Bea Cukai Teluk Bayur Sita Sex Toys Ilegal


Sabtu, 22 Oktober 2016 - 01:12:38 WIB
Bea Cukai Teluk Bayur  Sita Sex Toys Ilegal KEPALA Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Riau dan Sumatera Barat Yusmariza menjelaskan kronologis penindakan dan penyidikan Kanwil DJBC Riau dan Sumbar terhadap pelanggaran di bidang Kepabeanan dan Cukai di Kantor Wilayah DJBC Riau dan Sumatera Barat di Pekanbaru, Riau. (ANTARA)

PADANG, HALUAN — Sejumlah produk tak berizin disita Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pa­bean B Teluk Bayur dalam rentang Januari – Oktober. Dari sekian banyak barang yang disita, salah satunya adalah sex toys (mainan seks) yang masuk secara illegal ke Sumbar.

Kepala KPPBC Tipe Madya Pabean B Teluk Bayur Andhi Pramono menyebutkan, sex toys disita karena tidak memiliki izin edar, serta diselundupkan ke Sum­bar, tanpa mekanisme yang jelas.  “Banyak produk yang sudah disita. Salah satunya sex toys, yang masuk secara illegal ke Indonesia, khusus­nya Sumbar,” terang Andhi.

Bea dan Cukai memastikan semua sex toys yang dijual, baik di toko-toko maupun di pinggir jalan adalah illegal. Sex toys adalah salah satu sumber kena­kalan remaja yang dapat mengarah kejahatan seksual. Bea Cukai tidak ingin sex toys disalahguna­kan oleh para remaja, karena dapat membawa korban. Untuk itu, pi­hak­nya melakukan. “Tidak ada sex toys legal, semua illegal. Barang ini tidak cocok dengan budaya Indo­nesia,” tegasnya.

Selain sex toys, rokok ilegal mendominasi hasil tangkapan KPPBC Teluk Bayur. Setidaknya, rokok illegal yang disita mencapai empat juta batang. Katanya men­

con­tohkan jika tarif cukai rokok sebesar Rp400 maka ada sekitar Rp1,6 miliar kerugian negara dari Januari sampai Oktober ini karena rokok ilegal tersebut.

Ia menyebutkan rokok ilegal tersebut ditemukan di jalur darat dengan bermacam pelanggaran yaitu tanpa lebel cukai, cukai yang dipalsukan, cukai bekas, dan menggunakan cukai merek rokok lain. “Untuk September 2016 saja kami telah menyita 3.266 batang rokok ilegal dari berbagi merek seperti Luffman, Bintang Super Premium, Gudang Cengkeh, X5, Miami mild,” ujarnya.

Ia mengaku kesulitan menin­daklanjuti rokok ilegal tersebut karena pada kemasan rokok tidak dituliskan siapa dan dimana rokok tersebut diproduksi serta kadar kandungan bahan-bahan yang digunakan. Namun menurut­nya rokok-rokok tersebut datang dari provinsi lain karena pihaknya tidak menemukan pabrik pem­buatan rokok Sumbar. “Beredar­nya rokok ilegal tersebut di Sum­bar karena harga rokoknya yang murah namun sayangnya masya­rakat tidak melihat siapa yang memproduksi serta kadar bahan-bahan yang digunakan pada rokok tersebut,” katanya.

Secara keseluruhan, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Riau-Sumatera Barat mengklaim berhasil menekan kerugian negara sebesar Rp16,3 miliar dari peredaran barang ilegal sepanjang 2016. Sebanyak 284 kasus diamankan dengan total nilai barang hasil tangkapan Rp 177.1 miliar. 

Kepala Bea dan Cukai Riau-Sumatera Barat Yusmariza menga­takan, ada tiga komoditi teratas tangkapan, yakninya ialah rokok ilegal sebanyak 104 kasus, dengan barang bukti 34,2 juta batang senilai Rp16,3 miliar. Potensi kerugian negara dari rokok men­capai Rp12,8 miliar.  Kemudian minuman keras dengan 37 kasus sebanyak 12,5 ribu liter. Nilai barang miras yang disita mencapai Rp7,3 miliar dengan potensi kerugian negara Rp1,4 miliar.

Kerugian terbesar berikutnya berasal dari sembilan bahan kebu­tuhan pokok yang terdiri dari bawang merah dan gula. Seba­nyak 505.697 kilogram bawang merah ilegal dan 3.700 kilogram gula pasir ilegal senilai Rp3,6 miliar berhasil digagalkan pere­darannya. Potensi kerugian negara dari komoditi sembako itu men­capai Rp1,5 miliar.

Selain tiga komoditi tersebut, Bea dan Cukai juga menggagal­kan penyelundupan barang ilegal lainnya seperti tekstil, telepon seluler, elektronik, makanan dan minuman, perhiasan, obat-oba­tan, narkoba, balpress, tembakau, bahan bakar minyak dan airsoft­gun senilai total sekitar Rp16 miliar

Yusmariza menambahkan barang hasil tangkapan yang disita oleh bea dan cukai ditetap­kan menjadi milik negara. Namun untuk barang ilegal yang tidak bisa bertahan lama, seperti bahan makanan, akan dimusnahkan. “Terhadap barang yang belum dimusnahkan akan dilakukan pemusnahan pada November mendatang,” ujarnya. (h/ben)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis, 18 Oktober 2018 - 09:14:46 WIB

    Baznas Kota Padang  Kembali Serahkan Beasiswa Padang Cerdas

    Baznas Kota Padang  Kembali Serahkan Beasiswa Padang Cerdas PADANG, HARIANHALUAN.COM- Baznas Kota Padang kembali menyerahkan beasiswa Program Padang Cerdas di Kantor Baznas Kota Padang  Jalan Baypas KM 12 Simpang Sungai Sapih Kec. Kuranji, setelah secara resmi diluncurkan dan disera.
  • Sabtu, 13 Oktober 2018 - 18:16:37 WIB

    2.220 Pelajar Terima Beasiswa 'Padang Cerdas' Baznas Kota Padang

    2.220 Pelajar Terima Beasiswa 'Padang Cerdas'    Baznas Kota Padang PADANG, HARIANHALUAN.COM-Sebanyak 2.220 pelajar memperoleh beasiswa pendidikan program "Padang Cerdas"   Badan Amil Zakat (Baznas) Kota Padang. Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansharullah menyerahkan beasiswa itu di Masjid Nurul .
  • Kamis, 03 Agustus 2017 - 17:36:21 WIB

    Tak Anggarkan Beasiswa, Pemko Padang Dinilai Tak Fasilitasi Mahasiswa

    Tak Anggarkan Beasiswa, Pemko Padang Dinilai Tak Fasilitasi Mahasiswa PADANG, HARIANHALUAN.COM--Baru-baru ini, pulangkampuang.com bersama beberapa lembaga pegiat bisnis pemula (start up) mengadakan beasiswa pemrograman komputer. Di luar dugaan, program tersebut memiliki banyak peminat..
  • Kamis, 20 Juli 2017 - 13:12:36 WIB

    Syeikh Khalid Beri Jurnalis Hadiah Naik Haji dan Beasiswa

    Syeikh Khalid Beri Jurnalis Hadiah Naik Haji dan Beasiswa PADANG, HARIANHALUAN.COM--Ketua Pembina Yayasan Al Manarah Al Islamiyah Foundation Syeikh Khalid Al Hamudi memberikan hadiah kepada jurnalis muslim yang sedang mengadakan simposium di Hotel Grand Inna Muara, Selasa malam (19/.
  • Selasa, 20 Desember 2016 - 00:23:39 WIB

    UNP Sambut Baik Kenaikan Beasiswa Bidikmisi

    PADANG, HALUAN — Ke­menterian Riset, Tek­nol­ogi dan Pendidikan Tinggi (Ke­m­ris­tekdikti) berencana m­enaikkan biaya hidup ma­ha­siswa Bidikmisi sebanyak Rp50 ribu sehingga menjadi Rp650 per bulan. Kebijakan itu m.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]