Bukittinggi Siapkan Perwako Bagi Pemandu Wisata


Sabtu, 22 Oktober 2016 - 00:57:25 WIB
Bukittinggi Siapkan Perwako Bagi Pemandu Wisata Pemko Bukittinggi lakukan hearing dengan pramuwisata Bukittinggi untuk mengenalkan draf rancangan Peraturan Walikota (Perwako) tentang pramuwisata di Balaikota, Kamis (20/10). (YURSIL)

BUKITTINGGI, HALUAN — Pemko Bukittinggi melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) mengadakan hearing (dengar pendapat) dengan pra guide (Pramuwisata) se-Kota Bukittinggi, Kamis (20/10).

Pertemuan berlangsung di Aula Balaikota dibuka langsung oleh Wakil Walikota, H. Ir­wandi dan dihadiri Ka­dis­budpar Melfi Abra serta Sek­retaris Emil Anwar.

Pertemuan juga dihadiri Ketua Asita Rafles, Ketua Himpunan Pramuwisata In­donesia (HPI), Edward dan Sekretaris, Abdi serta puluhan pemandu wisata yang bertugas di Kota Wisata. Pertemuan penuh kekeluargaan itu me­ngenalkan draf rancangan Pera­turan Walikota Bukittinggi tentang pramuwisata yanmg telah disiapkan Disbudpar.      

Pramuwisata, menurut Wa­kil Walikota, Irwandi, dituntut memiliki pandangan sama terhadap Bukittinggi dalam menyampaikan informasi ke­pada wisatawan, baik  asing maupun nusantara. Selain itu, mereka yang juga akrab dengan sebutan guide itu mesti me­nguasai seluk-beluk Kota Jam Gadang, sehingga tidak salah menyampaikan informasi. “Ja­ngan sampai salah memberikan penjelasan kepada tamu asing, karena hal itu bisa jadi bu­merang. Untuk itu, pelaku wisata harus bisa bersinergi dengan Pemerintah Kota Bu­kittinggi,” tegasnya.

Disisi lain, pramuwisata melalui organisasi yang me­naunginya juga dituntut mem­berikan standar pelayanan sama. Jangan beda antara satu dan lain, misalnya dalam pem­biayan, ataupun perolehan fee (jasa). Sebab, jika terjadi per­bedaan, bisa saja tamu asing merasa tertipu dan menyatakan ogah untuk datang lagi. “Ini kerugian kita jika hal itu ter­jadi,” tuturnya.

Karena itulah, menurut Irwandi lagi, perlu aturan yang menaungi aktivitas pra­mu­wisata di Kota Bukittinggi, sehingga mereka nyaman da­lam menjalani profesi, di sam­ping juga berkontribusi positif mendukung pengembangan pariwisata sebagai produk andalan Bukittinggi.

Disisi lain, menurut Melfi Abra pihaknya telah me­nyi­apkan rancangan peraturan walikota tentang pramuwisata, tujuannya sama sekali bukanlah untuk membatasi gerak mereka melainkan untuk  mewujudkan kesamaan persepsi dan tang­gungjawab terhadap Bukit­tinggi. Selain itu, kehadiran peraturan itu nantinya sekaligus diharapkan melindungi pra­muwisata dalam menjalankan profesi, termasuk mengantisipasi terjadinya per­saingan tak sehat.

Senada dengan Melfi, Ke­tua Asosiasi Travel Agen (Asi­ta), B. Rafles mengapresiasi Pemko Bukittinggi yang telah sungguh-sungguh menyiapkan draf peraturan walikota yang secara khusus mengatur ten­tang pramuwisata. Para guide diharapkannya tidak salah persepsi atas kehadiran per­aturan tersebut nantinya, ka­rena tujuan dan sasarannya jelas sekali untuk melindungi keberadaan sebagai pramu­wisata.

“Perlu aturan secara khusus, sehingga pramuwisata tidak tumpang tindih dalam memberikan pelayanan pada wisatawan,” tuturnya.

Keluarnya peraturan wali­kota itu nantinya, menurut pandangan Ketua HPI, Ed­ward, berdampak positif ter­hadap aktivitas para guide di Kota Bukittinggi, bahkan se­kaligus akan mengantisipasi pramuwisata yang disinyalir melakukan praktik liar. Karena itulah, diharapkan draf tersebut dapat disahkan menjadi Pera­turan Walikota Bukittinggi demi kemajuan pelayanan pra­mu­wisata terhadap wisatawan, sekaligus pengembangan ke­pariwisataan Bukittinggi ke depan. (h/ril)


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM