BAZNAS LAKUKAN UJI PUBLIK

Seluruh PNS/TNI/Polri Diwajibkan Zakat


Jumat, 28 Oktober 2016 - 00:42:42 WIB

Jakarta, HALUAN — Ketua Badan  Amil Zakat Nasional (Baznas) Bambang Sudibyo me­nga­takan pihaknya segera menye­lesaikan peraturan soal pem­bentukan dan tata kerja Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di ling­kungan instansi pemerintah yang mendorong kewajiban PNS/TNI/Polri untuk membayar zakat lewat Baznas.

“Saat ini kami sedang mela­kukan uji publik rancangan pera­turan UPZ untuk mendorong pengumpulan zakat yang me­miliki potensi besar,” kata Bam­bang di sela Uji Publik Rancangan Peraturan Ketua Baznas tentang Pembentukan dan Tata Kerja UPZ di Jakarta, Kamis.

UPZ sendiri merujuk pada unit pengumpul zakat di bawah koordinasi Baznas yang berada di sejumlah tempat seperti instansi pemerintah atau masjid. Jika peraturan soal UPZ sudah selesai maka akan ada UPZ di ling­kung­an kementerian atau lembaga negara yang akan mengumpulkan zakat di suatu unit.

Dia mengatakan Baznas se­bagai badan pengumpul zakat resmi pemerintah melakukan sejumlah inovasi agar pengu­m­pulan zakat menjadi optimal. Landasan hukum yang dipakai Baznas adalah Peraturan Peme­rintah RI Nomor 14 Tahun 2014 dan Undang-Undang No 23 Ta­hun 2011 tentang Pengelolaan Zakat.

Saat ini, kata dia, pihaknya sedang berusaha menelurkan peraturan untuk optimalisasi pengumpulan zakat dengan salah satu turunannya yaitu Peraturan Ketua Baznas soal UPZ yang masih dalam bentuk rancangan. Peraturan itu juga akan me­leng­kapi Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2014 soal zakat.

Lewat peraturan itu, lanjut Bambang, lembaga negara nanti­nya karyawan Muslim dari ke­men­terian dan lembaga pe­me­rin­tah non­ke­menterian akan wajib men­yetorkan zakatnya ke UPZ yang dibentuk di masing-masing unit.

“Sesuai undang-undang, nan­ti­nya para mereka ini akan wajib berzakat. Bisa untuk tidak me­nunaikannya dengan meminta surat keberatan membayarkan zakat Baznas dari atasannya,” kata dia.

Bambang mengatakan pera­turan UPZ itu memiliki tujuan optimalisasi pengumpulan zakat menilik potensinya yang besar. Rata-rata pertumbuhan pe­ngum­pulan zakat mencapai angka 20,86 persen setiap ta­hunnya.

Lewat kajian Baznas, IPB dan IRTI-IDB menyebutkan potensi zakat pada 2011 adalah Rp217 triliun tapi pengumpulannya hanya sekitar satu persen saja. Artinya, potensi zakat dari ma­sya­rakat yang besar itu belum tergarap dengan baik maka diper­lu­kan banyak inovasi dan instru­men salah satunya lewat pem­bentukan payung hukum yang pasti. (h/ant)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]