DARI MUSDA IV PHRI SUMBAR

Butuh Standarisasi Keamanan Objek Wisata


Kamis, 20 Oktober 2016 - 03:25:49 WIB
Butuh Standarisasi  Keamanan Objek Wisata PENGUSAHA yang tergabung dalam Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumatera Barat berfoto bersama dengan Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit, sebelum melaksanakan Musda, Rabu (19/10).

PADANG, HALUAN — Per­himpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumatera Barat melaksanakan Musya­warah Daerah (Musda IV), Rabu (19/10). Musda tersebut me­ngusung spirit agar destinasi wisata Sumbar bisa kompetitif dengan daerah lainnya.

Musda IV PHRI dibuka langsung oleh Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit dan Ketua Umum PHRI Indonesia Hariyadi B Sukamdi, Ketua PHRI Sumatera Barat Maulana Yusra, Korwil Sumbar, Sekjend PHRI dan Kementrian Pari­wisata juga hadir langsung.

 Ketua Umum PHRI Hariyadi B Sukamdani dalam sam­but­an­nya mengatakan, berbicara pa­ri­wisata, tidak bisa dilepaskan dengan komitmen pemerintah, karena berkaitan dengan ke­bijakan dan anggaran. “Tidak bisa bekerja secara sendiri. Namun, harus bekerjasama de­ngan pihak pemerintah lainnya, industri,  akademisi, komunitas, media dan unsur-unsur lain parawisata. Pariwisata tidak berdaya kalau tidak dibantu oleh berbagai pihak, termasuk ke­amanan di dalamnya,” ujarnya.

Dengan meningkatnya kua­litas keamanan dan kenya­manan, maka akan meningkat pula wisatawan yang akan da­tang. Agar meningkatnya kua­litas keamanan dan ke­nya­manan diperlukan standarisasi atas produk-produk yang di­berikan perusahaan kepada wisatawan.

Selain itu, pihaknya sangat berharap untuk di wilayah Sumatera Barat sendiri agar dilakukan koordinasi yang baik dengan pihak kemananan se­perti Polisi Pramong Praja (Pol PP). Agar tidak terjadi hal-hal yang mungkin saja bisa me­nimbulkan terganggunya ke­nya­manan pengunjung. Ter­masuk saat Pol PP me­lak­sa­nakan razia. “Marilah sama-sama kita menjaga image yang baik untuk perhotelan dan pariwisita Indonesia, khususnya di Sumbar,” ungkapnya.

Sementara Ketua PHRI Sum­bar Maulana Yusran me­nye­butkan, ada sekitar 102 industri PHRI yang terdiri dari restoran, rumah makan, sentra oleh-oleh, catering, rumah karaoke dan lain sebagainya. “Pariwisata se­be­narnya tidak hanya berkaitan dengan ma­salah-masalah yang murni be­rada pada ranah eko­nomi. Ma­salah-masalah sosial, budaya dan perlindungan ling­kungan hidup, juga menjadi bagian dari ke­pariwisataan. Intinya, akti­vitas ini men­da­tangkan orang yang berasal dari latar belakang status sosial dan kebudayaan yang mungkin sa­ngat berbeda. Bukan hanya itu saja, namun dapat dikatakan sektor pa­ri­wisata menyentuh seluruh bi­dang ke­hidupan ma­syarakat, dengan potensi per­soalannya masing-masing,” pa­par Mau­lana. Ke­giatan Musda IV dilanjutkan dengan pe­ngukuhan ketua PHRI Sumbar untuk pe­riode se­lan­jutnya. (h/mg-ina)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]