Warga Air Dingin Menolak, Pembangunan TPU Terancam Gagal


Kamis, 27 Oktober 2016 - 02:18:51 WIB

PADANG, HALUAN—Pembukaan lahan Tempat Pemakaman umum (TPU) di Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah (Aia Dingin II) terancam gagal. Pasalnya, warga sekitar menolak lahan tersebut digunakan untuk TPU.

Kepala DKP Padang, Al Amin, mengatakan, kepada Haluan, Rabu (26/10) meski saat ini lahan untuk pema­kaman yang baru sudah ada, namun tidak dapat digunakan karena warga di sekitar lokasi menolak fungsi lahan yang ada.

“Lahan pemakaman baru yang kita siapkan sebenarnya ada di Balai Gadang, dengan luas mencapai 2,5 hektare. Karena ada penolakan ma­sya­­rakat di daerah itu, se­hingga saat ini tidak dapat difungsikan, dan kita tang­guhkan dulu pema­kaiannya,” kata Al Amin.

Dijelaskannya, langkah ini dilakukan agar tidak ada kelu­han dari masyarakat sekitar lokasi. Pemko Padang dalam hal ini juga mende­ngarkan aspirasi masyarakat. Lahan pemakaman di Air Dingin dan Tunggul Hitam, telah penuh.

Sebelumnya, Warga Air Dingin Kelurahan Balai Ga­dang menolak perencanaan Peme­rintah Kota Padang (Pem­ko) terkait pem­ba­ngu­nan Tempat Pemakaman Umum  (TPU) di lokasi itu, dengan  melayangkan surat penolakan.

Hal tersebut dilakukan War­ga Air Dingin karena tidak adanya trans­paransi antara Pemko Padang dengan warga terkait tanah yang akan diper­untukan bakal TPU.

Keseriusan warga se­tempat dalam melakukan penolakan ke Pemko Padang, terkait pem­bangunan TPU, dibuktikan dengan surat per­nyataan peno­lakan yang di­tan­datangani Ketua RT 01, 02, 03, 04, 05/ RW 09 dan tokoh adat bersama 232 warga Air Dingin.

Menyikapi surat peno­lakan itu, Kepala Dinas Ke­bersihan dan Pertemanan (DKP) Kota Padang, Al Amin mengadakan perte­muan dengan warga Air Di­ngin diwakili perangkat RT 01, 02, 03, 04, 05 di kantor DKP Padang.

Zulpadli Lurah Balai Ga­dang pada Haluan, menga­takan bahwa penolakan yang di lakukan oleh warga Air Dingin, karena beberapa alasan.

Diantaranya tanah seluas 2,5 hektare yang akan di jadi­kan TPU tersebut, dulunya tidak disebutkan untuk TPU.

Selain itu, lokasi yang terle­tak di dekat pusat pen­didikan atau perkarangan warga, diang­gap tidak patut didirikan TPU. (h/mg-rul)

PADANG, HALUAN—Pembukaan lahan Tempat Pemakaman umum (TPU) di Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah (Aia Dingin II) terancam gagal. Pasalnya, warga sekitar menolak lahan tersebut digunakan untuk TPU.

Kepala DKP Padang, Al Amin, mengatakan, kepada Haluan, Rabu (26/10) meski saat ini lahan untuk pema­kaman yang baru sudah ada, namun tidak dapat digunakan karena warga di sekitar lokasi menolak fungsi lahan yang ada.

“Lahan pemakaman baru yang kita siapkan sebenarnya ada di Balai Gadang, dengan luas mencapai 2,5 hektare. Karena ada penolakan ma­sya­­rakat di daerah itu, se­hingga saat ini tidak dapat difungsikan, dan kita tang­guhkan dulu pema­kaiannya,” kata Al Amin.

Dijelaskannya, langkah ini dilakukan agar tidak ada kelu­han dari masyarakat sekitar lokasi. Pemko Padang dalam hal ini juga mende­ngarkan aspirasi masyarakat. Lahan pemakaman di Air Dingin dan Tunggul Hitam, telah penuh.

Sebelumnya, Warga Air Dingin Kelurahan Balai Ga­dang menolak perencanaan Peme­rintah Kota Padang (Pem­ko) terkait pem­ba­ngu­nan Tempat Pemakaman Umum  (TPU) di lokasi itu, dengan  melayangkan surat penolakan.

Hal tersebut dilakukan War­ga Air Dingin karena tidak adanya trans­paransi antara Pemko Padang dengan warga terkait tanah yang akan diper­untukan bakal TPU.

Keseriusan warga se­tempat dalam melakukan penolakan ke Pemko Padang, terkait pem­bangunan TPU, dibuktikan dengan surat per­nyataan peno­lakan yang di­tan­datangani Ketua RT 01, 02, 03, 04, 05/ RW 09 dan tokoh adat bersama 232 warga Air Dingin.

Menyikapi surat peno­lakan itu, Kepala Dinas Ke­bersihan dan Pertemanan (DKP) Kota Padang, Al Amin mengadakan perte­muan dengan warga Air Di­ngin diwakili perangkat RT 01, 02, 03, 04, 05 di kantor DKP Padang.

Zulpadli Lurah Balai Ga­dang pada Haluan, menga­takan bahwa penolakan yang di lakukan oleh warga Air Dingin, karena beberapa alasan.

Diantaranya tanah seluas 2,5 hektare yang akan di jadi­kan TPU tersebut, dulunya tidak disebutkan untuk TPU.

Selain itu, lokasi yang terle­tak di dekat pusat pen­didikan atau perkarangan warga, diang­gap tidak patut didirikan TPU. (h/mg-rul)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]