Ubah Sistem Distribusi LPG 3 Kg


Kamis, 27 Oktober 2016 - 01:07:15 WIB
Ubah Sistem Distribusi LPG 3 Kg

Pasokan gas LPG 3 kg untuk Kota Padang su­dah sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang berhak mendapatkannya. Bahkan pihak Pertamina mengaku sudah menyalurkan gas bersubsidi LPG 3 kg melebihi kuota.

Kenyataannya, sejak beberapa bulan be­lakangan terjadi kelangkaan gas LPG 3 kg. Ma­syarakat kurang mampu yang sebe­nar­nya berhak mendapatkan gas bersubsidi itu mengalami kesulitan. Banyak di antaranya yang mengeluh karena ketika akan membeli gas tersebut, ternyata sudah habis atau ko­song.

Baca Juga : Kenaikan Tarif PPN: Kontradiksi Opsi di Tengah Pandemi

Perwakilan dari PT Pertamina, Aditia menyebut kuota LPG 3 kg untuk Kota Padang sebanyak 18.760 tabung. Jumlah ini sudah melebihi kuota. Berarti ada yang salah dalam pendistribusian gas tersebut. Orang-orang yang sebenarnya tidak berhak ikut menggunakan gas yang diperuntukkan untuk rumah tangga miskin.

Kerena itu, terjadi kelangkaan gas LPG 3 kg. Kondisi ini tentunya tidak boleh terjadi berlarut-larut. Kasihan kita dengan masya­rakat kelas bawah, subsidi pemerintah tak sampai kepada mereka. Sebaliknya justru dinikmati oleh yang tidak berhak.

Baca Juga : Profesi Pelayanan Publik, Harus Jadi 'Role Model' Pelaksanaan Protokol Kesehatan

Dari laporan yang diterima, banyak rumah makan yang menggunakan gas LPG 3 kg. Padahal seharusnya rumah makan ini menggunakan gas LPG 12 kg. Ini memang perlu ditertibkan.

Selain itu, ada pula yang ingin menarik keuntungan dari selisih harga LPG 3 kg dengan tabung yang berisi 12 kg. Modus yang digunakan pelaku adalah dengan membeli gas bersubsidi ukuran tiga kilogram dan memindahkan isi gas tersebut ke tabung 12 kilogram.

Untung saja tindakan ‘nakal’ tersebut diketahui polisi. Dua pelakunya ditangkap Polsek Koto Tangah. Pihak polisi masih mengembangkan kasus pengoplosan gas 3 kg ini. Pengakuan dua pelaku, gas tersebut dipasarkan ke Lubuk Basung. Tabung kosong 3 kg yang berhasil disita 120 buah. Dari sini saja berarti ada 120 konsumen tak kebagian jatah subsidi.

Pemerintah Kota Padang tak boleh tinggal diam dengan keluhan warganya. Pemko sah-sah saja melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lapangan. Namun jika akar persoalan langkanya gas LPG 3 kg sudah diketahui, setelah mengundang 23 agen untuk berdiskusi, sudah dapat ditarik kesimpulan apa yang harus dilakukan Pemko Padang untuk menertibkan pendistribusian gas LPG 3 kg.     

Pemko Padang harus memastikan selu­ruh gas LPG 3 kg disalurkan kepada yang ber­hak. Untuk tidak salah sasaran dalam pe­nya­lurannya tentunya ada sistem yang tepat.

Selama ini distribusi gas 3 kg dilakukan de­­ngan pola terbuka hingga sangat mudah un­tuk diselewengkan. Ke depannya harus di­la­kukan dengan pola distribusi tertutup. Kon­su­men yang berhak mendapatkan kartu ken­da­li.

Dengan demikian tidak akan ada lagi konsumen yang menjerit tidak mendapatkan gas LPG 3 kg. Tidak perlulah membentuk satuan tugas dan segala macamnya untuk melakukan penertiban.

Ibarat penyakit, diagnosanya sudah jelas. Tinggal lagi memberikan obat yang cocok untuk penyakit itu. Kalau memang sistem distribusinya yang tidak tepat, ya tentunya sistem itu yang harus diubah. 

Yang jelas, Pemko Padang harus sesege­ranya menyelesaikan masalah kelangkaan gas LPG 3 kg ini. ***

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]