SEBABKAN PENGIKISAN HULU SUNGAI

Warga Minta Tambang Pasir Dihentikan


Rabu, 19 Oktober 2016 - 01:08:53 WIB
Warga Minta Tambang Pasir Dihentikan SEBUAH alat berat sedang memuat pasir ke dalam truk di Muaro Penjalinan. (CHAIRUL SURF)

PADANG, HALUAN—Warga Batang Kabung Ganting Kecamatan Koto Tangah Padang meminta agar aktivitas galian C  atau penambangan pasir  di Muaro Penjalinan dihentikan karena membahayakan warga yang tinggal di hulu sungai.

Dari pantauan Haluan ke lokasi, terlihat banyak truk pengangkut pasir sedang menunggu antrean untuk memuat pasir.

Sebelumnya, pasir me­rupakan hasil dari pengerjaan pengerukan muara yang dila­kukan oleh Balai Sungai. Na­mun sekarang menjadi tambang pasir yang mere­sahkan warga.

Selain meru­sak jalan, aktifitas penam­bangan dikha­watirkan akan meng­akibatkan pengikisan di hulu sungai.

Sebelumnya, Tobing yang merupakan pengawas dari Balai Sungai, mengatak pasir tidak akan diperjual belikan. Pasir akan dimanfaatkan untuk kepentingan masya­rakat setempat.

Namun dari salah seorang pengakuan sopir truk pengakut Pasir, Esy (45) mengambil pasir disini harus membayar kepada pe­ngawas setempat dengan seharga Rp150.000- 200.000 ribu per unitnya .

Pasir tidak hanya dibawa oleh mobil plat merah, rata-rata mobil disini mengunakan plat hitam dan kuning, tegas­nya.

“Kurang lebih truk yang me­muat pasir disini mencapai 100 unit lebih perharinya,” ujarnya.

Dari pengakuan salah seorang warga, pengerukan yang dilakukan oleh Balai Sungai sudah melampuai batas kedalamannya.

Pasalnya, kedalaman mu­a­ra yang dikeruk sudah men­capai 5-6 meter. Dikha­watir­kan hal ini berdampak buruk bagi warga yang tinggal di pinggir sungai, karena air sungai semakin deras menga­lirnya.

Hal senada juga diuta­rakan oleh salah seorang guru yang mengajar di SD N 49 Batang Kabung.

Yuniarti merasa cemas de­ngan dampak yang akan ditim­bulkan dari pengerukan muara yang begitu dalam. Pasalnya, SDN 49 tersebut hampir masuk ke dalam su­ngai jaran pinggir sungai dengan sekolah kurang lebih satu meter lagi.

“Kami dan murid sangat was-was apalagi disaat hujan turun dengan itensitas yang tinggi,” ujarnya.

Keresahan tersebut telah disampaikan kepada pemuda dan Rt/Rw setempat namun sampai saat ini, masih belum ada tanggapan terkait peng­ambilan pasir yang berle­bihan. (h/mg-rul)


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM