Nasib Dewan Penyabu Ditentukan Pusat


Sabtu, 22 Oktober 2016 - 01:10:29 WIB
Nasib Dewan Penyabu Ditentukan Pusat ANGGOTA DPRD Kabupaten Padangpariaman, Januar Bakri (kedua kanan), didampingi Ketua BNN Sumbar, Ali Azhar (kanan), usai menjalani pemeriksaan beberapa waktu lalu.

PADANG, HALUAN – Tuntasnya pemeriksaan di Badan Narkotika Nasional (BNN), belum serta merta membuat anggota DPRD Padangpariaman Januar Bakri (Fraksi Demokrat) aman. Sanksi dari partai menunggu mereka.

Untuk sanksi kepada Januar Bakri, menurut Wakil Ketua DPD Demokrat Sumbar, masih menunggu keputusan pusat. “Soal sanksi, belum bisa diputuskan, karena memang, belum ada perintah dari DPP,” terang Nurnas.

Dijelaskan Nurnas, DPD Demokrat Sumbar sudah mengirimkan hasil tes narkoba terhadap Januar Bakri ke DPP. Hasil itu untuk melengkapi laporan yang telah dilakukan sebelumnya. “Kita tidak bisa berasumsi

macam- macam terlebih dahulu karena persoalan ini masih di­proses ditingkat pusat. Nan jelas, hasil tes BNN telah dikirimkan,” jelasnya.

Menurutnya, dalam tata tertib partai jika ada kader yang tersang­kut kasus penyalahgunaan narko­tika akan langsung diberhentikan dari partai “Namun kami hormati proses dari pusat dan masih menunggu keputusan terkait persoalan ini,” katanya.

Sementara anggota DPRD Padang Pariaman Januar Bakri mengatakan dirinya akan mema­tuhi semua aturan yang ditetapkan oleh partai. “Saya kira partai bisa melihat secara bijak hasil tes narkoba ini, saya yakin masih memiliki kesempatan,” kata dia.

Dalam jumpa pers, Kamis (20/10), Kepala BNNP Sumbar Ali Azhar  mengatakan, dua anggota DPRD Kabupaten Padang Paria­man Januar Bakri dan Salaman Hardani, dalam pemeriksaan BNN Pusat, ditemukan indikasi meng­konsumsi ampethamine atau sabu -sabu dalam tahap coba pakai. “Mereka terbukti memakai sabu, sesuai hasil pemeriksaan,” terang Ali Azhar.

Dilanjutkan Ali Azhar, Januar Bakri dan Salaman Hardani harus dilakukan penanganan lebih lanjut. “Keduanya harus mengi­kuti pemeriksaan lanjutan dengan dokter spesialis yang disiapkan oleh BNNP. Psikolog juga akan melakukan pemeriksaan terhadap keduanya. Sekarang keduanya menjalani rawat jalan dan wajib untuk konsultasi kepada BNNP sebanyak delapan kali,” ujarnya.

Hal yang meringankan, hasil tes urine dan rambut terhadap anggota DPRD Padang Pariaman Fraksi PDIP dan Demokrat ini dinyatakan negatif. “Meski peme­riksaan urine dan rambut negatif, akan tetapi hasil asesment mem­buktikan mereka menggunakan sabu sehingga harus melapor kepada BNNP. Mulai besok mere­ka wajib lapor,” tegas Kepala BNNP Sumbar.

Dia menyebutkan, asesment lanjutan bertujuan untuk meng­gali apakah penderita sudah terbebas dari narkoba atau belum. “Dalam asesment lanjutan ini akan dilakukan rangkaian tes yang harus dijalani. Tujuannya untuk menyembuhkan ketergan­tungan terhadap narkoba,” kata dia.

Praktisi hukum Oktavianus Rizwa sebelumnya menyebutkan, kasus video sabu dua anggota DPRD Padang Pariaman merupa­kan pelanggaran berat, yang juga harus diberikan sanksi berat. “Sebagai wakil rakyat, keduanya harus menjaga sikap dan etika. Bukan malah melakukan hal-hal yang membuat cacat moral. Partai sebagai pemilik kekuasaan penuh terhadap kadernya, mesti mem­berikan sanksi tegas. Kalau perlu dipecat. DPRD harusnya bersih dari orang-orang yang memiliki prilaku tak lazim,” papar Oktavianus.

Jika sanksi berat tidak diberi­kan partai, menurut Oktavianus, harus dipertanyakan komitmen partai dalam pemberantasan narkoba. “Jika tidak ada sanksi, tentu patut pula dipertanyakan komitmen partainya,” ungkap aktivis yang memimpin Forum Peduli Sumatera Barat. (h/ben)


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Selasa, 03 Juli 2018 - 18:08:38 WIB

    Nasib Parkir Meter Dibahas Pekan Ini, PT MATA Segera Temui Pemko Padang

    Nasib Parkir Meter Dibahas Pekan Ini,  PT MATA Segera Temui Pemko Padang PADANG, HARIANHALUAN.COM—Dalam pekan ini PT. Mas Arya Tunggal Abadi (MATA) selaku investor dan pengelola parkir meter di Kota Padang akan menemui Pemko Padang untuk memberi kejelasan terkait kelanjutan investasinya. Saat in.
  • Jumat, 01 September 2017 - 02:16:14 WIB

    Gempa Tengah Malam, Bagaimana Nasib Ribuan Penghuni LP di Padang?

    Gempa Tengah Malam, Bagaimana Nasib Ribuan Penghuni LP di Padang? PADANG, HARIANHALUAN.COM - Sebanyak 1.428 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II A Muaro Padang diungsikan dari blok sel penjara akibat gempa bumi yang terjadi di Sumatera Barat, Jumat (1/9/2.
  • Senin, 24 Oktober 2016 - 01:51:28 WIB

    BPNB Sumbar: Nasib Komunitas Budaya Memprihatinkan

    BPNB Sumbar: Nasib Komunitas Budaya Memprihatinkan PADANG, HALUAN — Keberadaan budaya etnis dan budaya lokal yang dimiliki oleh kelompok-kelompok suku bangsa di Indonesia, menjadi bagian terpenting terhadap upaya penguatan jati diri, pembentukan karakter, serta ketahanan bu.
  • Kamis, 21 Juli 2016 - 14:39:33 WIB

    Jumat Besok, BK DPRD Padang Tentukan Nasib Erisman

    Jumat Besok, BK DPRD Padang Tentukan Nasib Erisman PADANG, HALUAN---Hari ini, Jumat (22/7), merupakan penentuan nasib jabatan Erisman sebagai Ketua DPRD Kota Padang. Sesuai hasil rampat Bamus terakhir 30 Juni 2016 , hari ini merupakan jadwal paripurna pemberhentian Erisman .
  • Kamis, 21 April 2016 - 14:35:47 WIB
    Gagal Mencuri, Dikeroyok

    Nasib Berakhir di Balik Jeruji

    PADANG, HALUAN — Epi alias Patai hanya bisa ter­tunduk saat Hakim Tunggal dalam sidang Tin­dak Pidana Ringan (Tipiring) Pengadilan Negeri (PN) Padang men­­jatuhkan vonis kuru­ngan 15 hari kepadanya. Telpon seluler (pon.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM