Penyaluran Dana KUR, Pemerintah dan Perbankan Dinilai Belum Bersinergi


Jumat, 21 Oktober 2016 - 01:34:00 WIB

PADANG, HALUAN — Pakar Ekonomi Kerakyatan, Syafrizal Can, mengatakan pemerintah dan perbankan tidak bersinergi dalam penyaluran penyempurnaan dana Kredit Usaha Rakyat (KUR). Kedua pihak tersebut tidak bekerja sama dengan baik sehingga banyak kendala yang terjadi di lapangan dalam penyaluran dana KUR kepada pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

"Selama ini, fakta yang sering teradi ialah kurangnya kerja sama pemerintah dengan perbankan. Untuk itu, harus ada perbaikan mekanisme dan penyempurnaan pe­nya­luran dana KUR kepada pe­laku UMKM," ujarnya saat diskusi dalam diskusi ke­lompok terpumpun (forum group discussion) bersama perbankan, pemerintah, dan pelaku usaha, di Kantor Gra­ha Pena, Jl. Adinegoro No. 17a, Padang, Rabu (20/10).

Menurut Syafrizal, agar penyaluran dana KUR suk­ses, pemerintah harus me­lakukan pembinaan kepada pelaku UMKM, baik yang sudah di­se­tujui persya­ratan­nya oleh bank penyalur dana KUR maupun kepada pelaku UMKM yang ditolak per­ban­kan.

"Pelaku UMKM yang dito­lak juga harus diberi pem­binaan agar bisa belajar dan mengajukan lagi per­mohonan untuk mendapatkan KUR untuk disetujui. Namun, hal demikian belum dilakukan pemerintah. Demikian juga bagi perbankan. Perbankan hen­daknya bisa berkoordinasi dengan pemerintah agar pe­laku UMKM bisa terbantu dan meningkatkan UMKM kecil menjadi menengah hing­ga besar. Kerja sama demikian yang harus diciptakan," tu­turnya.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sumatera Barat, Zirma Yusri membantah peni­laian itu. Ia mengklaim bahwa pihaknya sudah bersinergi dengan perbankan dalam penyaluran dana KUR.

Ia juga mengklaim bahwa pihaknya sudah membina dan memantau pelaku UMKM-apa pun jenis usa­hanya-agar lebih maju. Pem­binaan ter­sebut sudah dila­kukan sejak beberapa tahun yang lalu. Pada tahun ini saja, kata Zirma, sudah ada 30 angkatan pelaku usaha yang dibina.

"Itu belum termasuk pe­laku UMKM yang kami bina pada kunjungan di lapangan. Pelaku UMKM yang dibina sudah memiliki wawasan administrasi keuangan, pe­ma­haman tentang pelayanan ke­pada konsumen, dan pe­ma­saran produk. Jadi, pem­bi­naan yang sudah dilakukan itu sudah terbukti berhasil. Buk­tinya bisa dilihat dari ting­ginya angka penerima dan KUR. Pada tahun ini saja, sudah sekitar 111 ribu pelaku UMKM yang menerima dana KUR. Bukti lainnya juga bisa dilihat dari peningkatan pe­nyaluran dana KUR. Pada tahun lalu, BRI menyalurkan sekitar Rp756 miliar dana KUR. Pada tahun ini, BRI sudah menyalurkan sekitar Rp2,3 triliun dana KUR. Belum lagi penyaluran dana KUR dari bank lain," tutur Zirma saat diwawancarai Ha­luan.

Sehubungan dengan pe­nilaian yang menyebutkan bahwa pemerintah belum membina pelaku UMKM, Zirma mengatakan bahwa penilaian itu tidak berdasar. Menurutnya, penilaian itu terjadi karena belum adanya data yang mendetail tentang pelaku UMKM yang men­dapatkan dana KUR.

Ia pun meragukan pe­ni­laian pekar ekonomi ke­rak­yatan tersebut karena peni­laian tersebut hanya berupa pendapat, bu­kan ber­dasarkan data.

Sementara itu, Ketua Ka­mar Dagang dan Industri (Kadin) Sumbar, Budi Syu­kur mengatakan, pelaku UMKM harus punya ke­inginan untuk maju karena secara umum Sumbar punya potensi lebih besar dan le­bih baik daripada daerah lain. Ia meminta pela­ku UMKM untuk me­man­faat­kan potensi tersebut.

Hal penting lainnya yang harus dilakukan pelaku UMKM, menurut Budi Syukur ialah memperkuat jaringan dengan pengusaha lain, baik pengusaha besar maupun me­nengah, di Sumbar dan luar daerah.

Pada zaman ini, kata Budi Syukur, pelaku bisa lebih mudah meluaskan jaringan dengan pengusaha lain ka­rena didukung oleh kecang­gihan teknologi. "Kita sudah dibantu dengan teknologi canggih zaman sekarang, seperti men­jual secara online. Man­faat­kanlah semua tek­nologi yang ada sehingga industri yang dihasilkan bisa dipasarkan melalui Internet," katanya. (h/win)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis, 11 Juni 2020 - 00:38:47 WIB

    Bank Nagari Kawal Penyaluran Dana BLT Covid-19 di Pasbar

    Bank Nagari Kawal Penyaluran Dana BLT Covid-19 di Pasbar HARIANHALUAN.COM - Kepala Cabang Bank Pembangunan Daerah (BPD) atau Bank Nagari Simpang Empat, Irsyan Pasya turun langsung ke lapangan dalam penyaluran dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk masyarakat yang terdampak Covid-1.
  • Selasa, 11 Februari 2020 - 08:02:24 WIB

    Hore..! Penyaluran Dana Desa Dipercepat, Tiap Desa Terima Rp960,59 Juta

    Hore..! Penyaluran Dana Desa Dipercepat, Tiap Desa Terima Rp960,59 Juta JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -- Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan bahwa terdapat perbedaan mekanisme dalam penyaluran Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) di tahun 2020, bukan saja dalam dana Bantuan Operasional Sekolah.
  • Rabu, 18 Mei 2016 - 03:31:46 WIB

    SIKP Mudahkan Penyaluran KUR untuk UMKM

    SIKP Mudahkan Penyaluran KUR untuk UMKM PARIAMAN, HALUAN — Pemerintah Kota Pariaman dan Kementerian Keuangan melalui Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan Negara (Kanwil DJPBN) Provinsi Sumbar, menandatangani nota kesepahaman mengenai Sistem Informasi Kredit Progr.
  • Rabu, 30 Desember 2015 - 02:05:53 WIB

    Penyaluran Kredit UMKM Sumbar Capai Rp14,7 Triliun

    PADANG, HALUAN — Ba­nk Indonesia perwakilan Sumatera Barat (Sumbar) mencatat penyaluran kredit Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di da­erah itu mencapai Rp14,7 triliun pada triwulan III 2015 atau hanya tumbuh sekitar.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]