PBB Prihatin Krisis di Irak Utara


Kamis, 20 Oktober 2016 - 02:54:55 WIB
PBB Prihatin Krisis di Irak Utara

New York, HALUAN— Seorang pejabat senior PBB pada Selasa (18/10) menyuarakan keprihatinan yang mendalam atas peningkatan krisis kemanusiaan di Mosul, kota di Irak Utara.

Ia juga menyerukan p­e­nguatan upaya untuk me­lindungi perempuan dan anak perempuan di kota tersebut, sementara pasukan Irak beru­saha membebaskan Mosul dari petempur ISIS.

Baca Juga : Ini Mobil Pengangkut Jenazah Pangeran Philip, Sudah Dipersiapkan Sejak 2016

“Saya sangat prihatin dengan peningkatan cepat krisis kemanusiaan di Mosul, Irak, dan ancaman yang bertambah kuat terhadap kesehatan dan nyawa perem­puan hamil yang mungkin terputus dari perawatan kebi­danan darurat, yang bisa menyelamatkan nyawa,” kata Babatunde Osotimehin, Wa­kil Sekretaris Jenderal PBB dan Direktur Pelaksana Dana Penduduk PBB (UNFPA), di dalam satu pernyataan.

Di antara 200.000 orang yang tampaknya akan ke­hilangan tempat tinggal sela­ma beberapa pekan pertama operasi militer di Mosul, sebanyak 46.000 adalah pe­rem­puan dan anak perem­puan dalam usia produktif, termasuk tak kurang dari 8.000 orang yang hamil atau akan melahirkan, kata per­nyataan itu.

Baca Juga : Waduh! WHO Sebut Pandemi COVID-19 Masih Jauh dari kata Usai

Layanan penyelamat nya­wa harus dipertahankan dan bisa diakses oleh semua yang memerlukannya, katanya.

“Apakah kaum perem­puan hidup atau meninggal dalam krisis seringkali ter­gantung atas apakah mereka dapat mengakses layanan kesehatan reproduksi dan seksual. Itu seringkali berada di belakang keperluan men­desak lain seperti makanan dan tempat berteduh,” kata pernyataan tersebut.

Baca Juga : Mrs World, Kontes Kecantikan Khusus Wanita Bersuami yang Sempat Bikin Heboh

“Semua itu meliputi pe­rempuan hamil, yang mung­kin menghadapi potensi kom­plikasi saat melahirkan, kon­disi yang mengancam nyawa mereka, serta perem­puan menyusui, perawatan bayi sepanjang kekacauan,” kata pernyataan tersebut, seba­gaiman dikutip Xinhua.

Selain itu, banyak gadis remaja dan perempuan yang menjadi pengungsi di dalam negeri mereka terancam oleh kekerasan gender, termasuk perkosaan, serta pe­nyelundupan dan perbudakan seksual, kata pernyataan tersebut.

Baca Juga : Seekor Kucing Jadi Kepala Kepolisian di Jepang, kok Bisa?

UNFPA meningkatkan layanan darurat kesehatan reproduksi dan reaksinya terhadap kekerasan yang berlandaskan gender guna melindungi kesehatan dan nyawa kaum perempuan dan anak perempuan yang ter­jebak di tengah krisis saat ini —yang diperkirakan akan membuat kehilangan tempat tinggal lebih dari satu juta orang dalam beberapa pekan ke depan, katanya.

“Dana tambahan sangat diperlukan untuk menge­rahkan penyedia perawatan kesehatan dan melengkapi mereka dengan obat dan perlatan serta pasokan dasar lain kesehatan reproduksi,” katanya. (h/ant)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]