WI Sumbar Tak Akui Muskotlub WI Padang


Jumat, 28 Oktober 2016 - 00:45:59 WIB

PADANG, HALUAN — Pe­ngurus Wushu Indonesia (WI) Kota Padang dengan WI Sum­bar mengalami konflik. Hal ini dipicu tidak dik­eluarkanya Surat Keputusan (SK) kepada WI Padang yang dipimpin oleh Eri. WI Sumbar ber­ang­gapan kalau Muskotlub yang diadakan pada tanggal 15 Oktober dengan menetapkan Eri sebagai Ketum terpilih periode 2016-2020 tidak se­suai dengan AD/ART.

 “Kami kecewa atas perlakuan WI Sumbar yang tidak mau mengakui ha­sil Muskotlub ini. Karena, pe­lak­sa­naan Muskotlub juga dihadiri Ketum WI Sum­bar, Hj Usnaiti dan perwakilan dari KONI Padang,” sebut Eri, Kamis, (27/10).

Bahkan surat yang dike­luar­kan KONI Padang ter­tanggal 24 Oktober dengan nomor 59/K-PDG/KU/X/2016 terkait reko­mendasi penerbitan SK kepe­ngurusan yang dikirimkan ke ­WI Sumbar juga tidak mem­buat WI Sumbar yang dipimpin Usnaiti mau menerbitkan SK kepe­ngu­rusan.

“Dalam Muskotlub ter­sebut tidak ada kongkalikong dan intervensi. Para peserta Muskotlub yang memilih siapa yang akan menjadi Ketua WI Padang. Para pesertanya sendiri merupakan sasana yang me­miliki hak suara,” tuturnya.

Lebih jauh Eri juga merasa kecewa terhadap WI Sumbar karena memberikan ke­pa­nitiaan Porprov kepada pe­ngurus yang tidak sah. “Kalau pimpinan WI Sumbar tetap ber­sikeras dan tetap memberikan kepanitian Porprov kepada pengurus yang tidak sah kami akan tempuh jalur hukum,” sambungnya.

Ketua Harian WI Padang Hendri Antoni  berdasarkan susunan pengurus hasil Mus­kotlub mengatakan atas kondisi yang tidak menentu ini, atlet Kota Padang yang akan diru­gikan. Hendri Antoni me­nga­takan kalau Kota Padang me­nar­getkan me­raih juara umum di Porprov nanti. “Karena itu, akan berkomunikasi dengan Pengurus Besar (PB) WI,” jelasnya.

Ketua WI Sumbar Usnaiti mengatakan, memang tidak akan menerbitkan SK untuk kepengurusan yang terbentuk dari hasil Muskotlub, karena Muskotlub yang dilaksanakan tidak sesuai dengan AD/ART WI Sumbar.

“Salah satu yang tidak jelas adalah kepanitian Muskotlub tersebut dan saat itu langsung dibentuk tim formatur tanpa dilakukan pembacaan tertib terlebih dahulu,” jelas Usnaiti, Kamis (27/10).

Usnaiti sendiri tidak gentar dengan langkah yang akan diambil oleh Eri. Baik melaui jalur hukum mengenai kepa­nitian Porprov ataupun dengan melaporkan ke PB WI. “Me­lalui jalur hukum semua akan bisa terang dan jelas, saya akan dengan senang hati me­nem­puhnya,” jelasnya

Lebih jauh dijelaskan oleh Us­naiti, baik Eri maupun Hen­dri Antoni tidak memiliki hak apa-apa lagi untuk menghadap ke PB. Karena, kedua orang ter­sebut saat ini merupakan ora­ng di luar WI Sumbar. “Mereka memang pernah di WI Padang, tapi kepengurusan tersebut sudah dibekukan WI Sumbar melalui sidang pleno. Karena itu, saat ini, mereka berdua adalah orang di luar WI Sum­bar dan Padang,” pung­kasanya. (h/san)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]