HASIL ASESMENT MENYELURUH BNN PUSAT

Dua Anggota DPRD Positif Nyabu


Jumat, 21 Oktober 2016 - 01:48:13 WIB

Badan Narkotika Nasional (BNN) memastikan, dua anggota DPRD Padang Pariaman memang mengonsumsi sabu dan wajib menjalani pemeriksaan lanjutan. Dengan keluarnya hasil itu, beberapa pengamat menilai, keduanya harus dipecat karena sudah mencoreng nama wakil rakyat, yang seharusnya steril dari barang haram.

PADANG, HALUAN – Dalam jumpa pers, Kamis (20/10), Kepala BNNP Sumbar Ali Azhar  me­nga­takan, dalam pemeriksaan BNN Pusat, ditemukan indikasi Januar Bakri dan Salaman Hardani mengkonsumsi ampethamine atau sabu -sabu dalam tahap coba pakai. “Mereka terbukti memakai sabu, sesuai hasil peme­riksaan,” terang Ali Azhar.

Dilanjutkan Ali Azhar, Januar Bakri dan Salaman Hardani harus dilakukan penanganan lebih lanjut. “Keduanya harus mengikuti pemeriksaan lanjutan dengan dokter spesialis yang disiapkan oleh BNNP. Psikolog juga akan mela­kukan pemeriksaan terhadap keduanya. Sekarang keduanya menjalani rawat jalan dan wajib untuk konsultasi kepada BNNP sebanyak delapan kali,” ujarnya.

Hal yang meringankan, hasil tes urine dan rambut terhadap anggota DPRD Padang Pariaman Fraksi PDIP dan Demokrat ini dinyatakan negatif. “Mes­ki pemeriksaan urine dan rambut negatif, akan tetapi hasil asesment membuktikan mereka menggunakan sabu se­hingga harus melapor kepada BNNP. Mulai besok mereka wajib lapor,” tegas Kepala BNNP Sumbar.

Dia menyebutkan, asesment lanjutan bertujuan untuk meng­gali apakah penderita sudah terbebas dari narkoba atau belum. “Dalam asesment lanjutan ini akan dilakukan rangkaian tes yang harus dijalani. Tujuannya untuk menyembuhkan ketergan­tungan terhadap narkoba,” kata dia

Bersikukuh Tidak Tahu

Anggota DPRD Padang Paria­man Fraksi Demokrat, Januar Bakri bersikukuh dirinya tidak tahu, kalau yang dikonsumsinya itu sabu. Kemudian pihaknya juga tidak mengetahui siapa saja orang yang berada di TKP ter­sebut, yang dia tahu hanya mereka berdua. “Saya tidak kenal dengan orang-orang yang berada di da­lam kamar itu, apalagi orang yang mengambil video,” akunya.

Dia juga memastikan, akan mengikuti seluruh prosedur yang BNNP Sumbar minta. “Saya ber­usaha mengikuti semua meka­nisme yang ada. Semuanya saya serahkan kepada partai, termasuk kebijakan yang akan mereka ambil. Ini menjadi pelajaran berharga bagi kami, sehingga ke depan dapat lebih mawas diri, sehingga kepercayaan masyarakat terhadap kami, dapat kami jaga dengan baik,” jelas dia.

Ditegaskannya, dengan hasil yang disampaikan BNN, dirinya siap membantu BNNP untuk mensosialisasikan anti narkoba. Karena, narkoba benar-benar bisa merusak generasi muda, sehingga ke depan tidak ada lagi generasi muda yang terlibat penyalah­gunaan narkoba. “Kami siap bekerja sama dengan BNNP Sum­bar mensosialisasikan anti narkoba,” tegasnya.

Hal yang sama disampaikan anggota DPRD Fraksi PDI Per­juangan, Salman Hardani. Menu­rutnya, meski dirinya sudah men­dapatkan respon dari berbagai kalangan. Namun, dia tetap menjadi kasus tersebut pelajaran paling berharga. Karena kasus tersebut membuat dirinya untuk introspeksi diri. “Ini pelajaran berharga bagi saya, sehingga ke depan saya bisa belajar lebih banyak dari kejadian ini,” ujarnya.

Menurutnya, apa yang dila­kukannya tersebut benar-benar tidak diketahuinya. Oleh karena itu, keluarnya hasil dari BNN hasil tes urine dan rambut menguatkan kalau apa yang mereka sampai selama ini. “Soal penyebar video kami tidak akan bicara banyak, biarkan proses hukum berjalan. Kami menghormati proses hu­kum,” tegasnya.

Sementara, Direktur Narkoba Polda Sumbar Kombes Pol Kum­bul mengatakan, dari hasil peme­riksaan Januar dan Saleman terin­dikasi mengkosumsi ampetho­mine atau sabu-sabu, dan mereka harus menjalani rawat jalan.

Namun mereka masih tidak mengaku memakai barang haram tersebut. Meskipun begitu pihak­nya masih melakukan penyeli­dikan dengan mencari orang lain yang berada di TKP. Selain itu, dua anggota DPRD tersebut juga tidak mau menyebutkan dari­mana asal barang haram itu. “Salah satu cara untuk mengung­kap semuanya, kami akan cari orang yang mengambil video dan menggunggahnya,” pungkasnya.

