu, Kepala Badan Pelayanan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal (KP2TPM) Kota Pariaman Alfian menjawab Haluan, ter­kait IPRTP yang sudah diso­sialisasikan kepada UMKM membenarkan memang sudah banyak sudah puluhan sampai akhir September 2016.

Sosialisasi menganai izin tersebut sudah dilakukan sejak lama dan terus disosialisasikan kepada UMKM karena keun­tunganya banyak sekali.

“Dengan meiliki IPRTP, UMKM sudah ada jaminan pemerintah tentang kesehatan sebuah produk. Sebab sebelum izin tersebut keluar, produk disurvei atau diteliti terlebih dahulu oleh badan pemerintah,” sebutnya.

Pada pemerintah yang men­survei itu banyak unsur SKPD yang terkait sesuai fungsi ma­sing-masing. Contoh, kope­rindag, BLH, Dinkes, KP2TPM dan petugas dari masing-masing instansi atau SKPD tersebut turun bersama-sama untuk suvei.

San lagi saat ini konsumen ketika membeli sebuah produk, mereka selalu perhatikan kom­posisi yang terkandung dalam sebuah produk, apalagi produk tersebut produk makanan, ka­rena bila sebuah produk punya IPRTP mereka merasa terlin­dungi.

“Kita percaya produk pa­ngan dengan telah mempunyai IPRTP akan jauh lebih meng­untungkan untuk meraup pasar yang lebih luas,” kata Alfian. (h/tri)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]