Kemenkum dan HAM Sosialisasi Hak Paten di Unes


Rabu, 19 Oktober 2016 - 00:49:59 WIB
Kemenkum dan HAM Sosialisasi Hak Paten di Unes APARATUR Kementerian Hukum dan HAM, Wakil Rektor III Unes dan peserta sosialisasi HAKI foto bersama sebelum acara pemberian materi, kemarin. (HUMAS)

PADANG, HALUAN—Ka­n­tor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Barat berikan sosialisasi dan promosi kekayaan intelektual kepada puluhan dosen di Universitas Ekasakti Padang, kemarin.

Wakil Rektor III Uni­ver­sitas Ekasakti Padang Ir Mahmud R Bara, MSi men­ye­butkan pengetahuan ini penting diketahui oleh pe­neliti di Unes, sehingga  hasil penelitian dan produk yang dihasilkan bisa dipatenkan.

“Pergunakanlah ke­sem­patan yang baik ini untuk lebih banyak bertanya. Kalau ada inovasi juga harus di­paten­kan, jangan disimpan di perpustaan,” ujar Mahmud.

Menurut Mahmud, ke­giatan sosialisasi ini lebih mendorong peserta terutama dosen dalam melaksanakan tri dharma perguruan tinggi selama ini diembannya dalam rangka meningkatkan ka­pasitas­nya sebagai dosen. Melaksanakan pengabdian, tidak hanya dapat me­ning­kat­kan jabatan fungsional, tetapi juga dapat meningkatkan kesejahteraan dosen melalui Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) dari hasil penelitian yang dihasilkannya.

Kepala Kanwil Ke­men­kum dan HAM Sumbar yang diwakili Kebid Pelayanan Hukum Rahmat Huda, SH, MM dalam paparannya men­jelas­kan perbedaan hak cipta, pencipta dan ciptaan. Hak cipta adalah hak eksklusif pencipta yang timbul secara otomatis berdasarkan prinsip deklaratif setelah sesuatu ciptaan diwujudkan dalam bentuk nyata tanpa mengu­rangi pembatasan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang undangan. Pen­cipta adalah seorang atau beberapa orang yang secara sendiri- sendiri atau bersama-sama menghasilkan suatu ciptaan yang bersifat khas dan pribadi.

Ciptaan adalah setiap hasil karya cipta di bidang ilmu pengetahuan, seni dan sastra yang dihasilkan atas inspirasi, kemampuan, pi­kiran, imajinasi, kecekatan, keterampilan atau keahlian yang dieskspresikan dalam bentuk nyata.

“Ciptaan yang dilindungi di antaranya dalam bidang ilmu pengetahuan, seni dan sastra seperti buku, pamflet, pidato, lagu, drama, karya seni rupa dan karya sine­ma­to­grafi, dan lainnya,” ujar Rahmat Huda.

Sementara itu, Kepala Sub Bidang Pelayanan AHU dan KI Kanwil Kemenkum dan HAM Faisal Rahman men­jelas­kan Hak Kekayaan In­telek­tual (HAKI) adalah hak yang timbul dari hasil olah pikir, karsa, rasa ma­nusia yang menghasilkan suatu proses atau produk barang dan atau jasa yang berguna bagi manusia itu sendiri.

“Kekayaan intelektual merupakan alat penunjang pembangunan ekonomi dan penciptaan kreasi yang pada saat ini belum digunakan untuk memberikan hasil yang optimal di semua negara, terutama di negara ber­kem­bang,” ujar Faisal.

Menurutnya, kekayaan intelektual mendukung dan memberi penghargaan ke­pada kreator, merangsang pertumbuhan ekonomi dan memajukan pengembangan sumber daya manusia, karena kekayaan intelektual bersifat memberdayakan. Pada ha­kekat­nya kekayaan intelektual merupakan hasil pemecahan masalah yang dihadapi se­seorang, kreativitas yang timbul tersebut memicu daya cipta untuk menghasilkan karya intelektual.

Karya intelektual harus dihargai kata Faisal, karena dilahirkan seseorang dengan pengorbanan tenaga, waktu dan bahkan biaya. Adanya pengorbanan tersebut men­jadi­kan karya yang dihasilkan memiliki nilai, apabila di­tam­bah dengan manfaat ekonomi yang dapat dinikmati, nilai ekonomi yang melekat me­num­buhkan konsepsi ke­pemiklikan terhadap karya-karya intelektual tadi. Bagi usaha karya-karya itu dikata­kan sebagai aset perusahaan.

Sosialisasi HAKI ini sen­diri dirancang oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Ekasakti Padang, diikuti 30 orang peserta terdiri dari dekan, ketua prodi dan direktur, diutamakan dosen peneliti yang memiliki potensi kekayaan intelektual  baik hak cipta, merek dan paten, dan lainnya.

Ketua LPPM Universitas Ekasakti Padang Dr Ivonne Ayesha, SP, MP men­ye­but­kan Sosialisasi dan Promosi Kekayaan Intelektual ini dilaksanakan untuk me­lin­dungi hasil-hasil karya dosen UNES-AAI  berupa produk, buku, dan memotivasi  para dosen untuk membuat karya, produk dan buku. (h/rel/eni)


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Sabtu, 26 Maret 2016 - 04:32:00 WIB

    Kanwil Kemenkum-BNNP Sepakat Perangi Narkoba di Lapas Sumbar

    PADANG, HALUAN — Kan­tor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kanwil Kemenkum dan HAM) Sum­bar memberikan kewe­na­ngan penuh kepada Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumbar untuk mem­bersihkan Lembaga Pe­mas­ya.
  • Rabu, 23 Maret 2016 - 04:09:50 WIB

    Kemenkum dan HAM Setuju Lapas di Sumbar Dilebur

    PADANG, HALUAN — Kan­tor Wilayah Kemen­terian Hukum dan HAM (Kanwil Kemenkum dan HAM) Sumbar setuju de­ngan rencana Komisi III DPR RI untuk melebur beberapa Lembaga Pemas­yarakat dan Rumah Tahanan (Lapas/Rutan) menjadi .
  • Kamis, 17 Maret 2016 - 04:23:40 WIB
    Klarifikasi Laporan Masyarakat

    Komnas HAM Pusat Datangi Kemenkum HAM

    PADANG, HALUAN — Ko­misi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Pusat yang diwakili oleh Ko­misionernya, Maneger Nasution, datangi Kantor Kemenkum HAM, Rabu (16/3)..
  • Selasa, 01 Maret 2016 - 11:39:11 WIB

    Kemenkum HAM Adakan Penyuluhan

    PADANG, HALUAN — Lembaga Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia Sumatera Barat bidang pelayanan hukum dan HAM menye­lengga­rakan penyuluhan hukum bertema “Kon­sultasi Hukum Bagi Masyarakat yang Kurang Ma.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM