PADI SERING DIGAGAHI TIKUS

Warga Sinuruik Tolak Bala


Jumat, 21 Oktober 2016 - 01:43:03 WIB
Warga Sinuruik Tolak Bala Bupati Pasaman Barat Syahiran didampinggi Kepala SKPD dan Camat Kecamatan Talamau menghadiri Tolak Bala di Sinuruik, Kamis (20/10). (IDENFI SUSANTO)

PASBAR, HALUAN — Gagal panen mencapai 200 ha lahan sawah di Nagari Sinuruik Kecamatan Talamau yang disebabkan oleh hama tikus membuat masyarakat setempat melakukan tolak bala. Selain menolak hama tikus masyarakat setempat juga berharap perbaikan irigasi.

Bupati Pasaman Barat Sya­hiran dalam sambutannya di Jorong Kemajuan Nagari Si­nuruik Kecamatan Talamau, Kamis (20/10) tolak bala yang di­lakukan harus dibarengi de­ngan sikap masyarakat. Apalagi, di kawasan Talamau merupakan lumbung padinya Pasaman Barat. Dalam kesempatan itu Syahiran juga membagaikan racun tikus untuk para petani.

“Talamau merupakan lum­buk padinya Pasbar, tidak ada lahan kita yang sawah sekarang ini selain Talamau. Semuanya sudah berganti sawit. Saya minta kepada masyarakat Ta­lamau ini agar tidak tergoda dengan sawit, mengganti tan­a­man padi ke sawit,” himbau Syahiran.

Selain itu, kawasan Talamau merupakan kawasan yang dingin dan tidak akan pernah cocok jika ditanam dengan sawit. “Kalau soal tikus mari kita buru bersama, baik dengan menggunakan hama tikus maupun dengan cara yang lain,” papar Syahiran.

Syahiran juga me­minta petani yang ada di Talamau, untuk me­nye­langnyelingi ta­na­man padi, setelah itu cabe dan ikan. Jika masyarakat masih ga­gal panen padi ketika sudah melakukan itu. Maka asuransi petani wajib diikuti. “Asuransi petani ini juga harus diikuti petani. Ini untuk berjaga-jaga, kalau gagal panen juga,” tutur Syahiran.

Walinagari Sinuruik Prian­ton dalam sambutannya me­nyampaikan, bahwa petani yang ada di wilayahnya pernah gagal panen mencapai 200 Hektar. Dengan adanya gagal penen itu petani mengusulkan untuk melakukan Tolak Bala. “Hama tikus yang melanda tanaman petani benar-benar membuat petani kecewa. Sebab, kemarin itu kami mencoba bercocok tanam dua kali set­ahun. Tahun pertama berhasil namun tahun ke dua gagal panen,” papar Prianton.

Selain gagal panen, Sinuruik juga butuh perbaikan irigasi. Jika hujan turun kelebihan air dan ketika hujan tidak datang sawah kekeringan. Masyarakat Sunuruik minta kepada Pemda untuk perbaikan irigasi ini. (h/idn/ows)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]