Banyak Pungli di Tanjung Priok


Rabu, 19 Oktober 2016 - 00:35:25 WIB

JAKARTA, HALUAN — Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata, mengatakan, terdapat banyak pungutan liar di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, sehingga diperlukan kerja sama sejumlah pihak untuk mem­beran­tas pungutan liar itu.

“Dari apa yang kita kaji di Tanjung Priok, banyak sekali pungli. Ada juga ok­num dari Bea Cukai maupun dari aparat penegak hukum yang melindungi pengim­por,” kata dia, di Gedung KPK, Jakarta, Selasa.

Menurut dia, mereka ak­an bicara ke depan, mem­benahi sistem, bagaimana sistem importasi dan pungu­tan Bea Cukai jadi ekefektif agar produk dalam negeri tidak terganggu, tidak ada disparitas harga mencolok, masyarakat terlindungi.

KPK membahas hal itu bersama Inspektur Jenderal Kementerian Keuangan, Ki­agus Badaruddin, Direktur Jenderal Bea Cukai Kemen­terian Keuangan, Heru Pam­budi, dan lain-lain.

“Banyak hal yang kita temui, ada oknum Bea Cukai, aparat penegak hukum yang berada di belakang pengu­saha tadi, itu fakta, yang jadi per­soalan bagaimana kita mem­benahi itu,” ungkap Marwata.

Menurut Badaruddin, sistem yang ada saat ini masih harus disempurnakan.

Sejumlah rekomendasi yang diberikan KPK antara lain, (1) Perbaikan jalur impor ilegal melalui impor resmi, (2) Mengatasi penye­lundupan lewat pelabuhan tikus dengan melanjutkan operasi penindakan yang didukung TNI/Polri.

Sementara Pambudi me­nilai impor ilegal disebabkan sejumlah faktor yang pen­ye­lesaiannya harus melibatkan banyak pihak. Mulai dari regulator dengan 198 re­gulasi, pelaku bisnis itu sen­diri, dan aparat penegak hukum. (h/dtk)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]