Hati-hati Memilih Biro Perjalanan Umrah


Rabu, 19 Oktober 2016 - 00:42:41 WIB

Bisnis Biro Penyelenggaraan Per­jalanan Iba­­­dah Umrah (PPIU) tam­paknya sa­ngat meng­­giurkan. Banyak biro perjalanan me­nawarkan biaya murah untuk melak­sa­nakan iba­dah umrah. Tapi masya­ra­kat tak boleh lang­sung percaya saja de­ngan tawaran-ta­waran biro perjalanan itu.

Saat ini banyak biro perjalanan ibadah umrah yang bodong atau tidak memiliki izin. Perusahaan ini menawarkan biaya murah untuk memperdaya masyarakat dan tak segan-segan melakukan penipuan.

Hampir setiap tahun, kasus penipuan biro umroh terjadi. Pada tahun 2012, menimpa calon jemaah umrah PT Al Haram Padang. Tahun 2014, kembali terjadi pada salah satu biro travel umrah di Bukitinggi. 

Awal tahun 2016, sebanyak 26 calon jemaah umrah di Kabupaten Pasaman tertipu.  Tanpa selidik, mereka percaya saja dengan Biro Perjalanan PT HH Medan Cabang Sumatera Barat. Setelah menyetor­kan uang masing-masing Rp22,5 juta, ter­nya­ta mereka tidak jadi diberangkatkan umrah. Pimpinan biro perjalanan tersebut kemudian menghilang.

Terakhir, calon jemaah umrah PT Putra Tanjung Arafah Tour yang mengamuk, karena mereka tak diberangkatkan ke tanah suci, padahal sudah membayar lunas. 

Kasus jemaah batal berangkat dan adanya penipuan jelas merugikan masya­rakat. Uang yang susah payah didapatkan kemudian hilang tanpa bekas. Mengadu pun ke polisi belum tentu pelakunya bisa ditang­kap. Kalaupun pelaku bisa ditangkap, uang yang sudah disetorkan belum tentu juga bisa dikembalikan.

Karena itu, masyarakat harus waspada. Data yang dimiliki Kantor Wilayah Kemen­terian Agama (Kanwil Kemenag), di Sumbar ada sekitar 60 biro perjalanan yang mem­berangkatkan jamaah umrah ke tanah suci. Parahnya, dari sebanyak itu, cuma lima biro yang berizin, dan dua dalam pengajuan. Selebihnya, merupakan biro bodong.

Menurut Kepala Kanwil Kementerian Agama Sumbar H Salman K, banyak biro perjalanan tanpa izin, tapi tetap mem­berangkatkan jemaah. Biro-biro itu, tidak jelas kantornya. Bahkan, tidak terdaftar.

Untuk diketahui, lima biro travel Penye­leng­garaan Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) yang terdaftar, yakninya PT Sianok Indah Holiday (Padang), PT Armindo Jaya Tour (Padang), PT Rezki Internasional (Padang Pariaman, PT AZA (Bukittinggi), dan PT Penjuru Wisata Negeri (Padang). Sementara, dua biro yang sedang pengajuan izin, yakni PT Labbaika di Padang dan PT Aqsha, yang berkantor di Kota Solok.

Kalau begitu, lebih banyak biro perjala­nan ibadah umrah ini yang bodong diban­ding yang resmi. Biro bodong inilah yang berpotensi merugikan masyarakat.

Masyarakat mestinya curiga ketika ada biro perjalanan yang menawarkan biaya murah. Saat ini menurut hitungan Kanwil Kemenag Sumbar, satu jemaah mengha­biskan biaya sekitar Rp25 – Rp28 juta sekali umrah. Nah, kalau ada biro perjalanan yang menawarkan umrah dengan biaya Rp15 juta, itu bisa dipastikan bodong.

Cermat dalam hal cara memilih travel umrah merupakan kunci suksesnya kebe­rangkatan dan kepulangan para jemaah. Semoga saja kasus-kasus penipuan calon jemaah umrah tidak terjadi lagi. (*)


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Jumat, 27 Mei 2016 - 18:21:28 WIB
    Bea Cukai Ingatkan Konsumen

    Hati-hati Berbelanja Sistem Online

    Hati-hati Berbelanja Sistem Online PADANG, HALUAN – Para konsumen belanja sistem online diingatkan untuk hati-hati dalam memesan sebuah produk/barang. Apalagi bila pesanan itu berasal dari luar negeri. Salah-salah pilih, bisa jadi kelak urusannya panjang hin.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM