Sudah Lapuk Dimakan Usia, Warga Takut Jembatan Haru Ambruk


Rabu, 19 Oktober 2016 - 01:20:34 WIB
Sudah Lapuk Dimakan Usia, Warga Takut Jembatan Haru Ambruk JEMBATAN Haru di Gunung Sarik. (DEBY)

PADANG, HALUAN— Kon­disi Jembatan Haru di Kelurahan Gunung Sarik, Kecamatan Kuranji rusak berat dan sudah lapuk di­makan usia. Hal ini dika­renakan jembatan masih ter­buat dari kayu yang digan­tungkan dengan mengguna­kan tali dari kawat.

Jembatan Haru meru­pakan salah satu sarana peng­hubung antara dua daerah, yaitu daerah Haru dan juga Rimbo Tarok yang dipi­sah­kan oleh sungai. Warga se­tempat menyebut jembatan ini jembatan gantung, karena masih terbuat dari gantungan kawat.

Berdasarkan pantauan Haluan, Selasa (18/10), kon­disi jembatan sudah sedikit oleng dan kalau lewat akan memberikan guncangan yang kuat saat berada di atasnya. Selain itu, bagian tengah jembatan papannya sudah mulai ada yang berlobang.

Witri (36), warga yang tinggal di daerah ini me­ngatakan bahwa ia cemas melepas anaknya sendiri untuk berjalan di atas jem­batan. Jika tidak hati-hati, maka bisa jatuh ke dalam sungai.

Ibu dua orang anak ini mengatakan bahwa warga sudah sering bergotong ro­yong memperbaiki jembatan. Perbaikan hanya dilakukan pada bagian papan yang rusak dan  menggantinya dengan papan yang baru.

“Bagian yang sudah rusak berat diganti dengan papan penyangga yang baru. Na­mun, selesai yang satu, ba­gian yang lainnya lagi yag rusak,”katanya.

Warga setempat tidak bisa melakukan perbaikan secara keseluruhan karena terkendala masalah biaya. Untuk perbaikan bagian yang sudah berlobang dilakukan dengan meminta sumbangan kepada masyarakat setempat.

Hal senada juga dikatakan Samsul (32), ia mengatakan bahwa untuk kendaraan ber­motor harus bergantian me­lewati jembatan ini. Jika dipaksakan dua atau tiga kendaraan langsung berjalan, maka jembatan bisa ambruk.

“Jika ada kendaraan dari bagian ujung jembatan, maka semuanya harus menunggu motor tersebut sampai dulu, baru bergantian melewati jembatan,”katanya.

Disamping itu, jembatan ini hanya bisa dilewati oleh kendaraan roda dua. Untuk mobil harus berjalan me­mutar dari kapung panjang yang lokasinya sangat jauh dari jembatan ini.

Warga setempat berharap adanya perhatian pemerintah untuk memperbaiki jembatan ini. Jika terus dibiarkan akan membawa dampak burk bagi masyarakat yang melewati penghubung jalan ini, teru­tama anak-anak yang akan berangkat sekolah dan juga pedagang sekitar. (h/mg-eby)


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM