LPP RRI Bukittinggi Gelar Diskusi Revolusi Mental


Jumat, 28 Oktober 2016 - 00:55:42 WIB
LPP RRI Bukittinggi Gelar Diskusi Revolusi Mental LPP RRI Bukittinggi menggelar diskusi publik dengan tema implementasi revolusi mental dalam program siaran RRI di Auditorium RRI Bukittinggi, Kamis (27/10). (YURSIL)

BUKITTINGGI, HALUAN —Lem­baga Penyiaran Publik (LPP) RRI Bukittinggi mengelar diskusi publik di Ruang Auditorium LPP RRI Bukit­tinggi, Kamis (27/10). Diskusi dengan tema Implementasi Revolusi Mental Dalam Program Siaran RRI meng­hadirkan narasumber Anggota DPRD Sumbar Aristo Munandar, Dosen IAIN Bukittinggi Sylvia Hanani dan Anggota Dewan Pengawas LPP RRI Pusat, Hasto Kuncoro.

Kepala LPP RRI Bukittinggi Samirwan mengatakan diskusi tersebut diikuti sebanyak 50 orang peserta yang berasal dari Pemko Bukit­tinggi, alim ulama, tokoh masyarakat, para akademisi, mahasiswa, tokoh pemuda, tokoh wanita dan pemerhati RRI.

Menurut Samirwan, LPP RRI merupakan media yang dibentuk oleh Negara bertugas memberikan pelayanan siaran untuk kepentingan masyarakat di seluruh wilayah NKRI dengan prinsip indenpenden, netral dan tidak komersial.

“Tujuan kita mengelar kegiatan ini, untuk meninjau sejauh mana implementasi revolusi mental dalam siaran RRI dan kegiatan ini juga untuk mewujudkan program siaran yang men­dorong sikap mental masyarakat yang beriman dan bertaqwa,” kata Samirwan.

Dalam kesempatan itu, Aristo Munandar yang didaulat menjadi salah seorang narasumber mengatakan realita di lapangan menunjukkan bahwa sebagian masyarakat menilai sesuatu dari wujud atau bentuk pisiknya. Namun penilaian dalam berkepribadian sangat kurang dan itu menjadi masalah besar. Oleh karena itu,  Presiden Jokowi mencanangkan revolusi mental untuk memperbaiki akhlak dan moral anak bangsa.

“Saat ini kita bisa melihat dan menikmati hasil dari pembangunan, berupa tersedianya sarana dan prasarana publik. Namun karena akhlak dan mental yang kurang,  akibatnya prilaku korupsi, kekerasan dan masalah sosial di masyarakat terjadi dimana mana,” kata Aristo Munandar mantan Bupati Agam dua periode.

Sementara itu, Dosen Pascasarjana IAIN Bukittinggi, Sylvia Hanani menyebutkan, revolusi mental untuk pertama kalinya diperkenalkan oleh Presiden Soekarno pada tanggal 17 Agustus 1957 yang bertujuan untuk mengerakkan mental masyarakat dari yang tidak baik menjadi lebih baik.

Narasumber lain, Anggota Dewan Pengawas LPP RRI Pusat Hasto Kuncoro mengatakan, revolusi mental tidak hanya menjadi wacana dan slogan saja. Namun harus dilaksanakan, karena sejak revolusi mental dicanangkan Pemerintah Jokowi dua tahun lalu, tidak jelas di instansi mana revolusi mental tersebut dipertanggungjawabkan.

Namun menurutnya, revolusi mental seharus­nya dilaksanakan oleh Kementrian Pendidikan. “Seharusnya revolusi mental dilaksanakan dimulai pada pendidikan dasar. Karena saat ini kita sangat miris melihat prilaku anak-anak melakukan kekerasan, bahkan pada media cetak atau electronik dapat kita lihat dengan usia segitu sudah bisa melakukan perkosaan,” ungkapnya. (h/ril)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]