Kerusakan Hutan Didominasi Aksi Pembalakan Liar


Jumat, 28 Oktober 2016 - 00:39:06 WIB

SOLOK, HALUAN — Kota Solok merupakan sebuah kota yang didominasi lahan pertanian. Dibalik itu, ternyata kota ini juga punya hutan lindung dan hutan suaka alam.

Berdasarkan pendataan yang yang ada, Kota Solok mempunyai hutan lindung seluas 343 hektare dan hutan suaka alam dengan luas 770 hektare. Lebihnya adalah perkebunan rakyat.

“Hutan lindung dan hutan suaka alam di Kota Solok tersebar ditiga kelurahan yakni Kelurahan Tanah Ga­ram yang dikenal dengan hutan Payo, Kelurahan Laing dan Kelurahan Nan Balimo. Namun yang sangat rentan dan kerusakan berada di Payo, Kelurahan Tanah Ga­ram dan Laing,” jelas Kepala Bidang Perindungan Ta­na­man dan Hewan pada Dinas Pertanian Perikanan Kehu­tanan Kota Solok, Yurmiati saat sosialisasi kebakaran hutan dan lahan di kantor setempat, Selasa (25/10).

Kerusakan hutan yang selama ini terjadi, lanjutnya, didominasi oleh aksi pene­bangan liar yang dilakukan orang-orang yang ingin men­cari keuntungan pribadi. Aksi pembalakan liar itu jarang terpantau karena tertutupnya informasi dari masyarakat. “Namun kadang kala juga berhasil digulung oleh tim Polisi hutan (Polsus) dan aparat keamanan lainnya,” bebernya.

Mengenai kebakaran hu­tan dan lahan di Kota So­lokdikatakan Yurmiati, me­mang sangat jarang terjadi. Hal ini salah satunya dise­babkan masyarakat yang tidak memanfaatkan hutan untuk usaha perkebunan. “Kalau daerah tetangga me­mang ada kejadian seperti itu, membakar lahan untuk usaha perkebunan paling dominan sehingga masya­rakat Kota Solok kena bias asap kabut,” tambahnya.

Sementara Kapolres So­lok Kota diwakili Kasat Sha­bara, AKP Poniman diha­dapan peserta yang terdiri dari Camat, Lurah, Penyuluh Pertanian, tokoh masyarakat dan ninik mamak menye­butkan, dalam hal pena­nganan pembakaran hutan dan lahan polisi sangat serius mengusutnya jika memang ditemukan pelaku pem­baka­ran hutan dan lahan.

“Polisi akan hadir jika mengetahui adanya keba­karan hutan dan lahan. Di­minta atau tidak, sudah jadi kewajiban polisi menangani bersama-sama masyarakat. Jika memang ada ditemukan indikasi disengaja, sudah jelas pelaku dijerat dengan hu­kum,” ungkap kapolres.

Di Kota Solok, tambah Poniman, memang belum terlihat adanya pembakaran hutan dan lahan, baik dise­ngaja ataupun tidak. Kendati demikian perwira menengah itu meminta masyarakat un­tuk saling menjaga kelestarian hutan di daerahnya.  (h/alf)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]