DUA TAHUN JADI UNIVERSITAS

Unidha Tak Ingin Jadi PTS Sembarangan


Selasa, 25 Oktober 2016 - 02:06:06 WIB
Unidha Tak Ingin Jadi PTS Sembarangan

PADANG, HALUAN — Perubahan status dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi menjadi universitas pada 2014 membawa dampak positif bagi Universitas Dharma Andalas (Unidha). Pening­katan kualitas yang terus dilakukan pihak kampus berbuah sambutan positif dari masya­rakat.

Alhamdulillah, per­kem­bang­an Unidha semakin ba­gus. Dapat respon positif dari masyarakat, yaitu dengan mempercayakan anaknya un­tuk kuliah di sini,” ujar Alfitri, Sekretaris Unidha kepada Haluan, Senin (24/10).

Salah satu program yang di­­a­dakan Unidha untuk me­ning­katkan kualitas ma­ha­sis­wa dan lulusannya, yaitu mengadakan tes TOEFL un­tuk seluruh mahasiswa baru. Hal itu dilakukan untuk men­ge­tahui skor awal TOEFL mahasiswa. Jika seandainya skornya masih di bawah stan­dar, mahasiswa selama kuliah akan berusaha untuk men­capai skor yang dih­arap­kan.

“Sejak tahun lalu sudah diterapkan. Itu kami lakukan untuk meningkatkan kesada­ran mahasiswa bahwa ke­te­ram­pilan berbahasa Inggris itu penting untuk masuk dunia kerja,” ujar Alfitri.

Selain itu, Unidha juga secara rutin setiap tahun me­n­g­a­dakan berbagai kuliah um­um. Berbagai tokoh in­spi­ratif didatangkan untuk me­nam­bah pengetahuan maha­siswa tentang dunia kerja, terutama ke­wira­usahaan. Pada 4 November nanti, Unidha akan men­datang­kan Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), Yuliandre Darwis, untuk memberikan kuliah umum.

“Sebelumnya kita juga sudah mendatangkan Pre­siden Direktur Bursa Efek Indonesia, Tito Sulistyo. Kebetulan dia juga men­dirikan Galeri Bursa Efek disini yang akan dijalankan oleh mahasiswa. Di galeri itu akan ada aktivitas jual beli saham,” sambungnya.

Di samping itu, kerja sama juga menjadi prioritas dari Unidha. Berbagai kerja sama dengan perguruan ting­gi dalam negeri maupun luar negeri dijalin. Rabu (26/10) nanti sekitar 20 mahasiswa Jurusan Ekonomi dari Uni­ver­siti Selangor akan mela­ku­kan studi banding di Unidha.

Tidak hanya itu, dari segi akreditasi dan tenaga pe­nga­jar Unidha juga terus ber­benah. Saat ini dari 12 pro­gram studi, kata Alfitri, tiga di antaranya sudah divisitasi untuk reakreditasi menjadi B. Selebihnya juga sedang di­per­siapkan untuk akreditasi.

Sementara itu, semua dosen di Unidha minimal berpendidikan S-2. Beberapa guru besar dan dosen senior juga didatangkan dari Uni­versitas Andalas (Unand). Unidha yang berada di bawah binaan langsung Ikatan Alu­mni Unand pun menjadikan Unand sebagai benchmark; semua proses pembelajaran mengacu ke Unand.

“Jadi kita tidak melihat ke PTS (Perguruan Tinggi Swas­ta) lain. Acuan kita Unand. Dengan demikian ada ja­mi­nan bahwa mutu pem­belajar­an yang diberikan di Unidha tidak jauh berbeda dengan Unand,” ujarnya.

Alfitri pun men­yam­pai­kan bahwa kualitas dan mutu adalah perhatian nomor satu Unidha. Tekad itu pun ter­tuang dalam visi Unidha menjadi universitas yang unggul dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi pada tahun 2025.

“Kami tidak ingin men­jadi PTS yang abal-abal. Kami mesti menghargai ke­per­cayaan yang telah di­beri­kan masyarakat yang me­ngu­liah­kan anaknya di sini,” pungkasnya. (h/mg-sas)


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Senin, 21 Desember 2015 - 01:47:24 WIB

    Unidha Jadi Tempat Peluncuran Buku Fahmi Idris

    Unidha Jadi Tempat Peluncuran Buku Fahmi Idris PADANG, HALUAN — Sejumlah tokoh Sumatera Barat, yang merupakan sahabat-sahabat Fahmi Idris membedah buku yang menceritakan tentang Fahmi “Aktivis Tiga Zaman”, di kampus Univesitas Dharhma Andalas (Unidha), Padang, Sabtu.

BERITA TERPOPULER Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM