KEBUTUHAN MENINGKAT

Lulusan Apikes Iris Terserap dengan Cepat


Selasa, 25 Oktober 2016 - 02:02:32 WIB
Lulusan Apikes Iris Terserap dengan Cepat Direktur Apikes Iris Padang Yanti Desnita Tasri bersama Pudir I, Pudir II,dan Pudir III menghadiri prosesi wisuda XIII di Grand Inna Muara Hotel, Senin (24/10).

PADANG, HALUAN — Ke­butuhan akan juru rekam medis belakangan ini mening­kat. Akademi Perekam dan Infor­masi Kesehatan (Apikes) Iris Padang mencatat, sekitar 80 persen lulusannya sudah ter­se­rap dunia kerja dengan cepat.

Ketua Yayasan Iris dr Er­ka­dius, MSc didampingi Se­kre­taris Yayasan Hippocrates Kam, SpB sewaktu pe­lak­sanaan Wisuda Apikes Iris XIII di Grand Inna Muara Hotel, Senin (24/10) menga­takan, tenaga juru rekam me­dis dibu­tuhkan untuk melihat kondisi pasien. Ini me­mudah­kan dokter dalam menangani pasien.

“Jika rumah sakit ingin maju, mereka butuh rekam medis,” ucap Hippocrates.

Direktur Apikes Iris Pa­dang Yanti Desnita Tasri, MKom menyebutkan ke­butu­han tenaga rekam medis ini meningkat, karena rumah sakit mem­butuh­kan tata kelola yang semakin baik untuk mening­katkan mu­tu. Rumah sakit yang ingin meningkatkan ak­re­ditasi harus memiliki rekam medis pasien yang baik dan harus dilakukan oleh tenaga ahli.

“Selama ini pekerjaan se­bagai rekam medis masih di­pandang sebelah mata. Ru­mah sakit ataupun klinik hanya memperkerjakan tamatan SMA untuk bagian ini. Tapi karena rumah sakit atau klinik harus mendapatkan akreditasi, mereka harus menggunakan tenaga rekam medis dari ahlinya,” terang Yanti.

Tak hanya itu, dengan program jaminan kesehatan nasional ini, juru rekam medis memliki peran lebih penting lagi. Rekam medis akan mem­bantu rumah sakit, klinik dan pus­kesmas untuk peng­ka­tego­ri­an penyakit pasien sesuai nomor, sehingga bisa diba­yar­kan dana kesehatan oleh BPJS. Tanpa rekam medis pen­o­mo­ran sulit dilakukan.

Mengingat pentingnya pe­ran juru rekam medis ini, Apikes Iris selalu berusaha meningkatkan mutu. Beberapa langkah yang dilakukan di antaranya, menyesuaikan ku­rikulum sesuai kebutuhan zaman, peningkatan kualitas dosen, peningkatan kualitas mahasiswa berdasarkan kom­petisi, peningkatan sarana dan prasarana termasuk labo­ra­to­rium, dan pengenalan dunia kerja sejak dini. 

Kasi Kelembagaan dan Kerja Sama Kopertis Wilayah X Jamurin mengatakan, pe­ning­katan kualitas dosen me­ru­­pa­kan salah satu hal yang wajib dilakukan seluruh per­gu­ruan tinggi. Baik itu dari sisi ke­disiplinan dosen mengajar, riset, penelitian dan pengab­dian masyarakat.  “Karena saat ini dari 8.000 dosen, baru 2.000 yang sudah mendapatkan ser­tifikasi,” ucapnya.

Tak hanya itu, Jamurin juga menyarankan Apikes Iris mem­perkuat kerja sama de­ngan pihak rumah sakit, per­guruan tinggi yang lebih baik, dunia industri dan lainnya. Dengan kerja sama, kampus bisa meli­hat kebutuhan la­pang­an kerja sehingga nanti­nya bisa mem­berikan kuri­kulum berbasis kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri.

“Akreditasi jangan lupa. Kampus harus memperbaiki sistem penjaminan mutu inter­nalnya sehingga menghasilkan lulusan berdaya saing,” pesan Jamurin.

Dalam wisuda ke-13 ini, Apikes Iris mewisuda 119 lulusan. Dengan demikian, sejak didirikan tahun 2000 silam, sudah menghasilkan 1.007 alumni. Tampil sebagai wisudawan terbaik dalam wisuda kali ini adalah Afnila Roza untuk peringkat pertama diikuti Suci Ramadani dan Rima Jelita untuk peringkat ketiga. (h/eni)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]