KEHIDUPAN KONTRAS SUKU ANAK DALAM (BAGIAN 1 )

Tinggal di Tenda, tapi Punya Mobil dan Motor


Senin, 24 Oktober 2016 - 01:54:12 WIB
Tinggal di Tenda, tapi Punya Mobil dan Motor Balai-balai tempat Suku Anak dalam tidur sehari-hari.

Sejak hampir sebulan belakangan, ada yang berubah dari kehidupan orang Kubu, atau lebih dikenal dengan Suku Anak Dalam, yang hidup di kawasan perkebunan sawit PT Tidar Kerinci Agung (PT TKA). Kehidupan Suku Anak Dalam yang dulu identik dengan kehidupan nyaris masih primitif, kini berubah 180 derajat.

Keseharian mereka mulai tersentuh berbagai benda-benda canggih dan modern. Mulai dari handphone, sepe­da motor keluaran terbaru hingga mobil sekelas Fortuner.  Semua mereka miliki.

Namun, semua itu tenyata belum sepenuhnya  bisa merubah berbagai kebiasaan sehari-hari mereka. Tempat tinggal masih di balai-balai dan masih berpindah-pindah. Mereka juga belum tersentuh pendidikan, sehingga masih buta huruf, juga belum mengenal agama. Sisi modern dan primitif bercampur baur. Kontras...

Tak percaya? Cobalah datang ke Kompleks Perkebunan PT TKA di Jorong Mangun Jaya, Nagari Lubuk Besar, Kecamatan Asam Jujuhan, Kabupaten Dharmasraya. Di lokasi ini, ada tiga kelompok Suku Anak Dalam yang tiap minggu berpindah tempat (no­maden). Satu kelompok berang­gota sekitar 20 - 25 orang atau sekitar 10 kepala keluarga.

Setiap kelompok dipimpin oleh seorang ketua yang disebut Temanggung. Tapi, meski hidup di lingkungan kompleks perke­bunan, jangan terlalu berharap mereka mau bergaul dan memas­yarakat dengan warga kompleks. Sosialisasi mereka, hanya sebatas berbelanja ke warung, beli pulsa atau beli pakaian. Mereka    berkomunikasi dengan warga di sekitar kompleks PT TKA dengan bahasa Melayu.

“Ya... begitulah kehidupan Suku Anak Dalam sekarang. Semula saya juga kurang percaya dengan laporan para karyawan di sini, kalau Suku Anak Dalam sekarang semakin maju karena mereka sudah punya mobil. Tak tanggung-tanggung, mereka pu­nya Fortuner, CRV dan Avanza. Tapi dua hari lalu, saya melihat langsung kondisi ini.

Meski hanya melihat dari jauh, tapi ini sudah sangat bisa meyakinkan saya, bahwa mereka sudah mulai disentuh modernisasi,” kata Re­search and Development Manager PT TKA Huzriyedi, kepada Haluan akhir pekan kemarin.

“Kalau HP, mereka sudah punya sejak sekitar 7 tahun lalu. Juga sepeda motor keluaran terba­ru dari merk mahal seperti Kawa­saki, Yamaha, Honda dan lainnya. Tapi mobil? Wahhh... ini yang bikin saya salut terhadap mereka,” kata Huzri memulai cerita.

Bagaimana mereka bisa men­da­patkannya? Bagaimana pula mereka mengoperasikan mobil dan membawanya ke jalan raya? Ikuti kisah-kisah berikutnya.  (bersambung)

 

Laporan:
ATVIARNI
(Wartawan Madya)

 


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Rabu, 24 Agustus 2016 - 04:20:25 WIB

    Daerah Tertinggal

    Disebut sebagai daerah tertinggal jelas tidak mengenakkan. Tapi itulah fak­ta­nya. Dari 11 kabupaten yang terdapat di Pro­vinsi Sumatera Barat, tiga kabupaten di an­taranya masih berstatus daerah tertinggal. Ke­tiga kabu.
  • Kamis, 14 April 2016 - 13:55:48 WIB

    PAW Aprianto Tinggal Menunggu Hari

    PADANG, HALUAN—Proses Per­gantian Antar Waktu (PAW) Anggota DPRD Kota Padang dari Fraksi PDI Perjuangan, tinggal menunggu hari..
  • Senin, 04 April 2016 - 04:07:11 WIB

    Tertinggal Terpencil dan Terluar

    Optimisme dilontarkan Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit saat berkunjung ke Mentawai. Di kabu­paten yang disebut sang bupati Yudas Sabaggalet ini dengan sebutan serba 19 itu, Wagub menghadiri pembukaan Musya­waran Rencana Pe.
  • Selasa, 16 Februari 2016 - 02:52:09 WIB

    Tetap Tertinggal

    Kabupaten Solok boleh saja ke­luar dari status daerah tertinggal mulai tahun 2014. Tapi tidak demi­kian halnya dengan Nagari Garabak Data di Kecamatan Tigo Lurah, Kabupaten Solok. Garabak Data masih tetap berstatus sebagai .
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM