Rapat Sering Molor, Kredibilitas Anggota Dewan Dipertanyakan


Sabtu, 22 Oktober 2016 - 00:55:38 WIB

LIMAPULUH KOTA, HALUAN — Sikap disiplin anggota DPRD Kabupaten Limapuluh Kota dipertanyakan. Pasalnya, agenda sidang sering terganggu karena kehadiran anggota dewan tidak mencukupi hingga tak jarang mengakibatnya sidang tertunda karena tidak memenuhi kuota forum (kuorum).

Dari 35 anggota dewan yang ada, kehadiran anggota dewan yang terhormat itu minimal hanya 18 orang. 

Kasus terbaru tergang­gunya agenda persidangan di DPRD Limapuluh Kota itu terjadi pada Jumat (21/10). Padahal, sesuai undangan yang telah dilayangkan pim­pinan DPRD setempat, si­dang paripurna penyampaian jawaban bupati terhadap pandangan umum fraksi-fraksi terhadap APBD-P ta­hun 2016 akan digelar pukul 10.00 WIB.

Namun kenyataannya, ketika sidang paripurna DP­RD itu mulai dibuka Wakil Ketua DPRD, Sastri Andiko, jumlah anggota dewan yang menhadiri rapat ini hanya setengahnya saja. Ini mem­buat sidang terpaksa ditunda kembali hingga pukul 11.00 WIB sampai kuota forum terpenuhi.

Terundurnya sidang pari­purna DPRD yang sudah sempat dihadiri Bupati Ir­fendi Arbi, sejumlah kepala SKPD serta undangan lain itu, mendapat kritikan tajam dari sejumlah tokoh m­asya­rakat dan wartawan yang menghadiri sidang tersebut. “Ada kesan, para wakil rak­yat yang katanya terhormat telah meremehkan pihak eksektif. Sebagai wakil rak­yat, seharusnya para anggota dewan itu menghormati ekse­kutif juga,” ujar wartawan Amchandra berkomentar.

Seharusnya anggota DP­RD dalam agenda persi­dangan itu  memberikan con­toh yang baik kepada ma­syarakat. Sebagai wakil rak­yat, sepatutnya para anggota dewan yang terhormat itu memperlihatkan contoh yang baik. Padahal, tahun 2019 sudah dekat. “Tentunya, masyarakat akan malas pula untuk memilih anggota dewan yang pemalas itu,” ujarnya. 

Ketua Komisi III DPRD setempat, Armen, ketika diminta komentarnya terkait lemahnya disiplin anggota dewan untuk menghadiri agenda-agenda sidang DP­RD, menduga adanya keti­dakcocokan anggota ditubuh fraksi-fraksi akibat penyam­paian pandangan umum yang sering memberikan kritika-kritikan tajam kepada ek­sekitif. Selain itu, sebagian anggota dewan pergi melayat ke rumah duka orangtua salah seorang anggota dewan me­ninggal dunia.

Sementara, Wakil Ketua DPRD, Sastri Andiko juga menyebutkan, terundurnya sidang paripurna disebabkan sebagian anggota DPRD te­ngah pergi melayat. Sebab, orangtua salah seorang ang­gota dewan meninggal du­nia. Namun, dia tidak mem­bantah terkait sering ter­undurnya jadwal sidang yang telah disepakati itu. Sehingga mengakibatkan sidang yang telah teragenda itu sering tertunda.

“Memang tadi jadwal sidang paripurna sempat diskor, karena teman-teman anggota dewan tengah pergi melayat. Namun, memang kita akui bahwa, kerapnya sidang paripurna diskor dise­babkan jumlah yang hadir tidak memenuhi kuorum,” ucap politisi Demokrat itu ketika dihubungi wartawan, Jumat siang (21/10). 

Sastri Andiko juga ber­harap agar anggota DPRD lebih disiplin, sehingga bisa menghormati jadwal yang sebelumnya telah disepakati. Termasuk kepada pimpinan fraksi untuk bisa memberikan penekanan kepada anggota fraksinya untuk mentaati jadwal. “Tapi yang jelas, sidang paripurna DPRD Li­ma­puluh Kota itu sempat diskor, namun satu jam ke­mudian sidang paripurna mendengarkan penyampaian jawaban Bupati terhadap pandangan umum fraksi-fraksi dapat dilanjutkan,” ulasnya. (h/zkf)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]