Revitalisasi Kebun Binatang


Kamis, 20 Oktober 2016 - 03:11:45 WIB

Kebun Binatang Bukittinggi adalah satu-sa­tunya kebun binatang yang terdapat di Sumatera Barat. Kebun binatang yang berada di pusat kota ini menjadi kebanggaan warga kota. Tak lengkap rasanya berkunjung ke Kota Bukittinggi jika tidak singgah di kebun binatang.

Kebun binatang ini dibangun oleh peme­rin­tahan Hindia Belanda pada tahun 1900-an, dengan nama Stormpark (Kebun Bunga). Pembangunan kebun binatang ini dirancang oleh Gravenzande, Controleur Belanda yang bertugas di Kota Bukittinggi pada waktu itu.

Pada awal pembangunannya, Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan ini hanya berupa taman yang belum mempunyai koleksi binatang, kemudian beberapa koleksi hewan mulai dimasukkan ke dalam taman tersebut, dan barulah pada tahun 1929  tepatnya pada tanggal 3 Juli taman ini dijadikan kebun binatang dengan nama Fort De Kocksche Dieren Park atau Kebun Binatang Bukittinggi oleh Dr. J. Hock.

Kemudian terjadi perubahan nama dari Fort De Kocksche Dieren Park menjadi Taman Puti Bungsu. Pada tahun 1995 melalui peraturan daerah No. 2 Tahun 1995 juga terjadi perubahan nama dari Taman Puti Bungsu menjadi Taman Marga Satwa dan Budaya Kinantan.

Saat ini, kebun binatang menjadi objek wisata andalan bagi Kota Bukittinggi. Dari kebun binatang yang memiliki luas sekitar 7,2 hektare ini pengunjung dapat pula ke objek wisata Benteng Fort de Kock yang dihubungkan oleh Jembatan Limpapeh.

Harus diakui, perawatan kandang-kan­dang dan hewan yang berada di kebun binatang cukup mahal. Kandang-kandang yang ada lama kelamaan satu-persatu mulai rusak. Lagipula kandang-kandang hewan di Kebun Binatang Bukittinggi dinilai tidak memenuhi standar internasional.

Untuk membangun atau katakanlah merevitalisasi kebun binatang ini jelas tak sanggup didukung kalau hanya dengan Anggaran Pendapatan dan Belanda Daerah (APBD) Kota Bukittinggi. Jika dipaksakan, tentu akan mengganggu anggaran untuk sektor lainnya yang harus menjadi prioritas.

Dalam pada itu, datang kabar gembira. Sebagai tindak lanjut pertemuan PKBSI dengan Presiden Republik Indonesia pada 30 September 2015 lalu, Kebun Binatang Bukttinggi ditunjuk sebagai proyek percon­tohan revitalisasi kebun binatang milik pemerintah di Indonesia.

Kabar ini sudah pasti menggembirakan ki­ta semua, tak hanya warga Kota Bukittinggi tapi masyarakat Sumbar. Dana yang akan di­gulirkan untuk revitalisasi kebun binatang ini mencapai Rp125 miliar yang diambilkan da­ri dana CSR (Corporate Social Respon­si­bility).

Sayangnya, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) belum siap menerima dana bantuan dari CSR untuk selanjutnya bakal diteruskan kepada dua kebun binatang di Indonesia. Selain Kebun Binatang Bukittinggi juga Kebun Binatang Solo.

Seperti dikemukakan Kepala Kebun Binatang (Taman Marga Satwa dan Budaya) Bukittinggi,  M Ikbal, Kementerian Lingku­ngan Hidup selama ini hanya mengelola bantuan untuk satwa, tidak ikut campur dalam urusan pembangunan prasarana kebun binatang.

Langkah yang dilakukan PKBSI menyu­rati Kementerian Lingkungan Hidup sudah tepat. Segala yang menjadi kendala bisa diselesaikan sepanjang tidak berbenturan dengan undang-undang dan ketentuan hukum lainnya. Kita tentunya berharap, revitalisasi Kebun Binatang Bukittinggi ini tetap bisa dilaksanakan. Bukittinggi sebagai destinasi wisata utama di Sumbar makin menarik bagi pengunjung. (*)


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Jumat, 02 September 2016 - 03:05:19 WIB

    Revitalisasi Peternakan Rakyat

    Revitalisasi Peternakan Rakyat Kita tahu bahwa seiring meningkatnya jumlah penduduk dan laju pertumbuhan ekonomi suatu negara, maka kebutuhan masyarakat di bidang pangan pun akan meningkat. Komoditas pangan menjadi salah satu aspek yang mempengaruhi kehidu.
  • Kamis, 23 Juni 2016 - 04:33:50 WIB

    Merevitalisasi Tribrata-Polri

    Merevitalisasi Tribrata-Polri Syahdan, surat pencalonan Kepala BNPT Komjen Tito Karnavian sebagai Kapolri telah sampai ke Dewan Perwakilan Rakyat pada Rabu lalu (15/6). Meskipun Rapat Paripurna DPR belum dilaksanakan guna membacakan surat tersebut, jalan .
  • Sabtu, 05 Desember 2015 - 03:47:19 WIB

    Revitalisasi Hukum di Sektor Agraris Kita

    Revitalisasi Hukum di Sektor Agraris Kita Indonesia me­ru­pakan salah satu negara agraris yang ada di dunia. Se­bagian profesi masya­rakat di negara ini adalah di sektor pertanian. Namun Indonesia kesulitan dalam memenuhi kebutuhan pa­ngan di dalam negeri. Jum­.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM