Gelapkan Uang Rp 70 Juta, Petugas BPR Ditangkap Polres Sijunjung


Rabu, 26 Oktober 2016 - 12:39:38 WIB
Gelapkan Uang Rp 70 Juta, Petugas BPR Ditangkap Polres Sijunjung PENGGELAPAN UANG--Zet (36) tersangka penggelapan uang tabungan nasabah Bank BPR-LPN Kampung dalam (memakai sebo) kecamatan Lubuk Tarok dan Kasat Reskrim, KBO Reskrim Iptu Admi Raflis dan anggota Polres Sijunjung, Selasa (25/10) saat menggelar press release di Mapolres Sijunjung.OGI

SIJUNJUNG,HALUAN—Pelarian pelaku penggelapan uang nasabah bernama Zet Oktavianus alias Zet (36) yang bekerja sebagai salah seorang account officer (AO) di Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Kampung Dalam Kecamatan Lubuk Tarok, akhirnya berakhir.

 

Tersangka merupakan pelaku penggelapan uang nasabah BPR Kampung dalam sebesar Rp 70 juta yang dilakukan sejak tahun 2012 hingga 2014 dan ditangkap Jajaran Satreskrim Polres Sijunjung Bulan Oktober 2016.

 

Dari informasi yang diperoleh, tersangka dilaporkan pihak BPR Kampung Dalam pada 13 Juli 2015 lalu ke Polres Sijunjung. Sejak dilaporkan pihak BPR, tersangka rupanya melarikan diri ke luar kota. Namun pada Akhir bulan September 2016, pelaku diketahui keberadaannya di daerah Labuh Baru Barat, kecamatan Payung Sekaki kota Pekanbaru provinsi Riau.

 

Atas informasi tersebut, dengan melakukan penyelidikan beberapa anggota unit Reskrim Polres Sijunjung langsung menuju kota Pekanbaru dan berhasil mengamankan pelaku. Untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut pelaku pun diamankan dan dibawa ke Sijunjung untuk proses selanjutnya.

 

Kapolres Sijunjung AKBP Dodi Pribadi S.Ik, M.Si melalui Kasatreskrim Iptu Chairul Ridha SH dan didampingi KBO Reskrim Iptu Admi Raflis serta Paur Humas Iptu Nasrul mengatakan bahwa tersangka diduga melakukan penggelapan dana nasabah BPR Kampung Dalam bermula saat mengambil setoran tabungan salah seorang nasabah bernama Nora.

 

Setelah mengambil uang tabungan Nora yang berjumlah jutaan rupiah tersebut, tersangka Zet tidak menyetorkan tabungan tersebut ke kantor BPR. Bahkan pelaku membuang slip setoran yang ditandatangani Nora.

 

“Tersangka juga melakukan penarikan tabungan milik Nora sebesar Rp 50 juta lebih tanpa sepengetahuan nasabah tersebut, penarikan dilakukan tersangka sejak 21 Desember 2012 hingga pada 1 Oktober 2014, tersangka juga memalsukan tanda tangan korban atau nasabah saat mengambil uang tabungan tersebut,” terangnya kepada wartawan, Selasa (25/10) di Mapolres Sijunjung saat menggelar press release.

 

Kemudian, sambung Kasat Reskrim, pada bulan Juni 2013 hingga September 2014, tersangka tak hanya mengambil tabungan milik Nasabah Nora, akan tetapi tersangka juga kembali mengulangi kejahatannya dengan mengambil uang setoran nasabah BPR Kampung Dalam lainnya yang bernama Erna.

 

Bahkan uang yang berada dalam dalam tabungan Erna juga diambil korban. Dengan memalsukan tanda tangan nasabah, tersangka berhasil menarik tabungan nasabah tersebut kurang lebih sebanyak Rp 27 juta.

 


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM