WARGA DHARMASRAYA KESULITAN AIR

Aktivitas Tambang Cemari Sungai


Kamis, 27 Oktober 2016 - 02:17:03 WIB

DHARMASRAYA, HALUAN — Akibat aliran sungai dicemari aktivitas tambang serta tibanya musim kemarau panjang, sejumlah warga Kabupaten Dharmasraya, kesulitan air bersih.

Seperti di Koto Baru, warga tidak bisa me­man­faat­kan sungai akibat pen­ce­maran aktifitas penambangan liar di huluny. Nyaris semua sumur warga juga mengalami kekeringan

Salah seorang warga Se­berang Piruko, Koto Ba­ru, Dharmasraya, Indra (37), kepada Haluan, Rabu, (26/10) mengatakan, bahwa kon­disi yang terparah dirasakan warga dalam dua pekan be­lak­angan ini. “Saat ini kami hanya mengandalkan air bersih dari sumur tetangga yang masih tersedia. Itupun hanya untuk minum sehari-hari,” katanya.

Kemudian katanya, yang sangat disesalkan warga ada­lah, untuk kebutuhan mandi dan mencuci. Biasanya bila kekeringan, warga dapat me­manfaatkan sungai, na­mun saat ini sungai sungai yang ada disekitar Koto Baru keruh dan tercemar ulah aktifitas pe­nam­bangan liar di hulu sungai. “Air sumur warga di sini sudah kering semua, kalaupun ada, airnya sudah kotor. Dulu, selain untuk dikonsumsi, warga bi­sanya memanfaatkan air su­ngai. Tapi sekarang tidak bisa lagi, karena sungai se­makin keruh, akibat ada pe­nam­bangan liar di hulu su­ngai,” ujar ibu rumah tang­ga itu.

Hal yang sama juga di­alami warga Ampang Ku­ranji, Dhar­masraya. Mereka mengaku sudah beberapa minggu ter­kahir ini sulit mendapatkan air bersih untuk keperluan minum dan masak sehari-hari. “Kalau musim kemarau hampir setiap tahun kami rasakan. Tapi tahun ini lebih berat. Karena air sungai tak lagi bisa kita manfaatkan untuk mandi, dan mencuci. Air su­ngai sudah tercemar,” ucap To­ni (48), warga Ampang Kuranji.

Dia juga mengung­kap­kan, tahun sebelumnya me­me­nuhi kebutuhan air bersih tidak sesulit seperti tahun ini. Sebab tahun lalu, katanya, saat kemarau tiba, maka bantuan air bersih dari Pem­kab sudah ada, tapi sam­pai saat ini bantuan air bersih belum ada.”Parahnya lagi, kalau dulu air sungai masih bisa buat cuci atau kebutuhan mandi. Kini dikotori oleh penambangn liar, akibatnya air sungai tidak dapat diman­faat­kan untuk memenuhi ke­bu­tuhan sehari hari,” katanya.

Camat Koto Baru, Na­sution, dihubungi terpisah mengakui memang sudah menerima surat dari warga Am­pang Kuranji, bahwa war­ga setempat tengah me­nga­lami kekeringan.  “Kami telah menerima laporan itu, bah­kan juga aktifitas dom­peng di hulu sungai juga diminta warga untuk ditertibkan. Karena masyarakat tak lagi bisa me­manfaatkannya,” ujar Camat.

Ia mengakui, hampir se­tiap tahun terjadi ke­ke­ringan di wilayanya, musim kemarau lalu dengan sumur bor yang lama masih bisa mencukupi kebutuhan air hingga musim hujan tiba, tapi saat ini tidak ada. “Keluhan masyarakat ini akan kami sampaikan ke bupati. Untuk penertiban penambangan liar tentu ber­dasarkan laporan masyarkat ini, biar bupati yang akan menyurati pihak kepolisian,” tutupnya. (h/mdi)


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM