Rp65 M Dana Pusat Ditarik, DPRD Kota Solok Meradang


Jumat, 21 Oktober 2016 - 01:32:25 WIB

SOLOK, HALUAN — DPRD Kota Solok meradang. Ini dipicu karena DPRD menilai kinerja beberapa Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang tidak becus dalam penyelesaian pembebasan tanah untuk pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), pembangunan Gelanggang Olahraga (GOR) dan Embung Payo untuk sumber air PDAM dan pengairan.

“Padahal, pemerintah pusat sudah mengalokasikan dana untuk pembangunan 3 paket kegiatan itu untuk Kota Solok. Masalah tidak tuntasnya pem­bebasan lahan yang dilak­sana­kan oleh sejumlah SKPD, dana itu akhirnya kembali ke pusat. Ini bukti banyak kepala SKPD yang tidak becus kerjanya,” tegas Ketua DPRD Kota Solok, Yutriscan kepada Haluan usai sidang paripurna Jumat lalu.

Padahal, Wali­kota Solok Zul Elfian sudah serius untuk pembangunan 3 paket kegiatan tahun 2016 ini. Keseriusan Walikota Solok ini juga dibuktikan denga disetu­juinya anggaran pusat untuk Kota Solok oleh pemerintah pusat.

“Sayangnya pimpinan SKPD terkait tidak serius me­lak­sanakan tugasnya. Sangat disayangkan, dana sebesar Rp65 miliar ini ditarik lagi ke pusat,” ucap Yutriscan menyayangkan.

Menyikapi persoalan ini, lanjut Ketua DPRD Kota Solok ini lagi, Walikota Solok, Zul Elfian harus bersikap tegas terhadap pimpinan SKPD yang berhubungan langsung dengan kegiatan itu. “Kalau memang para pimpinan SKPD ini tidak serius dalam mendukung prog­ram Walikota Solok, ya seba­iknya dipertimbangkan untuk menjabat dan angkatlah orang-orang yang seirama dengan visi misi Walikota Solok,” ulas Yustrican.

Menyangku pembebasan lahan ini, dikatakan Yustrican, tidak bisa dituntaskan oleh para pimpinan SKPD yang bersang­kutan. Padahal, kegiatan ini sudah direncanakan sejak tiga tahun lalu. “Lebih pintar deve­loper dalam membebaskan tanah dibanding aparatur Peme­rintah Kota Solok. Developer saja, 1 bulan tuntas membe­baskan tanah dan bisa mem­bangun perumahan. Kok Pem­ko Solok melalui tim yang dibentuk tidak bisa tuntas?,” tutur Yutriscan memperta­nyakan.

Kendati demikian, Yustri­can tetap mengingatkan Wali­kota Solok untuk memper­timbangkan pimpinan SKPD terkait untuk promosi jabatan­nya. “Kalau bisa, pimpinan SKPD yang tidak becus ini jangan dikasi jabatan,” tegasnya lagi.

Menanggapi hal ini, Wali­kota Solok, Zul Elfian sebelum­nya sempat mengakui pembe­basan tanah masih dalam taha­pan proses oleh tim yang diben­tuk.

Tiga paket pembangunan yang diusung Walikota Solok ini disebut menjadi prioritas utama yang menjadi dambaan ma­syarakat Kota Solok.

Pada Rencana Pemb­a­ngu­nan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Solok 2016-2021, sudah ditungkan pem­bangunan GOR, RSUD dan Embung Payo untuk pengairan dan sumber air PDAM, sa­yangnya sampai saat ini belum ada titik terang dalam pem­bebasan lahan. (h/alf/hel)


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Rabu, 21 November 2018 - 11:19:38 WIB

    Payakumbuh akan Terima Dana Desa Rp655,86 M

    Payakumbuh akan Terima Dana Desa Rp655,86 M PAYAKUMBUH, HARIANHALUAN.COM- Sejak Senin hingga Rabu (19-21/11) ini,  bertempat di ruang rapat DPRD Kota Payakumbuh, Jalan Sukarno-Hatta, Koto nan Ampek, masih akan berlangsung Rapat Kerja antara Banggar (Badan Anggaran) DP.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: redaksi[email protected]
APP HARIANHALUAN.COM