Korban Longsor Kekurangan Makanan


Rabu, 19 Oktober 2016 - 01:23:52 WIB

PADANG, HALUAN — Korban tanah longsor di kawasan Ba­tang Arau, Seberang Peng­ga­langan RT 03 RW 03, Keca­matan Padang Selatan, masih diungsikan ke posko darurat dari Kementerian Sosial Re­publik Indonesia (Kemensos RI), persis di pekarangan Masjid Nurul Huda. Kondisi korban, Yus­nimar (65) dan 17 Kepala Keluarga (KK) lainnya saat ini kekurangan bahan makanan.

Dari data yang berhasil di­himpun Haluan di posko pe­ngung­sian warga Seberang Peng­galangan, bantuan yang di­terima menurut Ketua RT 03 RW 03 Batang Arau, Lelen Karman masih terasa sangat kekurangan.

Terlihat bantuan yang di­terima warga, berupa satu unit tenda dari Kementerian Sosial RI, dua helai terpal, empat helai selimut, dua bungkus makanan ringan berupa roti dan dua helai tikar plastik. Untuk makan malam pasca kejadian, warga hanya menerima enam bungkus nasi Padang dan lima kotak roti dari pihak Kecamatan Padang Selatan dan Kelurahan Batang Arau, serta lima bungkus roti dari Relawan Peduli Bencana (RPB) Kota Padang.

“Dengan jumlah KK yang mencapai 17 dengan 58 jiwa, bantuan berupa terpal, selimut, tenda, selimut, dan sembilan bahan pokok (sembako) berupa telur, sarden, dan gula kami rasa sangatlah kurang,” ucap Lelen.

Terkait kapan warganya akan kembali ke kediaman masing-masing, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Batang Arau, Khairuddin (45) belum bisa memastikan hal tersebut.

“Mengingat cuaca yang belakangan gampang berubah, kita belum bisa prediksikan warga terdampak longsor akan kembali ke kediamannya ma­sing-masing,” katanya.

Pantauan Haluan, Selasa (18/10) sore, terlihat sejumlah pengurus Kelompok Siaga Ben­cana (KSB) Batang Arau, KSB Kecamatan Padang Selatan, LPM Batang Arau, dan Tenaga Kesejahteraan Sosial Ke­ca­matan (TKSK) Kecamatan Pa­dang Selatan berjaga-jaga untuk terus memonitor keadaan war­ganya guna mengantisipasi longsor susulan.

Kepada Haluan, putri Yus­nimar, Maris (42) menceritakan bahwa sebelum tumpukan lum­pur dari bukit menimpa rumah orang tuanya tersebut, pada Minggu (16/10) dinihari se­kitar pukul 02.00 WIB sudah terdengar suara semacam re­kahan dan getaran dari atas bukit. Namun, dirinya memilih tetap bertahan hingga pada akhirnya pada siang harinya tumpukan lumpur menimpa rumah yang dihuninya tersebut.

“Sekitar pukul 13.00 WIB, bagian depan rumah sudah dimasuki lumpu. Beruntung Amak (Ibu, red) sedang berada di rumah tetangga. Saya sendiri sedang berada di bawah karena kondisi saat itu hujan,” ucap Maris sembari menunjukkan video detik-detik terjadinya longsor tersebut.

Namun, dia menyebut ibu­nya tidak mengalami luka se­cara fisik. “Hanya saja beliau masih trauma,” sebutnya.

Sebelumnya diberitakan, cuaca ekstrem yang melanda Kota Padang selama beberapa hari terakhir menimbulkan longsor. PantauanHaluan di sej­umlah tempat yang ada di Kota Padang, seperti di banjir kanal yang ada di kawasan Kuranji, Siteba, dan Jati, debit air cukup tinggi. Tidak hanya itu, akibat hujan yang cukup deras, rumah milik Yusnimar, warga Batang Arau, RT 03 RW 03, Kecamatan Padang Selatan nyaris hancur ditimpa bebatuan yang datang dari bukit di kawasan Muaro tersebut, Minggu (16/10) sekitar pukul 14.00 WIB.

“Dalam kejadian tersebut, tidak ada korban jiwa. Yu­s­nimar dan warga sekitar sudah dievakuasi ke tempat yang lebih aman untuk meng­hin­dari ada­nya korban jiwa,” ucap Ketua Forum Kelompok Siaga Ben­cana (FKSB) Kota Padang, Zul­kifli kepada Haluan(h/mg-adl)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]