Kami berharap orang yang mendokumentasikan video mau memberikan informasi , karena informasi tersebut sangatlah penting.

“Orang yang mengambil vi­deo merupakan saksi yang sangat penting,” tuturnya. Hingga saat ini Polda Sumbar sedang melakukan pengecekan terhadap pengambil dan pengunggah video.

Harusnya Dipecat

Praktisi hukum Oktavianus Rizwa menyebutkan, dalam kasus video sabu dua anggota DPRD Padang Pariaman. Ada dua hal yang harus dipisahkan. “Pertama, terkait kasus videonya. Kedua, baru upaya hukum, seperti yang dilakukan BNN. Ada dua peris­tiwa. Tidak bisa disatukan saja,” ungkap Oktavianus Rizwa.

Untuk kasus video sabu, yang diakui keduanya, menurut Okta­vianus merupakan pelanggaran berat, yang juga harus diberikan sanksi berat. “Sebagai wakil rakyat, keduanya harus menjaga sikap dan etika. Bukan malah melakukan hal-hal yang membuat cacat moral. Partai sebagai pemi­lik kekuasaan penuh terhadap kadernya, mesti memberikan sanksi tegas. Kalau perlu dipecat. DPRD harusnya bersih dari orang-orang yang memiliki prilaku tak lazim,” papar Oktavianus.

Jika sanksi berat tidak diberi­kan partai, menurut Oktavianus, harus dipertanyakan komitmen partai dalam pemberantasan narkoba. “Jika tidak ada sanksi, tentu patut pula dipertanyakan komitmen partainya,” ungkap aktivis yang memimpin Forum Peduli Sumatera Barat.

Senada, pengamat kebijakan publik dari Revolt Institute Eka Vidia menyebut, akan lucu ja­dinya kalau kasus video sabu yang menggemparkan Indonesia itu selesai begitu saja, dengan keluarnya hasil assessment BNN. “Badan Kehormatan (BK) DPRD Padang Pariaman harusnya mela­kukan wewenangnya untuk me­nin­daklanjuti perkara ini. Hasil pemeriksaan BNN tidak meng­hilangkan perbuatan keduanya yang sudah mengkonsumsi sabu. Mereka kan sudah mengakui itu,” kata Eka. (h/mg-ina)


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Jumat, 03 April 2020 - 15:26:36 WIB

    Lagi! Dua Orang Terkonfirmasi Positif di Padang

    Lagi! Dua Orang Terkonfirmasi Positif di Padang PADANG, HARIANHALUAN.COM -- Jumlah pasien terkonfirmasi positif virus korona (Covid-19) di Kota Padang terus bertambah. Jumat (3/4/2020) pagi, ada tambahan dua orang lagi positif corona lagi. Kasus ini bertambah menjadi 8 kas.
  • Jumat, 27 Maret 2020 - 20:01:46 WIB

    UPDATE: Dua Warga Padang Positif Corona, Salah Satunya Petugas Medis

    UPDATE: Dua Warga Padang Positif Corona, Salah Satunya Petugas Medis PADANG, HARIANHALUAN.COM -- Enam warga Sumatra Barat dipastikan positif terinfeksi korona, dua diantaranya diketahui berasal dari Kota Padang. Kedua orang positif korona di Padang adalah seorang petugas medis dan seorang yang.
  • Senin, 24 Februari 2020 - 07:51:55 WIB

    Dua Kasat dan Tiga Kapolsek di Polresta Padang Dimutasi

    Dua Kasat dan Tiga Kapolsek di Polresta Padang Dimutasi PADANG, HARIANHALUAN.COM -- Gerbong mutasi di jajaran Polresta Padang kembali berjalan. Dua Kasat dan tiga Kapolsek berganti. Gerbong mutasi tersebut sesuai dengan surat telegram Kapolda Sumbar dengan momor ST/259/III/KEP./20.
  • Ahad, 12 Januari 2020 - 21:35:14 WIB

    Satpol PP Padang Amankan Dua Orang 'Pak Ogah'

    Satpol PP Padang Amankan Dua Orang 'Pak Ogah' PADANG, HARIANHALUAN.COM -- Keberadaan "Pak Ogah" di sejumlah ruas jalan di Kota Padang membuat resah sebagian pengguna jalan kota Padang dikarenakan dapat membahayakan keselamatan pengendara maupun pak ogah..
  • Rabu, 01 Januari 2020 - 20:09:32 WIB

    Polda Sumbar Tingkatkan Waspada Pasca Dua Terduga Teroris Ditangkap

    Polda Sumbar Tingkatkan Waspada Pasca Dua Terduga Teroris Ditangkap PADANG, HARIANHALUAN.COM - Kapolda Sumbar, Irjen Pol Toni Harmanto menyebut akan meningkatkan kewaspadaan akan adanya serangan teroris di markas polisi..
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM